Senin 02 Maret 2020, 14:40 WIB

Rambu-Rambu Prosedur Sedot Lemak

Eni Kartinah | Humaniora
Rambu-Rambu Prosedur Sedot Lemak

Istimewa
Liposuction yang aman harus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien.

 

LIPOSUCTION atau sedot lemak menjadi salah satu tindakan yang diminati sebagian orang untuk mengurangi tumpukan lemak di tubuh mereka. Prosedur yang betujuan untuk menghilangkan kelebihan lemak di area tertentu ini memang praktis. Tapi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya aman dan memberikan hasil yang memuaskan.

“Untuk mendapatkan berat badan dan tubuh yang ideal dan sehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Langkah pertama adalah diet dan olahraga secara rutin. Namun kadang diperlukan upaya tambahan untuk menunjang pencapaian bentuk tubuh ideal. Salah satunya dengan liposuction,” ujar dokter pakar liposuction dari Klinik Jakarta Skin Center (JSC), dr Edwin Djuanda SpKK, pada perayaan ulang tahun ke-27 JSC di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bagaimana menjalani prosedur sedot lemak yang baik? Pertama, lanjut dr Edwin, pilih layanan sedot lemak yang dilakukan oleh ahli bedah kompeten. Untuk itu, masyarakat bisa mengecek reputasi dan rekam jejak penyedia layanan tersebut, juga dokternya. “Bagaimanapun, liposuction adalah tindakan bedah kulit yang harus dilakukan oleh seorang ahli untuk menjamin keamanannya,” jelas dr Edwin yang juga salah satu pendiri JSC.

Dokter yang kompeten dan berpengalaman juga sangat diperlukan untuk mencapai hasil akhir tindakan liposuction yang memuaskan. Seperti, lemak terambil dalam jumlah ideal, kulit tetap rata, dan bentuk tubuh tetap simetris.“Seberapa banyak lemak yang diambil, itu tergantung kondisi dan kadar lemak pasien. Dokter yang kompeten akan bisa menentukan dengan pas,” kata dr Edwin yang mendalami liposuction sejak 1990 di American Academy of Cosmetic Surgery.

Langkah kedua, sambung dr Edwin, pastikan prosedurnya sesuai standar medis dan patuhi tahapannya. Seperti, tahap awal sebelum tindakan, pasien akan diminta menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk tes laboratorium. Langkah ini untuk mencegah risiko operasi yang bisa terjadi seperti perdarahan. Pastikan juga tindakan dilakukan dengan fasilitas dan peralatan yang steril untuk menghindari infeksi.

Liposuction yang aman harus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien, dengan memperhitungkan kesehatan pasien secara umum,” imbuh dr Edwin yang juga Direktur Medis JSC.

Meski liposuction merupakan tindakan yang aman dan efektif untuk mengurangi lemak pada area tubuh tertentu, menurut dr Edwin, tindakan ini kurang tepat jika dilakukan untuk mengatasi obesitas.

“Sebab, pada liposuction, jenis lemak yang diambil adalah lemak di tengah, bukan lemak di bawah kulit apalagi lemak di dekat organ dalam. Maka liposuction saja tidak bisa membantu orang dengan kelebihan berat badan yang ekstrem,” terangnya.

Bagi orang yang sudah menjalani prosedur sedot lemak, dr Edwin mengingatkan, mereka perlu menindaklanjuti dengan diet seimbang dan olahraga rutin. “Agar hasilnya permanen.Kalau makan tak terkendali, lemak akan menumpuk lagi,” katanya.

Pada kesempatan sama, salah satu pasien yang pernah menjalani tindakan sedot lemak di JSC, Kimmy, mengisahkan pengalamannya.

“Saya menjalani liposuction di bagian perut pada 2015 dengan dr Edwin. Hasilnya sangat memuaskan, nggak sakit, bekasnya kecil banget. Memang, keterapilan dokter sangat penting,” tutur perempuan 54 tahun ini.

Sementara itu, terkait dengan HUT ke-27 JSC, dr Litya Ayu Kanya A SpKK menjelaskan JSC yang menjadi pelopor klinik spesialis kulit dan kelamin di Jakarta kini telah menjadi rujukan pengobatan dan tindakan kulit dan kelamin yang profesional baik nasional maupun regional. (Nik/OL-09)

 

Baca Juga

Antara

Pekerja Diminta Pahami Skala Prioritas Pemerintah Atasi Covid-19

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 06 April 2020, 17:59 WIB
Pekerja buruh diminta untuk memahami posisi pemerintah yang memberikan skala prioritas tetapi tanpa mengorbankan begitu saja nasib dan...
AFP

Ketua Satgas Covid-19 IDI: Rapid Test 10 Ribu Sehari Per Provinsi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 April 2020, 17:54 WIB
Rapid test sangat penting dan sekarang ada di Indonesia. Oleh karena itu, segera kerjakan itu sebanyak mungkin dan...
Ilustrasi

Ini Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 06 April 2020, 17:44 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya