Senin 02 Maret 2020, 08:10 WIB

Mahathir Tolak Muhyiddin

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mahathir Tolak Muhyiddin

AFP/MALAYSIA’S INFORMATION OF DEPARTEMENT/NAZRI RAPAAI
residen Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Muhyiddin bin Haji Muhammad Yassin sebelum dilantik menjadi perdana menteri ke-8 Malaysia

 

POLITIKUS senior Malaysia Mahathir Mohamad terus menolak pengangkatan Muh­yiddin bin Haji Muhammad Yassin sebagai perdana menteri (PM) kedelapan Malaysia. Alasannya, Muh­yiddin bukan PM yang sah karena tidak memiliki dukungan mayo­ritas di parlemen.

Mahathir, yang sebelumnya menjabat PM sementara Malaysia setelah mengundurkan diri dari kedudukan sebagai PM ke-7 Malaysia pada 24 Februari 2020, mengatakan sudah mendapat dukungan mayoritas dari 114 anggota parlemen yang berasal dari koalisi Pakatan Harapan, Warisan, beberapa anggota parlemen independen, dan beberapa dari partainya, Bersatu.

“Tan Sri Muhyiddin tidak memiliki dukungan mayoritas untuk menjadi perdana menteri baru,” ujarnya pada konferensi pers yang diadakan di Albukhary Foundation, kemarin.

Namun, Mahathir mengatakan tidak akan pergi ke istana untuk menyajikan daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya. Dia juga menegaskan kelompoknya akan meminta parlemen bersidang secepatnya untuk melihat siapa yang sebenarnya memiliki dukungan mayoritas.

Mahathir juga mengaku merasa dikhianati Muh­yiddin. “Dia (Muhyiddin) akan dilantik sebagai perdana menteri. Langkah selanjutnya adalah apakah kita dapat menunjukkan bahwa kita tidak percaya padanya. Saya merasa dikhianati oleh dia,” imbuhnya.

Diambil sumpah

Raja Malaysia Sultan Abdullah telah mengangkat Muh­yiddin Yassin dalam sebua­h upacara di Istana Negara, Kuala Lumpur, kemarin. Sultan menunjuk Muh­yiddin sebagai perdana menteri baru sesuai dengan pasal-pasal di Konstitusi Federal. Acara itu sendiri diboikot para sekutu Mahathir.

Keputusan raja itu merupakan kejutan sekaligus hal yang meng­undang kemarahan karena dianggap menyingkirkan pemerintahan yang terpilih oleh hasil pemilu.

Muhyiddin, 72, berasal dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan didukung koalisi partai seperti United Malays National Organisation (UMNO), yang dipimpin mantan PM Najib Razak, serta partai Islam.

Ia pernah menjabat wakil PM sebelum diganti dalam perombakan kabinet pada 2015 karena mengkritik pemerintah yang dinilainya lamban dalam menanggapi tudingan korupsi.

Muhyiddin juga sempat ber­kecimpung di UMNO, tetapi dipecat pada 2016 karena perselisihan paham politik. Sementara itu, pengalaman birokrasinya antara lain pernah menjadi pucuk pimpinan di sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan.

“Saya ingin ucapkan terima kasih kepada semua yang memberi dukungan moral,” kata Muhyiddin.

Ucapan selamat untuk Muh­yiddin telah datang dari para pemimpin negara ASEAN, seperti dari Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapura Hsien Loong.

Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mendesak koalisi Pakatan Harapan untuk tidak lagi mempertentangkan masalah lama.

Namun, Anwar juga meng­akui sejumlah orang telah mengkhianatinya sehingga ia gagal mendapatkan kursi PM yang dulu dijanjikan Mahathir.

“Kita harus bergerak maju supaya kita tidak kehilangan fokus pada reformasi kelembagaan dan program untuk rakyat,” Anwar menegaskan. (AFP/Bernama/NST/X-11)

Baca Juga

AFP

Muhyiddin Sementara Bisa Bertahan

👤MI 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 02:40 WIB
ORGANISASI Nasional Melayu Bersatu (UMNO) akhirnya mempertahankan dukungannya untuk pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin...
AFP/Atta Kenare

Iran Sambut Presiden Baru AS yang kembali pada Kesepakatan Nuklir

👤Wisnu Arto Subari 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:12 WIB
Joe Biden, penantang Trump yang memimpin dalam pemilihan, mendukung diplomasi dengan...
AFP/Said Khatib

Hamas Bebaskan Aktivis Palestina yang Komunikasi dengan Israel

👤Wisnu Arto Subari 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:59 WIB
Hamas menuduh Aman, 39, berkhianat dengan mempromosikan normalisasi hubungan dengan Israel. Pengadilan Gaza menjatuhkan hukuman baginya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya