Minggu 01 Maret 2020, 20:30 WIB

Anwar Ajak PH Move On Demi Rakyat Malaysia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Anwar Ajak PH Move On Demi Rakyat Malaysia

AFP
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim

 

PRESIDEN Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mendesak Pakatan Harapan (PH) untuk move on. Komentarnya menyusul pembentukan pemerintah federal baru yang melibatkan mantan sekutu Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Anwar, ketika ditanya apakah dia merasa dirampas haknya untuk menjadi perdana menteri Malaysia kedelapan oleh Tan Sri Muhyiddin Yassin, tidak langsung mengamini saran tersebut. Tapi ia menunjukkan posisi yang dijanjikan itu hilang sebagai akibat dari pengkhianatan dari orang-orang di dalam partainya.

"Maksud saya, ada pengkhianatan yang jelas, tapi seperti yang sudah saya katakan kita harus pindah. Saya cukup murah hati untuk menerima bahwa kita perlu membentuk pemahaman ini dengan Tun Dr Mahathir (Mohamad), yang kami lakukan, hanya untuk membantu mengamankan dan menyelamatkan bangsa ini dari mereka yang rentan terhadap korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan," ujarnya ketika bertemu di markas PKR, Minggu sore (1/3) .

“(Ini) supaya kita tidak kehilangan fokus pada reformasi kelembagaan dan program untuk rakyat,” tambahnya.

Anwar menyarankan mereka yang berkuasa hanya akan memprioritaskan diri mereka sendiri dan hanya tertarik untuk menggunakan kekuasaan alih-alih memperbaiki keadaan rakyat.

“Yang lebih buruk adalah masalah rakyat, keprihatinan rakyat; kemiskinan, ketimpangan, reformasi institusi tidak ada dalam agenda mereka. "Karena satu-satunya rencana mereka adalah untuk mengamankan kekuasaan, bahkan dengan mereka yang sangat korup, dan telah dikenal secara internasional atas penyalahgunaan kekuasaan ketika mereka menjabat," paparnya tanpa menyebut siapa pun.

Anwar dinobatkan calon perdana menteri setelah tidak setuju dengan saran Mahathir untuk membentuk pemerintah persatuan nonpartisan.

Namun, belakangan PH memberikan dukungannya kepada Mahathir setelah kemungkinan Muhyiddin menjadi perdana menteri kian jelas dengan dukungan UMNO dan PAS.

PH hari ini menjadi blok oposisi setelah Muhyiddin diambil sumpah sebagai perdana menteri, sebagai bagian dari apa yang disebut pemerintah Perikatan Nasional. (Malay Mail/OL-13)

Baca Juga

AFP / Aidan JONES

Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 05 April 2020, 14:33 WIB
Kendati diselimuti kekhawatiran terpapar Covid-19, para 'Phim' nekat mencari pelanggan demi uang buat membayar biaya sewa...
AFP/JACK GUEZ

Israel Perketat Lockdown di Bnei Brak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 12:55 WIB
Mulai Minggu (5/4) pagi, pasukan polisi dan militer memblokade akses ke Route 481, sebuah arteri area metropolitan utama Tel Aviv yang...
AFP/FRANCK FIFE

Renault Siapkan 1.300 Mobil Antar Jemput Tenaga Medis Prancis

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 12:15 WIB
Layanan penyediaan mobil listrik ini yang disajikan sejak Februari lalu itu, sedang diadaptasi untuk menawarkan hingga 300 mobil Renault...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya