Minggu 01 Maret 2020, 17:34 WIB

Kementan Giat Pantau dan Bantu Petani Terdampak Banjir

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Giat Pantau dan Bantu Petani Terdampak Banjir

Istimewa
Hujan yang terus mengguyur daerah Pantura Jawa Barat dalam sepekan terakhir menyebabkan banjir di beberapa daerah.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan)  terus memantau kondisi pertanian di tengah musim hujan yang sedang berlangsung dengan monitoring ke daerah. Hujan yang terus mengguyur daerah pantai utara Jawa (Pantura) Jawa Barat dalam sepekan terakhir atau akhir bulan Februari 2020, menyebabkan banjir di beberapa daerah.

Banjir tidak hanya menggenangi permukiman tetapi juga lahan pertanaman padi. Umumnya menggenangi areal pertanaman padi yang dekat dengan bantaran sungai.

Di Kabupaten Subang, kondisi banjir pada pertanaman padi hingga berita ini dibuat seluas 5.323 hektare (ha) di antaranya puso 194 ha dan yang sudah surut seluas 2.383 ha, tersebar di 22 kecamatan. 

“Lahan sawah di Kecamatan Pusakajaya dikelilingi oleh sungai Blaklak dan Mataram,” ungkap Surni selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Pertanian Kecamatan Pusakajaya. “Aliran air tersebut bermuara ke Sungai Sewo,” tambahnya. 

Lahan sawah yang banjir berada di delapan desa, enam desa sudah surut, tinggal yaitu Kebon Danas dan Karang Anyar di Kecamatan Pusakajaya, Subang, alami puso.

Menurut Tasman, ketua Kelompok Tani Sumur Sari yang berlokasi di Desa Kebondanas, lahannya sering kebanjiran bila Musim Hujan. Lahan yang banjir seluas 25 ha mengalami puso. Keseluruhan lahan yang masuk ke kelompok Tasman seluas 40 ha.

Sebelum tanam, Tasman sudah mendaftarkan lahannya ikut asuransi usaha tani padi (AUTP). “Lahan saya berada di ujung kecamatan, dekat dengan sumber air yaitu sungai pembuangan sungai sewo. Bila musim hujan, hujan terus menerus, air laut naik terus mengalir ke sungai sewo, air di sungai sewo naik, maka akan mengalir ke sawah,” jelas Tasman.

“Petani sebelum tanam, biasanya bekerja bakti membersihkan saluran agar nanti aliran air ke sungai lancar,” tutur Tasman. 

Menurut Petugas Pengendali OPT Kecamatan Pusakajaya, Fajar, ungkapkan bahwa upaya pompanisasi tidak bisa dilakukan karena tidak ada tempat pembuangan air lagi, sungai dan laut penuh.

Di tempat lain, Asep Heryana, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Subang, mengungkapkan Dinas Pertanian akan terus berusaha dalam penanggulangan banjir seperti halnya normalisasi saluran kemudian juga akan diusulkan untuk mendapat bantuan benih padi.

Selanjutnya, Asep sampaikan bahwa bagi kelompok tani yang mengikuti asuransi usaha tani padi akan segera dibantu klaim asuransi nya kemudian akan didorong pula bagi para petani yang belum masuk ke asuransi usahatani pertanian akan didorong untuk bisa masuk ke asuransi tersebut.

Edy Purnawan, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan saat diwawancarai di Jakarta menyampaikan semakin intens menginformasikan laporan harian banjir. “Kami terus mengupdate data laporan banjir dari teman-teman POPT di lapangan,” kata Edy.

Lebih lanjut Edy mengungkapkan,“Informasi banjir bisa diperoleh dari siapa pun, termasuk masyarakat, nanti petugas POPT akan menindaklanjuti pelaporannya, melihat kondisi di lapangan”. 

Sementara itu, kondisi banjir pada persawahan di Kabupaten Karawang sampai dengan berita dibuat seluas 1.603 ha di antaranya puso 1 ha dan yang sudah surut seluas  683 ha.

 Menurut Aziz, POPT Kecamatan Kutawaluya, banjir terjadi karena sungai yang meluap akibat tingginya intensitas hujan yang turun dalam sepekan terakhir atau pada akhir Februari 2020.

“Kutawaluya sumber airnya dari sungai pembuang Ciwadas, hujan deras yang turun beberapa hari menyebabkan air sungai meluap ke persawahan,” jelas Aziz.

Persawahan yang tergenang tidak bisa dilakukan pompanisasi ke tempat lain karena saluran air yang masih penuh. “Namun, petani telah mengupayakan pengerukan saluran pembuang, tetapi airnya cukup besar,” papar Aziz.

Koordinator POPT Kabupaten Karawang, Nurdin, mengungkapkan hal senada, banjir di Karawang sering terjadi pada Musim Hujan karena lokasi yang berada di daerah bantaran sungai citarum seperti di Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur.  

Untuk wilayah Indramayu, dilaporkan banjir pada persawahan seluas 5.373 ha di antaranya puso 8 ha. Penanganan yang akan dilakukan berupa pengajuan benih oleh Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.

“Dengan masih berlangsungnya hujan, kami masih terus pantau kondisi di lapangan,” ungkap Wiwik, Kasie Penanggulangan Dampak Kebanjiran.

“Diharapkan petugas lebih tanggap lagi melaporkan data terkini terutama yang puso, untuk kami koordinasikan dengan Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan terkait bantuan benih,” jelasnya.

Wiwik lebih lanjut menjelaskan penanganan banjir tidak hanya di saat banjir berlangsung, perlu penanganan lebih serius yang libatkan berbagai instansi terkait perbaikan drainase dan tempat untuk penampungan ketika air melimpah. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo,

 "Kalau perut rakyat bersoal, maka tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan. Oleh karena itu masalah pertanian tidak boleh diam, tidak boleh lengah sedikit untuk menghadirkan upaya-upaya maksimal untuk mencapai harapan itu. Sebab salah satu hal yang penting dalam pertanian menjamin rakyat kebutuhan pangan rakyat," kata Mentan. (OL-09)

Baca Juga

DOK: SINAR MAS LAND

Sinar Mas Land Serahkan 1.500 Rapid Test Kit

👤RO 🕔Rabu 08 April 2020, 20:15 WIB
RTK ini merupakan bagian dari 25.000 alat yang dibagikan kepada Kementerian Kesehatan dan beberapa pemerintah daerah serta instansi...
Antara/Adeng Bustomi

Duh Covid, Sebanyak 1,2 Juta Orang Telah Kehilangan Pekerjaan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 08 April 2020, 20:10 WIB
Dari sektor formal, pekerja yang dirumahkan dan alami PHK sebanyak 1.010.579...
DOK KEMENTAN

Mentan SYL Cek Stok Gula dan 250 Ribu Ton Siap Diguyur ke Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 17:24 WIB
Mentan Syahrul menerangkan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, seluruh Menteri harus turun ke lapangan melakukan validasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya