Senin 02 Maret 2020, 10:00 WIB

Staf Mogok karena Takut Virus Korona, Museum Louvre Ditutup

Basuki Eka Purnama | Internasional
Staf Mogok karena Takut Virus Korona, Museum Louvre Ditutup

AFP/Thomas SAMSON
Sejumlah orang berjalan di depan Museum Louvre, Paris, Prancis.

 

MUSEUM Louvre, Paris, museum paling banyak dikunjungi di dunia, menutup pintu mereka pada Minggu (1/3) setelah para pegawai mereka mogok kerja karena takut tertular virus korona.

Sekitar 300 pekerja bertemu pada Minggu (1/3) pagi dan secara bulat memutuskan tidak mau bekerja. Hal itu diungkapkan Christian Galani dari Serikat Pekerja CGT.

Pada Minggu (1/3) sore, para pengunjung yang datang ke museum itu harus kecewa karena tidak bisa masuk.

"Kami sangat kecewa. Padahal, ini adalah hari yang indah untuk pergi ke museum," ujian seorang turis yang menjadi bagian dari rombongan turis asal Italia.

"Tidak ada yang memberi tahu kami. Di laman daringnya pun tidak tertulis," ungkap pemandu wisata turis asal Italia itu.

Baca juga: Korban Meninggal akibat Virus Korona di Italia Bertambah

Turis lainnya mengeluhkan bahwa mereka telah memiliki tiket untuk sore itu.

Louvre yang terletak di tepi Sungai Seine di pusat kota Paris dikunjungi 9,6 juta orang pada tahun lalu, mayoritas dari mereka adalah warga asing, antara lain dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan sejumlah negara Eropa.

Manajemen Louvre, kemudian, mengonfirmasi bahwa museum itu ditutup seharian pada Minggu (1/3) dan berjanji akan mengembalikan uang mereka yang telah memnbeli tiket.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan menginformasikan perkembangan situasi yang terjadi," ungkap Museum Louvre dalam keterangan resmi mereka.

Manajemen museum tidak bisa memastikan apakah museum itu sudah beroparerasi pada Senin (2/3) atau belum.

Pada Sabtu (29/2), pemerintah Prancis mengumumkan langkah-langkah untuk mengatasi wabah virus korona termasuk membatalkan semua acara yang melibatkan lebih dari 5 ribu orang di ruang tertutup.

"Louvre adalah lokasi tertutup yang menerima lebih dari 5 ribu orang dalam satu hari," ujar Galani yang juga bekerja di Louvre. "Kami sangat khawatir dengan hal itu." (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

Jepang Segera Umumkan Status Darurat Pandemi Virus Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 April 2020, 19:30 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang akan mengumumkan keadaan darurat virus covid-19 di Tokyo dan enam prefektur...
AFP/OSCAR DEL POZO

Angka Kematian Akibat Korona di Spanyol Terus Menurun

👤Widhoroso 🕔Senin 06 April 2020, 18:35 WIB
Spanyol menjadi negara kedua setelah Italia dengan jumlah kematian terbesar akibat pendemi...
AFP

Serangan Covid-19 di AS Menyerupai Tragedi Pearl Harbor

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 April 2020, 15:17 WIB
Pasalnya, peningkatan kasus covid-19 di Negeri Paman Sam begitu cepat. Korban meninggal bahkan mendekati 10.000...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya