Selasa 03 Maret 2020, 11:37 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Babel Triwulan Ke-IV Menguat Kendati Lambat

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Pertumbuhan Ekonomi Babel Triwulan Ke-IV Menguat Kendati Lambat

MI/Rendy Ferdiansyah
Acara seminar nasional pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

PERTUMBUHAN ekonomi Bangka Belitung (Babel) pada triwulan IV sebesar 3,99 % (yoy) menguat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sementara itu, secara tahunan perekonomian Babel 2019 tetap tumbuh positif sebesar 3,32%  (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Babel Tantan Heroika S. Mengatakan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi Babel menguat dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp19,34 Triliun.

Menguatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Tantan, ditopang membaiknya kinerja sektor lapangan usaha utama yaitu sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.

"Lapangan usaha industri pengolahan ini tumbuh 5,06 %(yoy) menguat dari sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,80%, karena membaiknya kinerja industri makanan (CPO) seiring kondisi harga CPO dunia yang meningkat," kata Tantan di Pangkalpinang, Selasa (3/2).

"Industri logam dasar (timah) juga membaik seiring mulai beroperasinya beberapa smelter timah yang berdampak pada ekspor, sehingga lapangan usaha perdagangan tumbuh 2,34% (yoy)," ujarnya.

Hal ini, menurut Tantan, tentu saja, mendorong pertumbuhan ekonomi Babel di tahun 2019 triwulan IV menguat 3,32 % (yoy). Memang diakui Tantan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ini relatif melambat dari tahun 2018 yang mampu mencapai 4,47 % (yoy).

"Melambatnya pertumbuhan ekonomi 2019 dikarenakan adanya tekanan dari dalam negeri dan eksternal, kalau dari dalam negeri adanya musim kemarau panjang berdampak pada sektor pertanian , sedangkan eksternal akibat perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS)," terangnya.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi 2019 ini, tercermin dengan adanya perlambatan dari kerja sektor keuangan dan sistem pembayaran. Pertumbuhan kredit untuk lokasi proyek di Babel hanya tumbuh 16,21% (yoy) lebih rendah dari 2018 lalu 46,49%(yoy).

"Penyaluran kredit untuk sektor industri pengolahan terkontraksi sebesar 29,50%(yoy) 2019 dan ditahun 2018 tumbuh 110,96%(yoy)," ungkap Tantan.

"Penghimpunan dana pihak ketiga juga melambat, begitu pula kredit macet juga mengalami peningkatan," tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, dijelaskan Tantan, pertumbuhan ekonomi Babel triwulan I tahun 2020 diperkirakan masih akan tumbuh melambat sejalan dengan masih terbatasnya konsumsi domestik terutama dari konsumsi pemerintah dan investasi (PMTB).

Sedangkan, lanjutnya untuk konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh kuat sejalan dengan meningkatnya optimisme masyarakat ditengah kondisi inflasi yang masih terjaga.

"Secara keseluruhan tahun ini, pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan akan tumbuh menguat dengan momentum perbaikan ekonomi global dan masih kuatnya permintaan domestik," tuturnya.

"Ada beberapa risiko yang perlu mendapatkan perhatian seperti risiko tekanan harga yang tinggi adanya kenaikan tarif cukai rokok, tarif tol, tarif BPJS kesehatan serta penyesuaian harga BBM dan tarif dasar listrik yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, ditambah dengan tertahanya risiko tertahanya industri pengolahan dan pertambangan timah seiring adanya perbaikan regulasi," ucapnya.

Ia menambahkan dari sisi eksternal potensi risiko masih akan terjadi karena perang dagang, dan dampak mewabahnya virus korona.

Sementara itu, Gubernur kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi menguatnya pertumbuhan ekonomi Babel di Triwulan IV tahun 2019 kendati ada perlambatan.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah dan sektor swasta bersinergi dalam upaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif yang memberikan dampak nyata pada peningkatan kinerja, lapangan usaha strategis, peningkatan investasi dan penguatan sumber pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong laju pertumbuhan ekonomi Babel.

"Ini langkah baik, semoga ditahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi kita tetap menguat agar memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat khususnya di Babel, makanya kita semua harus terus bersinergi agar dapat mendorong lanjut pertumbuhan ekonomi Babel tahun ini," kata Erzaldi.(RF/OL-09)

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya