Sabtu 29 Februari 2020, 23:54 WIB

Media Mainstream Jernihkan Informasi Media Sosial

Amir Zakky | Nusantara
Media Mainstream Jernihkan Informasi Media Sosial

Metro TV/Amir Zakky
Head of News Research Center (NRC) Media Group News Ade Alawi.

 

MEDIA Mainstream jangan latah menyebarkan informasi yang menyeruak dari media sosial (medsos). Media mainstream harus menjadi penjernih informasi dari medsos, sehingga masyarakat memiliki pegangan informasi yang benar.

Demikian dikatakan Head of News Research Center (NRC) Media Group News Ade Alawi dalam kuliah umum <i>Eksistensi Media Mainstream dalam Dinamika Media Sosial<p> di aula Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, Sabtu (29/2).

"Media mainstream jangan tergoda untuk menyebarkan informasi yang lagi hits dari media sosial. Media mainstream harus memverifikasi kebenarannya. Bila informasinya sangat penting, maka beritanya harus diperkaya dengan berbagai sumber dan data," kata Ade Alawi.

Kuliah umum yang dibuka Rektor Unipdu Prof Ahmad Zahro dihadiri Wakil Rektor Unipdu Bidang Kerja sama, Zahrul Azhar As'ad (Gus Hans), para dosen, mahasiswa dan santri yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum.

Ikut hadir Pemimpin Redaksi Metro TV Arif Suditomo, Direktur Sales & Marketing Director Meniek Andini dan Pemimpin Redaksi Medcom.id Budiyanto, dan General Manajer Produksi & Pengembangan Metro TV Erwin Setiawan.

Pemimpin Redaksi Metro TV Arif Suditomo mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi akurasi informasi di samping faktor kecepatan informasi. "Metro TV ingin menjadi rujukan informasi yang benar di tengah masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Banda Aceh Undang Investor Garap Pariwisata

Direktur Sales & Marketing Director Meniek Andini, mengatakan banyak strategi agar media mainstream, termasuk Metro TV bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang tajam dan serbuan medsos.  

Dalam kesempatan itu, sejumlah mahasiswa sangat antusias bertanya tentang jurus bertahan media mainstream, fenomena media sosial, kode etik jurnalistik, strategi bisnis media online, dan sebagainya.

Seusai kuliah umum, Tim Media Group diajak berkeliling melihat Ponpes Darul Ulum yang merupakan salah satu ponpes tertua di Tanah Air, termasuk mellihat enam kamar (kobong) yang dibangun sesuai bentuk aslinya pada 1885. Pengasuh Ponpes Darul Ulum KH Zahrul Azhar As'ad yang akrab disapa Gus Hans juga mengajak Tim Metro TV menyambangi SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang yang memiliki Cambridge International. (X-15)

Baca Juga

MI/Amiruddin A.R

Pengawasan Akses TKI di Jalur Tikus Selat Malaka Ditingkatkan

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Selasa 07 April 2020, 19:25 WIB
Peningkatan pengawasan di sepanjang panati Delat Malaka tersebut, untuk mencegah sebaran Covid-19 yang mungkin dibawa TKI ilegal dari...
MI/SUPARDJI RASBAN

Ancaman Covid-19 di Kota Tegal dari Daerah Sekitarnya

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 07 April 2020, 19:10 WIB
PERANTAU yang mudik ke Kota Tegal jumlahnya sedikit, karena menjadi magnet bagi daerah sekitarnya, Tegal kerap disinggahi puluhan pemudik...
MI/Rendy

Babel Terima 3.000 APD dari Gugus Tugas Covid-19 Pusat 

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 07 April 2020, 18:32 WIB
Mikron berharap APD dari Gugus Tugas Pusat ini dapat membantu tim medis di RS rujukan dan tempat karantina di Babel yang menangani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya