Senin 02 Maret 2020, 11:24 WIB

Pemprov Jateng Beri Ganti Rugi untuk Sawah Puso Akibat Banjir

Akhmad Safuan | Nusantara
Pemprov Jateng Beri Ganti Rugi untuk Sawah Puso Akibat Banjir

MI/Amiruddin MR
Lahan sawah yang pusa akibat banjir mendapat ganti rugi.

 

BENCANA banjir telah merendam ribuan hektare lahan pertanian di Jawa Tengah, tercatat 5.722 hektare sawah terendam dan yang terbaru 435 hektare saawah di Pekalongan juga terendam banjir, ratusan hektare lahan puso akan diberikan pengganti.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perjebunan (Distanbun) Jawa Tengah selama 2020 ini sebanyak 5.722 hektare lahan pertanian terendam banjir dan 154 hektare diantaranya puso.

"Kami mengalami kerugian besar akibat banjir ini, karena tanaman padi mati dan harus melakukan penanaman ulang," kata Sugino,51, petani di Undaan, Kudus, Senin (2/3).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan jumlah lahan pertanian yang terendam banjir capai ribuan hektare dan ratusan hektate diantaranya puso, maka mengantisipasi kerugian petani telah disiapkan asuransi pertanian.

"Setiap lahan yang mengalami puso akibat banjir akan mendapatkan uang pengganti Rp6 juta per hektare," kata Suryo Banendro, Senin (2/3).

Asuransi itu hanya diberikan untuk lahan puso, uhar Suryo, karena lahan yang mengalami puso tidak bisa diharapkan untuk tumbuh kembali, namun tidak seluruh lahan terendam banjir mengalami puso (gagal panen).

Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), ungkap Suryo Banendro, telah disiapkan melalui APBD Jawa Tengah sebanyak 35.000 hektare dan dari pusat ada 200.000 hektare. "Untuk yang berasal dari APBD Jawa Tengah tanpa premi katena ditanggung Pemrov," tambahnya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, untuk pemberian berbagai  bantuan agar tidak salah sasaran telah diluncurkan kartu tani sejak 2018. Saat ini ada 2,7 juta dari 2,8 juta petani yang menggrapa 1,5 juta hektare lahan pertanian sudah mengantongi kartu tersebut.

Ditanya tentang penanggulangan banjir dan rob di Pekalongan berdampak pada pertanian, lanjut Ganjar Pranowo, telah disiapkan anggaran Rp95 miliar diantaranya untul proteksi Sungai Bremi 200 meter, Sungai Meduri 500 meter, pengadaan pompa Mrican 3x2 meter kubik per derik dan tanggul libg stirage sisi selatan 1 kilometer.

"Kita harapkan semua akan selesai cepat, sehingga tidak akan ada lagi banjir dan rob di Pekalongan," ujar Ganjar. (OL-13)

Baca Juga

Dok. Pemkab Buleleng

Bupati Buleleng Pantau Ketat Revitalisasi Pasar Banyuasri

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 06 Juli 2020, 23:37 WIB
Agus selalu menyempatkan diri meninjau pengerjaan proyek tersebut untuk mengecek progress dari proyek tersebut dan memberikan masukan...
Dok pribadi

Temui Bupati Manggarai Timur, Tim Keuskupan Minta Bupati Cermat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 06 Juli 2020, 23:21 WIB
"Sejauh mana bupati menjamin kewajiban reklamasi perusahaan tersebut? Apalagi ada pengalaman buruk perusahaam terdahulu yang lari dari...
AFP

Bandel tak Bermasker di Yogyakarta, Denda Rp100 Ribu Menanti

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Senin 06 Juli 2020, 22:43 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, penindakan atas sanksi tersebut dilakukan oleh satuan polisi pamong praja (Satpol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya