Senin 02 Maret 2020, 18:06 WIB

Pemkab Jember Umumkan Siaga Bencana Selama 20 Hari

Usman Afandi | Nusantara
Pemkab Jember Umumkan Siaga Bencana Selama 20 Hari

ANTARA/Seno
Sejumlah warga melihat pertokoan Jompo yang ambruk di Jalan Sultan Agung Jember, Jawa Timur, Senin (2/3/2020).

 

PEMERINTAH Kabupaten Jember, Jawa Timur terus melakukan upaya penaganan terhadap bangunan ruko yang roboh, akibat tanah longsor yang terjadi pada Senin,(3/2). Tepatnya di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember. Pemkab Jember menetapkan status siaga bencana selama 20 hari ke depan sampai penanganan tanah longsor cepat diatasi.

"Hari ini kita rapat kordinasi (rakor). Sebetulnya sejak semalam itu forkopimda sudah merudingkan, karena terdapat retakan di area tersebut," kata Bupati Jember Faida, kepada wartawan, Senin, (3/2).

Faida menambahkan, ruko tersebut dibangun sejak tahun 1976, dan memang mau dirobohkan. Namun hingga saat ini belum juga dirobohkan karena ada beberapa permasalahan yang terjadi.

"Rukonya ini milik pemkab, sungainya kewenagan propinsi dan jalannya kewenagan pusat. Sehingga kita mau robohkan, pedagang mengatakan  bahwa ruko itu bukanlah milik pemkab. Mereka sudah membeli, namun karena ini kebencanaan, kita akan ambil alih," lanjutnya.

"Kita akan perintahkan kepada Disperindak dan Polres, intinya hari ini kita bersama-bersama melakukan langkah-langkah evakuasi," tambahnya.

Faida menambahkan terkait ruko yang ambruk ke sungai, pihaknya akan melakukan evakuasi terlebih dulu, guna mencegah terjadinya banjir. Selain itu tak kala penting menurutnya saluran pipa PDAM yang terputus juga diperbaiki terlebih dahulu karena berdampak pada 3.000 pelanggan PDAM.

baca juga: Hujan Deras Putuskan Jembatan di Gianyar dan Badung

"Hari ini kita rekomendasikan untuk PDAM membuat alur baru dan melakukan tambal sulam pipa yang bocor biar cepat selesai," ungkapnya.

Faida juga memaparkan ruko yang akan dirobohkan akan diarahkan ke jalan raya, bukan dirobohkan ke bawah karena di dekatnya banyak rumah penduduk.

"Beberapa ruko itu sisanya kita robohkan ke jalan raya, bukan ke arah sungai, karena di bawah sungai ada rumah warga," cetusnya.

 

Baca Juga

MI/Januari Hutabarat

Petani Tapanuli Utara Diminta tidak Jual Beras ke Luar Daerah

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:43 WIB
Menurutnya  luas lahan panen padi sawah dan padi gogo di daerah tersebut 2020 49.253,34 hektare dengan produksi gabah kering ...
MI/Palce Amalo

PDP Sembuh di NTT Lima Orang, 18 Sampel Negatif Korona

👤Palce Amalo 🕔Selasa 07 April 2020, 17:39 WIB
"Saat ini ODP yang dirawat enam orang dan PDP yang dirawat sembilan orang,"...
blog.ajengnurbayanti

Puskesmas Kejaksaan Cirebon Buka Pelayanan Daring

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:35 WIB
PUSKESMAS Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat membuka layanan daring/online. Hal ini untuk mencegah sebaran virus korana (Covid-19) dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya