Minggu 01 Maret 2020, 18:13 WIB

MAKI Nilai KPK Belum Serius Cari DPO Kasus Korupsi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
MAKI Nilai KPK Belum Serius Cari DPO Kasus Korupsi

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Koordinator MAKI Boyamin Saiman memperlihatkan dua buah ponsel terbaru yang bakal diberikan bagi pemberi informasi DPO KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai belum maksimal dalam menangkap sejumlah buron yang sampai saat ini belum ditemukan.

Penilaian itu disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menanggapi tersangka kasus dugaan suap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan caleg PDIP Harun Masiku yang hingga kini belum tertangkap.

"KPK sangat tidak serius. Mestinya jika serius, KPK pasti sudah bisa menangkap Nurhadi dan para DPO lainnya," kata Boyamin, Minggu (1/3).

Terkait pencarian Nurhadi, Boyamin mengatakan pihaknya telah memberikan sejumlah informasi kepada KPK untuk menindaklanjutinya melakukan penggeledahan di sejumlah tempat. Antara lain aset-aset Nurhadi di Jakarta dan kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

"Yang digeledah cuma rumah-rumah di Surabaya dan Tulungagung yang statusnya famili dari Nurhadi. Sementara aset-aset apartemen dan rumah di Jakarta dan vila di kawasan Puncak (Bogor) sama sekali belum ada beritanya digeledah," ucap Boyamin.

KPK sepanjang pekan lalu melakukan serangkaian penggeledahan untuk mencari Nurhadi. Terakhir, tim KPK menggeledah sebuah kantor di bilangan Senopati, Jakarta Selatan. Namun, pencarian masih belum membuahkan hasil.

Baca juga : Ketua KPU Diperiksa Terkait Permintaan Wahyu Bahas PAW

KPK juga melakukan penggeledahan di rumah kerabat sang istri Tin Zuraida di Surabaya. Tim KPK sebelumnya juga telah menggeledah kediaman mertua Nurhadi di Tulungagung dan kantor pengacara Rahmat Santoso & Partner di Surabaya milik adik Tin Zuraida.

Sebelumnya KPK juga sempat mencari Nurhadi di Jakarta.

Dalam kasus dugaan suap perkara di MA itu, Nurhadi ditetapkan tersangka bersama menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Ketiganya ditetapkan DPO sejak 13 Februari lalu.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan tim komisi telah menindaklanjuti informasi yang masuk dari masyarakat namun memang belum berhasil menemukan tersangka.

Ali mengatakan pihaknya tetap berkomitmen melakukan pencarian terhadap para DPO. Menurutnya, tim yang mencari para buron tersebut akan melakukan evaluasi dari sejumlah rangkaian penggeledahan sebelumnya.

"Nanti kita merancang kembali, mempersiapkan kembali, sambil menunggu jika ada informasi-informasi terbaru dari masyarakat," kata dia.

KPK saat ini juga telah menyebar foto-foto DPO agar lebih banyak warga yang mengetahuinya dan bisa melapor ke aparat berwenang. (OL-7)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Percepat PSBB Penyangga Jakarta

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 April 2020, 20:03 WIB
Pemerintah, lanjut Rerie, perlu segera merealisasikan program bantuan sosial di sejumlah daerah terdampak...
Antara

Pulang Kerja, Presiden Bagikan Sembako

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 19:27 WIB
Di dalam paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, kecap dan...
BIRO PERS SETPRES/MUCHLIS J

Presiden : Pengambilan Keputusan PSBB Harus Hati-hati

👤Andhika prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 19:22 WIB
Presiden Joko Widodo menegaskan, dalam situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, semua pengambilan keputusan harus didasarkan pada sikap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya