Senin 02 Maret 2020, 17:27 WIB

Awas! Penyebar Hoaks Virus Korona Bisa Terancam Pidana

Indriyani Astuti | Humaniora
Awas! Penyebar Hoaks Virus Korona Bisa Terancam Pidana

ANTARA
Ilustrasi berita palsu.

 

MENTERI Informasi dan Komunikasi (Menkominfo) Jhonny G. Plate menegaskan ada sanksi pidana bagi siapapun yang dengan sengaja menyebarkan informasi tidak benar (hoaks) seputar virus korona atau Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di banyak negara. Sanksi tersebut, imbuhnya, diatur dalam Undang-Undang Nomor 11/2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pada pasal 28 ayat 1 UU ITE, disebutkan setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Baca juga: Virus Korona Merebak, Persiapan Haji 2020 Jalan Terus

"Sanksinya itu besar ya. Lama dihukum di penjara," ujarnya seusai bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (2/3).

Menkominfo mengimbau pada masyarakat agar mengikuti saran dari Kementerian Kesehatan guna mencegah penularan virus Korona. Bagi warga negara Indonesia (WNI) juga diharapkan cerdas dalam memilah dan memilih informasi dalam ruang digital termasuk menyikapi isu seputar penyakit tersebut. Disampaikan Johnny, dari hasil pengaisan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) ada 142 hoaks yang berkaitan dengan virus Korona.

Seperti yang diberitakan, Presiden Joko Widodo, pada Senin (2/3), menyampaikan ada dua warga di Tanah Air yang positif terjangkit virus korona. Mereka sebelumnya diketahui telah berinteraksi dengan warga negara Jepang yang baru-baru ini juga dinyatakan terinfeksi virus mematikan asal Tiongkok itu.

"Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia, kemudian tinggal di Malaysia, dan di sana dicek di sana positif korona, tim kita langsung telusuri. Orang Jepang itu ke Indonesia bertemu siapa, bertemu siapa. Setelah ditelusuri, ketemu," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3).

Dua WNI yang terinfeksi Korona yakni seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. Mereka kini tengah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Suliyanti Saroso, Jakarta. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/AHMAD SUBAIDI

Demam Berdarah masih Harus Diwaspadai

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 02:30 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada pandemi covid-19, tapi juga tetap mewaspadai ancaman...
ANTARA/Arif Firmansyah

Langka, Penyandang Disabilitas Produksi Masker

👤Media Indonesia 🕔Rabu 01 April 2020, 01:00 WIB
Para penyandang disabilitas penerima manfaat (PM) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya, Makassar,...
ANTARA /HARVIYAN PERDANA PUTRA

Dorong Keterbukaan untuk Putus Mata Rantai

👤Atikah Ishmah Wahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 00:30 WIB
Keterbukaan informasi pasien positif covid-19 dapat berguna untuk meningkatkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya