Minggu 01 Maret 2020, 07:50 WIB

Jokowi Apresiasi Kontribusi Besar Kiai Asep dalam Membangun Umat

Pra/I-1 | Politik dan Hukum
Jokowi Apresiasi Kontribusi Besar Kiai Asep dalam Membangun Umat

SETPRES
Presiden Joko Widodo foto bersama sivitas akademika seusai Pengukuhan Guru Besar Dr KH Asep Saifuddin Chalim di UNINSA Surabaya, kemarin.

 

KH Asep Saifuddin Chalim ialah tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang sosiologi oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel.

Pengukuhan itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden menyampaikan selamat dan menilai KH Asep layak atas gelar tersebut.

"Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kiai Asep, dalam mengembangkan studi Islam dan model-model pendidikan yang inovatif untuk membangun umat dan bangsa. Beliau tidak hanya mewujudkan manusia unggul, tetapi juga berakhlakul karimah," ujar Jokowi di UIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Perubahan zaman akan memengaruhi perilaku keagamaan dan kepercayaan seseorang terhadap sebuah sistem ideologi, tata negara, dan kehidupan sosial.

Hingga akhirnya muncullah gerakan-gerakan ekstremis yang memicu peperangan. "Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan," ungkap Jokowi.

Pendidikan moderasi itu meliputi pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang), i'tidal, (adil), dan tasamuh (toleran).

"Nilai-nilai itu dapat menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani," tuturnya.

Pria yang merupakan anak dari pendiri NU itu juga menciptakan banyak karya yang disegani masyarakat. Salah satu dari karya-karya tersebut, buku berjudul Aswaja, yang menurut Presiden merupakan sebuah buku yang sangat apik lantaran menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang benar dalam keluarga.

Kiai Agus juga menandai sebuah legacy dengan membangun Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Siwalankerto dan di Pacet, Jawa Timur.

"Saya pernah ke sana dan sekarang informasi yang saya dapat, pesantren itu sudah memiliki lebih dari 10 ribu santri," papar Jokowi.

Kiai asal Majalengka itu juga mendirikan sebuah institut yang membuka layanan pendidikan sarjana dan pascasarjana, yang sebagian mahasiswanya berasal dari beberapa negara.

Sebagai Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu), banyak program dan inovasi yang dilakukan Kiai Asep seperti pengembangan metode pembelajaran, peningkatan fasilitas pesantren, serta penguatan keterampilan bagi para guru dan santri. (Pra/I-1)

Baca Juga

BPS/Kemenaker/Tim Riset MI-NRC

18 Provinsi tidak Naikkan UMP

👤Ins/LN/X-6 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 03:36 WIB
Kedelapan belas provinsi yang dimaksud ialah Jawa Barat, Banten, Bali, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa...
Sekretariat Presiden/Medcom.id

RI Ingin AS Menjadi Teman Sejati

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 02:46 WIB
Menlu Pompeo menegaskan, AS berkomitmen kuat untuk melanjutkan berbagai kemitraan komprehensif dengan...
MI/Adi Kristiadi

Kawan Jadi Lawan di Pangandaran

👤Kristiadi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 01:55 WIB
POSTULAT bahwa tidak ada teman atau lawan abadi dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya