Minggu 01 Maret 2020, 10:55 WIB

Menlu Retno Bahas Proses Perdamaian di Afghanistan dan Palestina

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Menlu Retno Bahas Proses Perdamaian di Afghanistan dan Palestina

ANTARA/M Risyal Hidayat
Menlu RI Retno Marsudi

 

MENTERI Luar Negeri RI, Retno Marsudi melakukan enam pertemuan bilateral di sela-sela kunjungan kerja ke Doha, Qatar, untuk menghadiri penandatangan kesepakatan untuk perdamaian di Afghanistan, Sabtu (29/2).

"Perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Taliban yang ditanda tangani hari ini (Sabtu) di Doha, Qatar adalah langkah awal dari proses perdamaian untuk Afghanistan," ujar Retno dalam pertemuan maraton dengan Menlu Norwegia, Qatar, Uzbekistan, utusan khusus Presiden Trump untuk Afghanistan, Utusan khusus Jerman dan Inggris untuk Afghanistan di Doha, Qatar.

Retno diundang dalam penandatangan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Taliban mewakili Indonesia sebagai negara yang tergabung dalam co-fasilitator, atau negara like-minded yang selama ini berkontribusi besar bagi perdamaian di Afghanistan. Lima negara yang selama ini yang masuk sebagai co-fasilitator adalah Indonesia, Jerman, Norwegia, Qatar, dan Uzbekistan.

Dalam pembicaraan dengan 5 negara tersebut, mereka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar proses perdamaian ini dapat berlanjut dan lestari sehingga rakyat Afghanistan dapat hidup dengan damai.

"Masyarakat internasional harus memberikan dukungan penuh terhadap proses selanjutnya pascapenandatangan perjanjian ini," kata Retno seperti disampaikan dalam sebuah keterangan pers tertulis.

Hal yang terpenting pascaperjanjian ini adalah implementasi dari perjanjian damai tersebut, dan proses dialog antara pihak di Afghanistan atau yang disebut dengan Intra-Afghan Dialogue. Masyarakat Afghanistan dan dunia akan melihat manfaat dari perjanjian damai ini jika kekerasan dan konflik di Afghanistan dapat dihentikan atau setidaknya menurun intensitasnya.

"Masa depan bangsa Afghanistan harus ditentukan sendiri oleh rakyat Afghanistan (Afghan-owned and Afghan-led process)," terangnya.

"Sesuai amanat konstitusi Indonesia, Indonesia siap untuk berkontribusi untuk mendorong terus proses perdamaian di Afghanistan khususnya Intra-Afghan Dialogue."

Selama ini Indonesia fokus pada membangun dua elemen penting dalam proses perdamaian di Afghanistan, yaitu peran ulama dan pemberdayaan perempuan di Afghanistan dalam mendorong perdamaian di negara itu.

"Saya akan terbang malam ini ke Kabul untuk meluncurkan Indonesia-Afghan Women Solidarity Network, bersama dengan tokoh perempuan Indonesia untuk membahas pemberdayaan perempuan dalam mendorong perdamaian di Afghanistan," tegas Retno.

baca juga: Afghanistan dan AS Siap Tandatangani Perjanjian Damai

Selain itu, Menlu Retno juga membahas perkembangan isu Palestina dengan Menlu Uzbekistan dan Utusan khusus Inggris untuk Afghanistan dan Timur Tengah. Dukungan dunia terhadap perjuangan Palestina harus terus didorong. Kontribusi Indonesia terhadap proses perdamaian di Afghanistan semakin terlihat pascapermintaan Presiden Ashraf Ghani kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungan Presiden Afghanistan ke Indonesia 2017. (OL-3)

 

Baca Juga

AFP/Loic VENANCE

Tingkat Kematian Covid-19 di Prancis Meningkat

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 08:53 WIB
Jumlah total kasus di Prancis, menggabungkan statistik rumah sakit dan panti jompo, meningkat 5.171 selama 24 jam terakhir menjadi 98.010...
AFP/STR

Maroko Wajibkan Warga Gunakan Masker

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 April 2020, 08:45 WIB
Maroko telah memberlakukan darurat kesehatan nasional sejak 19 Maret dengan melarang warga meninggalkan rumah kecuali jika memiliki...
AFP/Kena Betancur/Getty Images

WHO: Dunia Kekurangan 6 Juta Perawat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 April 2020, 08:30 WIB
Kepala Eksekutif ICN Howard Catton mengatakan tingkat infeksi, kesalahan medis, dan tingkat kematian lebih tinggi di negara yang kekurangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya