Senin 02 Maret 2020, 18:19 WIB

Maybank Lanjutkan Program RISE 2.0 di Palembang dan Lampung

mediaindonesia.com | Ekonomi
Maybank Lanjutkan Program RISE 2.0 di Palembang dan Lampung

DOK MAYBANK
..

 

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Yayasan Maybank, yayasan yang menangani tanggung jawab perusahaan (CR) Maybank Group, melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama program RISE (Reach Independence & Entrepreneurship Berkelanjutan) 2.0 di Palembang dan Lampung. Kegiatan Pelatihan ini berlangsung di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa Palembang, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung dengan total peserta masing-masing sebanyak 70 penerima manfaat.

Program RISE 2.0 di Palembang dan Lampung ini merupakan bagian dari pelaksanaan program RISE 2.0 tingkat Dasar dengan durasi pelatihan selama dua hari yang akan diadakan 4.780 peserta di 25 kota lainnya. Pelatihan tingkat Dasar ini bermanfaat untuk mendukung lebih banyak peserta dari daerah pedalaman, meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk menyiapkan memulai dan mengembangkan usaha termasuk meningkatkan keterampilan menjual dan memasarkan produk. 

Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait dengan pengelolaan keuangan serta mengenalkan produk dan layanan perbankan mereka. Sebelumnya, program RISE 2.0 ini juga telah dilaksanakan di kedua kota ini pada 28-29 Januari 2020 dengan peserta sebanyak 109 orang di Palembang dan 102 orang di Lampung yang memiliki berbagai latar belakang usaha, membahas penjahit, penyedia ketik, penjual makanan, servis elektronik, toko kelontong dan penjual sembako.

Program RISE 2.0 memiliki tiga tingkat pelatihan. Selain level Dasar, juga ada level Standar dan Premium dengan perbedaan pada saat pelatihan, materi pelatihan, dan bimbingan pasca pelatihan. 

Para peserta level Standar dan Premium akan dibekali pengetahuan manajemen keuangan, strategi pemasaran, dan perubahan pola pikir (mindset) guna mengatasi disrupsi dan industri 4.0. Selain itu mereka juga akan mendapatkan materi terkait teknologi dan pengetahuan dunia digital untuk menunjang pengembangan usaha. 

Selanjutnya untuk para peserta level Standar akan mendapatkan mentoring program dan pelatihan terstruktur selama enam bulan, sedangkan mentoring dan pembinaan untuk peserta level Premium selama 12 bulan. Selama mentoring program, para peserta akan didampingi mentor secara pribadi dengan metode mentoring tatap muka dan mentoring panggilan telepon untuk lebih meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha. 

Program RISE 2.0 dirancang untuk diselesaikan program sebelumnya, yang terintegrasi dari awal hingga akhir dengan menggunakan disetujui 3E (Merangkul, Embed & Terlibat). Melalui sumbangan ketiga, Maybank Indonesia dan Yayasan Maybank akan mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana pelatihan dan pendampingan, mengaktifkan pembelajaran melalui webinar, melakukan pendampingan yang lebih rumit dan berkelanjutan, sistematisasi informasi pengembangan dan peningkatan partisipasi peserta, mencari basis data online dan pasar sebagai sarana peserta menjual produk, serta menghubungkan peserta dengan produk, layanan dan teknologi digital perbankan yang mereka butuhkan. 

Program RISE 2.0 merupakan kelanjutan dari program RISE yang telah dipasang sebelumnya. Program RISE pada awalnya diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya.

Kemudian pada 2016 program ini mulai dikembangkan ke daerah, termasuk ke Indonesia dan Filipina. Pada September 2018, program RISE di Indonesia telah berhasil meningkatkan peringkat rata-rata per bulan 40% peserta dari Rp1.264.782 menjadi Rp5.543.735 atau melonjak sebesar 338,3%. Dan pada Oktober 2019 sudah mencapai 403,7%. 

Selain itu 60% dari total peserta keseluruhan (2,269 orang) telah dapat memulai atau meningkatkan usaha mereka selama tiga bulan setelah pelaksanaan pelatihan.  Program ini kemudian di regional diteruskan juga ke Singapura, Laos dan Myanmar selain juga berlangsung di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.

Program yang dilaksanakan mulai tahun 2020 hingga 2023 yang ditujukan untuk komunitas yang lebih banyak Disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah termasuk di Indonesia dengan total peserta mencapai 7,350 penerima Manfaat. Sementara itu, program RISE dimulai pertama kali memberikan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian untuk 2.269 penerima manfaat dari 17 kota di Indonesia mulai 2016 hingga 2019.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan, “Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus tanggung jawab perusahaan (CR) Maybank Indonesia. Melalui program RISE, Grup Maybank turut mendukung pembangunan komunitas yang mandiri, dengan mendukung lebih banyak penerima Manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi memanusiakan jasa keuangan. Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi persaingan.”

Head, Corporate Communication & Branding, Esti Nugraheni juga menambahkan, “Maybank Indonesia meminta komitmen untuk memberikan perhatian kepada individu atau komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan semangat pantang, meningkatkan diri, meningkatkan bantuan untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE 2.0. Kami berharap program ini dapat membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya. "

Dengan meningkatkan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas tidak hanya dapat mendukung kemandirian dan kemampuan berwirausaha tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi para penyandang cacat yang juga akan mendorong dan menciptakan motivasi usaha bagi masyarakat marjinal di mana dapat memberikan efek pengali. 

Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy.

 

Testimoni Peserta RISE 2.0 asal Palembang.

Hamsin Saypudin, penyandang cacat fisik kaki pengusaha warung kelontong.

"Pelatihan RISE 2.0 ini sangat bagus karena membuka pikiran saya dalam menjalankan usaha, membicarakan kita hal-hal praktis yang bisa dilakukan untuk mengembangkan usaha dan membuat usaha kita lebih maju lagi. 

Hulil Umri, penyandang disabilitas fisik kaki, pengusaha pempek keliling. 

"Pelatihan RISE 2.0 ini sangat bermanfaat karena memotivasi saya untuk meningkatkan usaha dan mencari pelanggan baru. Sebelum mengikuti pelatihan, banyak pertanyaan tentang diri saya dalam menjalankan usaha, namun setelah pelatihan saya sekarang lebih percaya diri dan yakin akan dapat meningkatkan investasi melalui strategi penjualan yang disampaikan pada saat pelatihan. "

 

Testimoni Peserta RISE 2.0 Lampung.

Yulia, orang tua anak berkebutuhan khusus (sindrom bawah), belum memiliki usaha, dan berniat menerima usaha kembali.

"Dulu saya pernah memiliki usaha katering di Jakarta. Namun tidak dapat dilakukan dengan baik sampai saya harus kembali ke Lampung. Pengalaman usaha yang gagal ini membuat saya tidak berjuang untuk memulai usaha kembali. Setelah mendapat pelatihan, RISE 2.0 sekarang muncul lagi dan saya makin optimistis untuk menjalankan usaha lagi. "

Oban, penyandang cacat fisik kaki, usaha roti bakar.

"Pelatihan RISE 2.0 memberikan ilmu-ilmu baru yang bisa saya bisa terapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Melalui pelatihan ini saya mendapatkan ide untuk membuat rasa roti bakar yang lebih bervariasi dan inovatif serta lebih baik dari kompetitor lain. Semoga pelatihan ini juga dilaksanakan di kota -kota lain agar teman-teman penyandang disabilitas di kota ini dapat lebih percaya diri dan juga mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha juga dapat meningkatkan pendapatan mereka. " (RO / OL-10)

Baca Juga

MI/ARYA MANGGALA

Tarif Baru Wajib Pajak Badan Bisa Diberlakukan

👤Wan/E-1 🕔Minggu 05 April 2020, 07:50 WIB
Untuk masa pajak April 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019, tetapi sudah menggunakan tarif baru,...
Dok Setkab

Pemerintah telah Antisipasi Maraknya PHK

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:45 WIB
Pemegang kartu prakerja menerima total bantuan Rp3.550.000. Rinciannya, insentif Rp600 ribu selama empat bulan, biaya survei senilai...
MI/ROMMY PUJIANTO

Hari Ini, Donasi LG untuk Covid-19 Tiba di Indonesia

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:30 WIB
Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, merealisasikan janji untuk memberikan bantuan bagi penanggulangan wabah  virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya