Minggu 01 Maret 2020, 12:19 WIB

Petugas PPK Blora dan Grobogan Dilantik Hari Ini

Akhmad Safuan | Nusantara
Petugas PPK Blora dan Grobogan Dilantik Hari Ini

MI/AKHMAD SAFUAN
Pelantikan 80 petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blora, Jateng, Minggu (1/3/2020).

 

SEBANYAK 80 petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Blora dan 95 PPK Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah
dilantik, Minggu (1/3). Pelantikan 80 anggota PPK Kabupaten Blora dilaksanakan di aula Hotel Allium, Kecamatan Cepu. Sedangkan di Purwodadi, ada 95 anggota PPK Kabupaten Grobogan dilantik di Hotel Grand Master Purwodadi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora Mohammad Khamdun meminta agar seluruh PPK mulai menjaga netralitas dan integritasnya sebagai pelaksana pemilihan di tingkat kecamatan.

"Anggota PPK yang biasanya nongkrong di warung kopi dengan pengurus partai atau simpatisan mula sekarang dikurangi. Kalau bisa jangan sampai," ujarnya.

Netralitas itu tidak hanya ada di dalam pikiran, lanjut Khamdun, namun juga harus ditunjukkan melalui perilaku. Sehingga setelah pelantikan ini anggota PPK harus sudah mulai bekerka cepat mengikuti setiap tahapan pilkada yang sudah ditetapkan.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua KPU Kabupayen Grobogan Agung Sutopo pelantikan anggota PPK ini merupakan salah satu tahapan pilkada. Ia berharap dengan telah dilantiknya PPK ini gerak pilkada dapat berjalan lancar dan aman, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana.

Namun untuk perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di desa-desa diundurkan penutupan pendaftaran, karena jumlah pendaftar belum memenuhi kuota. Padahal mereka nantinya akan digaji antara Rp1,4 juta-Rp1,8 juta per bulan. Sebelumnya Komisioner KPU Jawa Tengah Muslim Aisha mengatakan pendaftaran pabitia pemungutan suara (PPS) di 21 daerah di Jateng diperpanjang karena jumlah pendaftar belum memenuhi kuota.

baca juga: 40 PPK Dilantik, KPU Berharap PPK Profesional dan Jaga Integritas

"Kami juga heran dengan berkurangnya minat warga untuk menjadi penyelenggara pemilu, padahal mereka bekerja selama 9 bulan diberikan gaji Rp1,4 juta-Rp1,8 juta per bulan sesuai kemampuan setiap daerah," kata Muslim.

Untuk PPK, lanjut Muslim Aisha, kontrak kerja selama 10 bulan dan mulai Maret ini sudah mulai bekerja. Ia berharap akhir Februari seluruh PPK di 21 daerah di Jawa Tengah sudah dilantik. (OL-3)

 

Baca Juga

istimewa

Rapat Senyap DPRD Rote Ndao Hasilkan Keputusan Ilegal

👤Aries Wijaksena 🕔Rabu 08 April 2020, 17:50 WIB
Kami sangat keberatan bila mereka menggunakan keputusan yang tidak sesuai mekanisme...
Dok.Pemkot Tasikmalaya

Ditemukan 59 Pasien Covid-19 tanpa Gejala di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 08 April 2020, 17:15 WIB
TIM Krisis Center Covid-19 Kota Tasikmalaya menemukan pasien virus korona baru (Covid-19) sebanyak 59 orang tanpa gejala (OTG). Mereka...
 MI/ BARY FATHAHILAH

Keluhan Sopir Angkot, Hanya Dapat Rp20 Ribu Sehari

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 08 April 2020, 17:15 WIB
Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar dan work from home yang sudah berjalan selama tiga minggu memberikan pukulan berat bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya