Selasa 03 Maret 2020, 07:55 WIB

Penimbun Masker Terancam Pidana

Sru/Ins/Put/DD/Medcom/J-3 | Megapolitan
Penimbun Masker Terancam Pidana

MI/BARY FATAHILAH
Ilustrasi -- Warga membeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, kemarin.

 

KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia mengimbau semua pihak untuk tidak mencari keuntungan terkait wabah virus korona baru (covid-19). Polisi akan menindak mereka yang terbukti menimbun masker atau alat medis lainnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, menegaskan Korps Bhayangkara tidak segan melakukan penyelidikan jika ada laporan dari masyarakat.

“Kita tunggu dan jalan melakukan penyelidikan jika ada yang melakukan penimbunan secara tidak sah,” kata Argo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Tindakan penimbunan barang tanpa izin jelas melanggar undang-undang. Pekan lalu, Polda Metro Jaya membongkar lokasi pembuatan dan penimbunan masker ilegal di kawasan Pergudangan Central Cakung, Cilincing, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus, membeberkan pihaknya menduga masih ada oknum yang sengaja melakukan penimbun­an masker di Jakarta. “Iya, kemungkinan masih ada pe­nimbunan (masker). Ini yang sedang kami dalami,” kata dia.

Selain menyelidiki kasus penimbunan masker, terang Yusri, kepolisian juga melakukan patroli siber untuk menelusuri hoaks terkait virus korona. “Semua akan kami pantau jika ada yang melakukan penimbunan karena masker ini dibutuhkan masyarakat.”

Masker gratis

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), hari ini, akan membagikan masker gratis kepada penumpang kereta. Corporate Communication PT KCI, Anne Purba, mengatakan pembagian masker dilakukan di seluruh stasiun, antara lain di Stasiun Tanah Abang, Juanda, Kebayoran, Bekasi, Sudirman, Sudimara, Bojong Gede, Depok, Tangerang, Cikarang, Lenteng Agung, Cisauk, Kampung Bandan, dan Bekasi Timur.

“Kegiatan pembagian mas­ker ini terus dilakukan sampai saat ini kepada pengguna jasa. Tidak hanya sosialisasi dan edukasi saja yang dilakukan PT KCI dalam mengantisipasi penyebaran virus korona tersebut,” kata Anne.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Pemrov DKI segera mengantisipasi penyebaran virus korona dengan membagikan masker. Menurutnya, tindakan preventif secara benar jauh lebih bermanfaat ketimbang imbauan semata.

Secara terpisah, Gubernur DKI Anies Baswedan mengimbau warga DKI yang memiliki gejala penyakit yang mirip virus korona, seperti batuk, flu, dan demam, untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Wali Kota Bogor Bima Arya juga mengeluarkan 8 instruksi kepada warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengan­tisipasi penyebaran virus korona di Kota Bogor. (Sru/Ins/Put/DD/Medcom/J-3)

Baca Juga

Antara

Polri Usut 63 Kasus Hoaks Soal Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 April 2020, 21:46 WIB
"Polri bakal terus melakukan patroli siber untuk mencegah beredarnya berita-berita hoaks di media sosial yang meresahkan dan menindak...
Antara/Aprilio Akbar

Kemenhub Sebut Surat Edaran BPTJ Bersifat Rekomendasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 01 April 2020, 21:14 WIB
Surat edaran tersebut bertujuan memberikan rekomendasi kepada daerah apabila sudah dikategorikan sebagai daerah yang diperkenankan untuk...
Antara/Risky Andrianto

BPTJ Terbitkan Edaran, Dishub DKI Sebut Harus Ikuti PP PSBB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 01 April 2020, 20:41 WIB
Dalam Surat Edaran No. 5 tahun 2020 itu BPTJ meminta seluruh moda transportasi umum dari dan menuju Jabodetabek dihentikan termasuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya