Senin 02 Maret 2020, 18:35 WIB

Tidak Guna Panik Borong Masker, Ini Sebabnya

Melalusa Susthira K | Weekend
Tidak Guna Panik Borong Masker, Ini Sebabnya

ANT/Aditya Pradana
Para ahli menyebutkan penggunaan masker justru dapat meningkatkan risiko terkena virus.

SEJAK kekhawatiran tentang penyebaran wabah virus corona atau COVID-19 merebak, masker menjadi barang yang langka dengan harga yang melonjak. Namun, para ahli mengatakan bahwa mengenakan masker wajah bukanlah cara terbaik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sebaliknya, penggunaan masker justru dapat meningkatkan risiko terkena virus tersebut. Selain itu, ironisnya, justru mereka yang sakit justru akan susah mendapatkan masker karena kelangkaan ini.

“Rata-rata orang yang sehat tidak perlu memiliki masker, dan mereka seharusnya tidak mengenakan masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat akan melindungi mereka. Mereka memakainya secara tidak tepat, dan mereka dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka,” terang spesialis pencegahan infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, AS, Eli Perencevich, seperti dilansir Forbes, Sabtu (29/2).

Ia mengatakan banyak orang salah kaprah membeli masker untuk mencegah paparan virus COVID-19 masuk ke dalam mulut atau hidung mereka. Eli menyebut bahwa virus tersebut ditularkan bukan melalui udara, melainkan melalui tetesan lewat batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi. Sehingga menyentuh wajah merupakan salah satu cara penyebaran COVID-19, karena bisa jadi tangan tersebut tak sengaja menyentuh atau kontak dengan permukaan yang terpapar  tetesan dari seseorang yang terinfeksi COVID-19 dan tidak mencuci tangan dahulu sebelum menyentuh wajah.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa masker bedah standar yang kerap dipakai oleh banyak orang tidak membantu dalam memberi proteksi terhadap COVID-19, malahan memungkinkan tetesan tersebut dapat tetap masuk. Karena rancangan masker tersebut seyogyanya ditujukan dimaksudkan agar si pemakainya tidak menularkan penyakit atau membuat orang lain sakit - bukan sebaliknya. Menurutnya, pemakaian masker lebih ditujukan bagi orang yang sudah menunjukkan gejala COVID-19 dan bagi perawat mereka, ketimbang orang sehat yang berusaha mencegahnya.

"Jika Anda terserang flu atau mengira Anda mendapati gejala COVID, saat itulah Anda mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Di rumah Anda, jika Anda merasa sedang sakit, Anda harus mengenakan masker untuk melindungi anggota keluarga Anda," terang Eli.

Sementara itu seperti dilansir CBS, masker respirator N95 jika dipasang dengan benar dapat menghalau tetesan partikel besar yang mungkin mengandung kuman, namun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan bahwa masker itu tidak dapat menyaring partikel sangat kecil di udara yang dapat ditularkan oleh batuk atau bersin. Selain itu masker wajah juga memiliki umur yang sangat spesifik, sehingga harus diganti dalam beberapa jam sekali. Sedangkan masker gas respirator lebih mahal dan FDA juga tidak mencatat bahwa masker itu dirancang untuk mengakomodir anak-anak.

“Masker N95 adalah yang paling praktis. Ini menghentikan 95% partikel dengan ukuran tertentu. Ada masker N99, yang memblokir 99% partikel, tapi masker itu sulit dipakai untuk jangka waktu yang lama karena sulit bernapas menggunakan itu,” jelas Dr. Andrew Stanley Pekosz dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, AS.  (Forbes/CBS/M-1)

Baca Juga

AFP/Mark RALSTON

Ayo, Main Bersama Hewan Kesayangan untuk Mengusir Bosan di Rumah

👤Galih agus Saputra 🕔Minggu 05 April 2020, 08:10 WIB
Mereka bahagia karena ada seseorang yang akan menghabiskan banyak waktu...
MI/Heryus Saputro Samhudi

Ondel-Ondel Betawi, Warisan Budaya yang Kini Telantar di Jalan

👤Heryus Saputro Samhudi 🕔Minggu 05 April 2020, 06:45 WIB
Ondel-ondel, warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia dan ikon budaya Kota Jakarta sekaligus kebanggaan orang Betawi,  ngamen masuk...
Dok. Katonvie

Delapan Sudut Kreasi dalam Selembar Hijab Katonvie

👤(Try/M-1) 🕔Minggu 05 April 2020, 06:35 WIB
HIJAB scarf segi empat banyak dikenakan wanita muslim karena selain ringkas, juga bisa dikreasikan bentuknya untuk mempercantik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya