Minggu 01 Maret 2020, 17:45 WIB

Masyarakat Diajak Kembali Penuhi Kebutuhan dari Produk Desa

Cikwan Suwandi | Nusantara
Masyarakat Diajak Kembali Penuhi Kebutuhan dari Produk Desa

Antara
Buah-buahan lokal dan asli Indonesia belum digarap optimal.

 

LEBIH dari 83.931 desa di Indonesia berdasarkan data BPS saat ini menjadi penopang dan pemasok tidak hanya bagi kebutuhan pokok namun juga pemenuhan produk kehidupan sehari-hari. Desa menjadi sumber aktivitas produksi komoditas yang berasal langsung dari alam. Desa juga menjadi rumah bagi para pelaku usaha mikro kecil yang produknya unik dan khas.

Tidak jarang banyak desa di pelosok nusantara masyarakatnya mampu menghasilkan produk unggulan dengan nilai jual tinggi. Bahkan alam pedesaan di hampir seluruh desa di Indonesia merupakan destinasi wisata yang sungguh menarik perhatian.

Namun sayangnya, masih banyak kendala bagi desa-desa di Indonesia untuk maju, berkembang, hingga meningkat kesejahteraan masyarakatnya. Sejumlah kendala dimaksud di antaranya masih kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa-desa untuk dapat mengolah potensi ekonomi menjadi sumber kesejahteraan bersama. Saluran informasi yang memadai kerap kali menjadi faktor penghambat kemajuan desa yang lain. Selain itu, masih terbatasnya infrastruktur termasuk teknologi informasi juga kerap kali menjadi kendala yang mengganggu sehingga potensi dan produk unggulan desa tidak terpromosikan dengan baik.

Oleh karena itu, Sentra Desa (Sensa.id) hadir untuk sebuah tujuan menghormati petani, menyejahterakan desa, mendorong gaya hidup “kembali ke desa”, hidup sehat dari alam, dan memuliakan desa. Sensa.id menjadi salah satu marketplace pertama yang berupaya menghadirkan produk asli desa terlengkap dari seluruh penjuru nusantara dengan ditunjang fitur pilihan paket ke destinasi wisata desa dan ecotourism yang bisa dibook langsung secara online. Sensa.id sebagai marketplace berbasis e-commerce yang berupaya memotong panjangnya rantai pasar produk UMKM dari desa, mendekatkan produsen di desa dengan konsumennya, hingga memperluas jaringan pasar produk desa.

Sebagai marketplace yang 100% rintisan anak negeri, Sensa.id diharapkan bisa menjadi solusi bagi desa-desa di Indonesia untuk semakin berkembang.

Salah satu pendiri Sensa.id Syahroni Yunus mengatakan ia bersama enam orang rekannya yang ahli di bidangnya masing-masing bertekad bahwa sudah saatnya potensi desa digali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya secara merata dan berkelanjutan berbasis pengelolaan sumberdaya  yang ramah lingkungan.

Bersama rekan-rekannya, Syahroni berinisiatif membangun sebuah marketplace yang benar-benar fokus pada pemasaran dan produksi produk pedesaan hingga mempromosikan potensi wisatanya.

“Bayangkan apa yang orang butuhkan dari desa? Sadarilah, desa adalah yang memasok semua yang ada di meja makan kita setiap harinya. Mereka yang menanam sesuatu yang kelak akan melekat di tubuh kita setiap saat, pakaian kita, tempat berlindung kita. Semua datang dari desa,” kata Syahroni, di Karawang, Jawa Barat, Minggu (1/2). Syahroni juga seorang petani, pendamping, dan pembina petani di pedesaan yang tersebar di Indonesia.

Ia pun mengajak masyarakat di tanah air untuk kembali dan membangun desa sebagai pusat perekonomian masyarakat dari level terbawah. “Mari bersama kita membangun desa dengan cara yang inovatif dan beretika. Kita hormati petani, kita muliakan desa. Kita bangun desa satu persatu dan bayangkan ada 83.931 desa,” katanya.

Saat ini mitra Sensa.id adalah para produsen, petani, nelayan, dan pekebun yang tersebar di berbagai pelosok desa di Indonesia sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk desa yang berasal dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan, bahkan Papua. (OL-13)

 

Baca Juga

ANTARA

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 04:30 WIB
SEJUMLAH pasien positif covid-19 di beberapa daerah sembuh sehingga mereka diperbolehkan pulang ke rumah...
MI/Denny Susanto

Anggaran Korona Jangan Dikorupsi

👤Denny Susanto 🕔Selasa 07 April 2020, 03:45 WIB
PEMANFAATAN anggaran tanggap darurat penanganan pandemi covid-19 atau virus korona jangan sampai...
ANTAR

Pemudik Kucingkucingan dengan Petugas

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 03:05 WIB
SEJUMLAH pemudik tidak menghiraukan imbauan pemerintah agar tidak pulang kampung di tengah pandemi virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya