Senin 02 Maret 2020, 21:52 WIB

70 Petugas Medis Diliburkan, Kemenkes: Walikota Depok Berlebihan

Antara | Humaniora
70 Petugas Medis Diliburkan, Kemenkes: Walikota Depok Berlebihan

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Suasana rumah sakit Mitra Keluarga di Depok, Jawa Barat, hari ini.

 

KEMENTERIAN Kesehatan menilai berlebihan tindakan merumahkan 70 petugas medis di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat karena berinteraksi dengan 2 pasien positif terinfeksi virus corona jenis baru (COVID-19).

"Saya pikir ini respon berlebihan, karena kalau mereka dirawat dua hari apakah harus dilayani 70 perawat? Ini akan kita coba dilakukan pendekatan dan menyampaikan secara persuasif tidak perlu panik berlebihan sekian banyak diliburkan itu lebih ke kepanikan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta, hari ini.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan 70 orang petugas medis RS Mitra Keluarga Depok Jawa Barat dirumahkan untuk menghindari kontak dengan orang lain karena puluhan petugas itu dikhawatirkan terinfeksi virus COVID-19.

Dinas Kesehatan Kota Depok juga akan melakukan penyemprotan di perumahan yang menjadi domisili warga yangpositif terjangkit COVID-19

Yurianto menjelaskan, COVID-19 tidak akan menular melalui benda mati karena hanya bisa hidup kalau ada inangnya.

"Ini kan penularannya dengan "droplet" (percikan). Sekarang "droplet tuh kan percikan. Apa iya ada orang yang batuk bersin percikannya sampai 10 kilometer? Kan nggak mungkin. Nah kalau dansa kan tidak mungkin punggung-punggungan kan?" ungkap Yuri.

Yuri pun mengaku tidak ada rencana penyemprotan disinfektan di sekeliling rumah pasien atau klub dansa.

"Ngapain? Virusnya sudah tidak ada. Virus itu kayak benalu, hanya hidup di pohon yang hidup. Kalau pohonnya mati, virusnya mati. Lha kalau droplet atau percikan ini jatuh ke meja dan lebih dari 5-10 menit, mati selnya. Virusnya mati juga. Jadi virus ini tidak gentayangan kayak debu, harus ada inangnya karena dia hidup di dalamnya, kalau inangnya mati, matilah dia," kata Yuri.

Ia pun menilai pemberian garis polisi di rumah pasien juga dianggap berlebihan.

"Itu yang saya bilang berlebihan. Kenapa sih kok sampai kayak gitu? Memangnya virus itu tahu itu garis polisi apa enggak? Entah kenapa sih berlebihan," tambah Yuri.

Sebelumnya, sejumlah tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok sempat berinteraksi dengan pasien positif virus Corona yang berobat di rumah sakit itu, akhir Februari 2020 lalu.(OL-4)

Baca Juga

BMKG

BMKG : Aktivitas Gempa di Lebak dan Sukabumi Meningkat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:30 WIB
Gempa yang dirasakan di kedua wilayah itu pada Selasa, 7 Juli 2020 dipastikan tidak saling menjalar dan...
MI/ Bary F

Kebun Raya Bogor kembi Dibuka untuk Umum

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:20 WIB
Dia berharap, pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran...
Dok. Pribadi

Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi dalam Salurkan Bansos Presiden

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:13 WIB
Paket bansos itu berisi 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, sarden, saus, dan mie instan. Bansos akan disalurkan ke warga terdampak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya