Selasa 03 Maret 2020, 11:52 WIB

Wabah Virus Korona Ubah Kebiasaan Global

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Wabah Virus Korona Ubah Kebiasaan Global

AFP
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan sejumlah menteri mengenakan masker dalam rapat kabinet di Kompleks Pemerintahan.

 

KATAKAN tidak pada jabat tangan, tolak setiap kecupan di pipi, dan jangan sampai memeluk. Sebagai gantinya, lakukan tatapan langsung, atau mungkin isyarat tangan.

Di seluruh dunia, orang mengubah kebiasaan di tempat kerja, lingkungan tempat tinggal, hingga rumah ibadah, untuk mengurangi risiko tertular virus korona (COVID-19). Sekaligus, mencegah penyebaran virus mematikan lebih lanjut.

Tiongkok

Di Beijing, Ibu Kota Negara tempat wabah virus korona muncul, papan pemberitahuan merah berisi imbauan agar warga tidak saling berjabat tangan. Mereka bisa mengganti kebiasaan itu dengan mendekapkan tangan sebagai tanda salam.

Pengeras suara mengingatkan masyarakat untuk menunjukkan gerakan gong shou, yang merupakan salam tradisional Tionghoa.

Prancis

Surat kabar lokal dipenuhi dengan saran tentang cara mengganti ciuman di pipi. Padahal, itu merupakan kebiasaan warga Prancis untuk menyapa orang yang ditemui.

Begitu pula terhadap kebiasaan berjabat tangan. Pakar etiket Philippe Lichtfus mengatakan jabat tangan adalah perkembangan relatif baru yang dimulai pada Abad Pertengahan. Menurutnya, hanya dengan menatap mata seseorang sudah cukup menjadi salam.

Baca juga: Jokowi Konfirmasi Kasus Virus Korona Pertama di Indonesia

Brasil

Pemerintah Brasil sangat tidak menyarankan masyarakatnya untuk berciuman sebagai tanda salam.

Jerman

Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, menolak sodoran tangan Kanselir Angela Merkel, untuk bersalaman dengannya pada Senin waktu setempat. Sang menteri tersenyum sembari tetap menahan kedua tangannya. Mereka berdua tertawa dan Merkel mengangkat tangannya ke atas sebelum duduk.

Spanyol

Wabah itu mendera salah satu tradisi Spanyol yang paling dihargai, yakni mencium patung Bunda Maria dalam masa jelang Paskah. Ritual ini kemungkinan besar akan dilarang. "Ini adalah salah satu langkah yang disepakati," kata pejabat kesehatan nasional, Fernando Simon.

Rumania

Festival Martisor Rumania menandai awal musim semi ketika untaian dan bunga talismanic dibagikan, seringkali dari pria ke wanita.

Akan tetapi, pemerintah meminta warga untuk untuk menyerahkan bunga tanpa disertai ciuman. "Mari kita beri bunga, tapi bukan ciuman," pungkas Nelu Tataru, pejabat di kementerian kesehatan.

Iran

Di Iran, negara dengan korban meninggal akibat virus korona sebanyak 66 orang, beredar video yang menunjukkan tiga sekawan bertemu. Namun, tangan mereka tetap berada di saku. Alih-alih berjabat tangan, mereka bersalaman dengan menggunakan kaki.

Sebuah video serupa juga muncul di Libanon. Penyanyi Ragheb Alama dan komedian Michel Abou Sleiman saling mengetuk kaki, sambil membuat suara ciuman dengan mulut mereka.

Baca juga: Gara-Gara Virus Korona, Arab Saudi Bekukan Umrah

Selandia Baru

Beberapa lembaga pendidikan di Selandia Baru untuk sementara waktu meninggalkan salam Maori, yang dikenal sebagai hongi. Di mana dua orang saling menempelkan hidung mereka.

Politeknik Wellington, WelTec, mengatakan alih-alih staf menyapa siswa baru dengan hongi, upacara penyambutan hanya mencakup waiata, atau lagu Maori.

Australia

Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard, menyarankan warga untuk memberikan tepukan di punggung ketimbang berjabat tangan.

"Ada hal-hal lain yang bisa dilakukan. Saya tidak akan mengatakan jangan berciuman, tapi tentu saja kamu bisa melakukan kehati-hatian, dengan siapa yang kamu pilih untuk dicium," ujar Hazzard.

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab, serta Qatar, menyarankan warga untuk menghentikan salam tradisional 'hidung ke hidung' atau salam Eskimo.

Negara di kawasan Timur Tengah juga meminta warga untuk tidak berjabat tangan dan berciuman. Otoritas mengimbau warga agar menyapa dengan melambaikan tangan.

Amerika Serikat

Sejumlah bintang NBA mendapat serangkaian rekomendasi, termasuk dalam berinteraksi dengan penggemar. Mereka diminta mengekspresikan fist bump atau tos dalam kondisi tangan terkepal ketimbang high-five. Pemain juga disarankan tiak mengambil barang seperti pena, bola dan kaus, untuk ditandatangani.(AFP/OL-11)

 

 

Baca Juga

AFP

Kondisinya Membaik, Boris Johnson Keluar dari ICU

👤Rudy polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:51 WIB
Juru bicara Johnson mengatakan, meski demikian Boris tetap belum bisa meninggalkan RS St Thomas,...
Antaranews.com

Menag Malaysia Bantu TKI di Cyberjaya

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:30 WIB
Warga kurang mampu tersebut turut menerima bantuan dari Tabung Musa'adah Covid-19 untuk memastikan keselamatan mereka tidak diabaikan...
AFP/ANGELA WEISS

799 Orang Meninggal dalam Satu Hari di New York

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 23:55 WIB
Penutupan sekolah-sekolah dan sebagai pusat-pusat bisnis di New York akan diperpanjang untuk memutus penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya