Senin 02 Maret 2020, 11:15 WIB

Hadapi Virus Korona, WHO Minta Semua Negara Stok Ventilator

Nur Aivanni | Internasional
Hadapi Virus Korona, WHO Minta Semua Negara Stok Ventilator

AFP/STR
Seorang pasien terinfeksi virus korona mendapat bantuan pernafasan di sebuah rumah sakit di Hubei, Tiongkok.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Minggu (1/3), meminta semua negara bersiap merawat pasien yang sakit parah akibat virus korona baru yang mematikan dengan memperbanyak stok ventilator.

Dalam laporan terbarunya mengenai Covid-19, badan kesehatan PBB tersebut menekankan bahwa terapi oksigen adalah intervensi perawatan utama bagi pasien dengan Covid-19 yang parah.

"Semua negara harus bekerja untuk mengoptimalkan ketersediaan pulse oximeter dan sistem oksigen medis," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (2/3).

Di seluruh dunia, hampir 3 ribu orang meninggal dan lebih dari 88 ribu orang terinfeksi di sekitar 60 negara sejak virus korona tersebut pertama kali terdeteksi pada akhir tahun lalu di Kota Wuhan, Tiongkok.

Baca juga: Kasus Virus Korona di Italia Berlipat Ganda dalam Tempo 48 Jam

WHO mencatat virus itu tampaknya menyerang mereka yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang yang kondisinya lemah karena penyakit lain.

Di antara hampir 45 ribu orang yang dites positif Covid-19 di Tiongkok pada 24 Februari, disampaikan WHO, hanya 2,1% yang usianya di bawah 20 tahun.

Selain itu, kebanyakan orang dengan penyakit tersebut hanya mengalami gejala ringan, sementara sekitar 14% menderita penyakit parah seperti pneumonia dan 5% menjadi sakit kritis. Tingkat kematian wabah tersebut tampaknya antara 2% dan 5%.

Badan kesehatan PBB tersebut juga menekankan pentingnya pengakuan sejak dini serta diikuti oleh penerapan tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC) yang tepat, penyediaan perawatan bagi pasien yang menderita penyakit ringan dan perawatan bagi pasien yang menderita penyakit parah.

WHO memperingatkan kematian di antara mereka yang menderita penyakit kritis telah dilaporkan ada lebih dari 50%. Maka itu, tegasnya, intervensi perawatan kritis yang cepat yang membutuhkan ventilator harus dioptimalkan. (OL-1)

Baca Juga

Getty.image/AFP/M.Sharma

Pasangan Bayi Kembar Diberi Nama 'Corona' dan 'Covid' di India

👤Deri Dahuri 🕔Senin 06 April 2020, 00:47 WIB
Bayi kembar itu dilahirkan ibunya, Preeti Verma, 27, hanya selang dua hari setelah penerapan lockdown untuk mencegah penyebaran...
AFP

Malaysia Catat 179 Kasus Covid-19 Baru, 90 Lainnya Pulih

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:27 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan ada 179 kasus covid-19 baru yang dilaporkan siang hari ini, Minggu (5/4), meningkatkan angka...
Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya