Senin 02 Maret 2020, 15:36 WIB

Sentralisasi Medis di Barat dan Timur untuk Antisipasi Korona

Aries Wijaksena | Humaniora
Sentralisasi Medis di Barat dan Timur untuk Antisipasi Korona

istimewa
Anggota MPR RI Ahmad Sahroni

 

PRESIDEN Joko Widodo telah menyatakan ada dua WNI yang terkena Virus Corona/Covid - 19. Parlemen mendorong perlu adanya antisipasi khusus disiapkan terkait penyebaran penyakit mematikan asal Tiongkok tersebut. Kesiapan tim medis hingga pusat kesehatan tersentralisasi di wilayah Barat dan Timur nusantara dipandang perlu direalisasikan pemerintah.

Anggota MPR yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengatakan penyebaran penyakit ini semakin meluas ke penjuru dunia hingga lebih dari 50 negara dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memaparkan sembilan negara yang melaporkan kasus pertama virus tersebut yaitu, Brasil, Denmark, Estonia, Georgia, Yunani, Norwegia, Pakistan, Rumania, dan Makedonia Utara.

“Virus sudah masuk Indonesia. Tapi bukan berarti kita terlena. Tindakan preventif harus dilakukan mengantisipasi kemungkinan terburuk atas penyebaran virus mematikan ini,” pesan Sahroni, Senin (2/3).

Politisi NasDem ini kembali menekankan pentingnya sosialisasi penyebaran Virus Corona gencar dilakukan pemerintah. Mulai dari penanganan WNI yang dievakuasi kembali ke Indonesia dan dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu hingga klarifikasi atas berbagai informasi beredar..

“Informasi penanganan pemerintah harus nyata dan terlihat. Ada atau tidaknya WNI dikarantina yang dinyatakan terinfeksi sangat penting disampaikan. Kepulauan Sebaru Kecil memang disterilisasi khusus untuk karantina tapi bukan berarti keran informasi atas penanganan yang diperkuat visual kondisi terbaru tak bisa disampaikan,” ujar Sahroni.

“Keran informasi harus terus terbuka untuk mencegah kecemasan akibat kabar   zona kuning atau lainnya. Jangan sampai dibiarkan terlalu lama hingga berdampak disinformasi berujung kepanikan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama politisi NasDem ini memandang perlu disiapkannya tim dokter khusus beserta bala medis di bawah kendali pemerintah pusat yang siap diterjunkan ketika kondisi terburuk terjadi.

“Tim dokter harus dipusatkan dan siap terjun beserta bala medis. Sentralisasi tim medis dibagi per wilayah Barat dan Timur Indonesia untuk mempercepat penanganan terhadap pasien berpotensi terpapar Virus Corona,” pesannya.

Lebih jauh Sahroni meminta Polri selaku mitra kerjanya di Komisi III dan TNI melalukan pengamanan secara nyata terkait dampak Virus Corona.

“Dua instansi ini juga memiliki peran vital terkait antisipasi dampak penyebaran Virus Corona. Polri misalnya, melakukan patroli cyber atas penyebaran hoaks penyebaran Virus Corona, melakukan sosialisasi pencegahan hingga penindakan terhadap mereka yang berupaya melakukan pelanggaran hukum seperti penimbunan masker, ataupun penyelundupan, khususnya dari negara yang telah dinyatakan terdampak,” jelas Sahroni.

“Sementara TNI selain membantu upaya pemulangan WNI dari negara lain yang terdeteksi terdampak Virus Corona juga harus gencar melakukan patroli di perbatasan. Jangan sampai ada imigran, terlebih mereka yang melintasi negara-negara terdampak masuk ke wilayah NKRI,” imbuhnya.

Hal lain yang menjadi catatan Sahroni adalah perluny dipertimbangkan dimasukkannya penanganan penyakit menular khusus sebagai kewenangan kerja BNPB.

“Penyakit seperti Virus Corona telah terbukti menjadi bencana di China hingga negara lain di penjuru dunia. Patut dipertimbangkan adanya kerja tambahan BNPB untuk penanganan penyakit khusus yang ditetapkan pemerintah dapat berkategori memunculkan korban dalam jumlah besar,” tandas pria yang telah dua kali terpilih sebagai wakil rakyat asal Jakarta ini. (A-2)

Baca Juga

MI/TRI SUBARKAH

Aduh, Ini mah Malah Tambah Penyakit

👤Tri Subarkah/X-7 🕔Selasa 07 April 2020, 07:20 WIB
Para pasien beserta pendamping mereka antre proses screening saat berobat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta,...
Ebet

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia

👤Daily Mail/Nur/X-3 🕔Selasa 07 April 2020, 06:20 WIB
Kami dapat menemukan 364 kasus demensia. Kami mengamati bahwa mereka yang menderita demensia terpapar pada tingkat polusi udara yang lebih...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Pemerintah Terima Bantuan 80 Ton Alat Kesehatan

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 07 April 2020, 05:41 WIB
Bantuan itu terdiri dari 100 unit alat bantu pernapasan (ventilator), 75 ribu alat pelindung diri (APD), 75 ribu kaca mata pelindung, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya