Senin 02 Maret 2020, 17:35 WIB

RSPI Siap Tracking Calon Pasien yang Positif Virus Korona

Ilham Ananditya | Megapolitan
 RSPI Siap Tracking Calon Pasien yang Positif Virus Korona

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pekerja rumah sakit menggunakan masker di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3).

 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona (Covid-19) saat ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter Permai Raya, Jakarta Utara.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Muhammad Syahril menuturkan, RSPI sudah siap apabila diberi wewenang untuk melakukan tracking terhadap jejak virus COVID-19. Meskipun saat ini  kewajiban tersebut memang masih dalam lingkup Kementerian Kesehatan.

"Ini kan Rumah Sakit Rujukan Nasional khusus penyakit infeksi emerging. Karena di RSPI Sulianti Saroso punya alat khusus untuk mengisolasi dugaan penyakit infeksi yang berpotensi terjadinya penularan oleh pasien. Contoh kasus infeksi sebelumnya seperti SARS atau flu burung," ujarnya di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Senin (2/3).

Ia memaparkan, RSPI Sulianto Saroso memiliki alat-alat khusus tersebut antara lain negative pressure dan air handling unit. Alat negative pressure berfungsi sebagai alat mengisolasi sehingga suasana di ruang rawat kondusif dan penyebaran virusnya segera mati. Sementara air handling unit berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara di ruang rawat.

"Perawatan dan pemantauan yang intens hanya di masa inkubasi, setelahnya dipantau seperti biasa," tambahnya.

Baca juga: Ini Penting! Petunjuk agar Terhindar dari Infeksi Virus Korona

Selain itu, penggunaan masker memang dibutuhkan bagi orang tidak sakit sebagai bentuk pencegahan. Syahril menuturkan bahwa, bagi mereka yang sehat tidak sampai memerlukan penggunaan masker jenis N-95, cukup masker umum (warna hijau) saja sudah cukup.

"Pasien yang positif pun belum tentu punya gejala yang berat, dan perlu ditekankan di RSPI ini tidak ada pengobatan khusus. Pengobatan hanya sebatas meningkatkan dan menjaga kekebalan tubuh." tutur Syahril.

Syahril menuturkan, bahwa seluruh rumah sakit di Indonesia ini sudah siap menghadapi epidemi Covid-19. Begitu ada yang masuk kriteria ODP (orang dalam pemantauan) terindikasi batuk, pilek, demam yang sebelumnya telah berkunjung dari suatu negara yang terjangkit virus COVID-19 atau melakukan kontak dengan pasien maka wajib untuk dirujuk di Rumah Sakit Rujukan Nasional (terkait virus COVID-19).

"Kalau dia terlanjur ke rumah sakit swasta, rumah sakit itu sudah tahu SOP-nya. (Mereka) tidak akan mau menerima calon pasien tersebut karena resikonya sangat tinggi. Otomatis langsung ke sini (RSPI Sulianti Saroso)" tambah Syahril. (A-2)

Baca Juga

ANTARA

Vanessa Angel Kembali Diboyong ke Polres Jakbar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 08 April 2020, 13:58 WIB
Kanit 2 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akp Maulana Mukarom, membenarkan penjemputan Vanessa atas kasus...
MI/RAMDANI

Korlantas Polri Pastikan tidak Ada Larangan Ojol Angkut Penumpang

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 12:30 WIB
Larangan berboncengan diberlakukan khusus bagi pemudik menggunakan sepeda...
Antara/Arif Firmansyah

KRL Anjlok, Perjalanan Relasi Bogor Terganggu

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 08 April 2020, 12:27 WIB
Saat ini petugas tengah menangani kendala operasional yang menghambat perjalanan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya