Minggu 01 Maret 2020, 07:45 WIB

Jalur KA Trans-Sulawesi Tuntas Akhir Tahun

(Van/N-3) | Ekonomi
Jalur KA Trans-Sulawesi Tuntas Akhir Tahun

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/kye.
Kendaraan operasional berada di areal pengerjaan proyek rel kereta api trans Sulawesi di Desa Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan,

 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara intens berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya menuntaskan pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi.

Hal itu dilakukan agar jalur KA lintas Kabupaten Barru-Pangkep bisa rampung pada akhir 2020. Demikian diungkapkan Menhub saat meninjau lokasi proyek pembangunan jalur KA di Pangkep dan Barru, kemarin.

"Kami berharap jalur KA dari Pelabuhan Garongkong (Barru) ke Tonasa (Pangkep) sepanjang 30 km bisa selesai akhir tahun ini. Setelah itu, diharapkan terkoneksi sampai Bosowa (Marros) akhir tahun depan. Kita juga bisa mengerjakan jalur Makassar-Parepare," jelas Menhub melalui keterangan resmi, kemarin.

Sebelumnya, Jumat (28/2), Menhub bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menggelar pertemuan yang mengundang seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pembanguan jalur KA Makassar-Parepare.

Dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas Gubernur Sulsel itu, pihak yang diundang, di antaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Tinggi, dan Forkompida.

Pada kesempatan itu dihasilkan beberapa rekomendasi untuk percepatan pembangunan jalur KA Makassar-Parepare, khususnya pembebasan lahan.

"Pertemuan itu menghasilkan beberapa rekomendasi dan sudah ada kontraktor yang ditunjuk. Selain itu, untuk pembebasan lahan, sudah ada rekomendasi dari BPN dan Kejati. Tentunya perlu dukungan dari masyarakat agar proses pembebasan lahan berjalan dengan baik," urainya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan apresiasinya kepada Kemenhub yang telah memberi dukungan bagi percepatan pembangunan KA jalur Makassar-Parepare. Sebagai informasi, proyek itu merupakan proyek strategis nasional, khususnya terkait penyelesaian pembebasan lahan.

"Ada (warga) yang setuju ada yang tidak setuju. Untuk yang tidak setuju, kita sudah siapkan metode konsinyasi," lanjut Nurdin.

Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan nilai dana yang dikucurkan sekitar Rp2,3 triliun yang terbagi dalam 16 paket pekerjaan dan menggunakan skema KPBU.

"Diharapkan fase pertama dari Tonasa-Marros sepanjang 30 km dan ada tambahan 5 km sampai Garongkong." Pembangunan jalur Makassar ke Kabupaten Barru, Pangkep, dan Marros membutuhkan lahan sekitar 3.321 bidang dan belum semuanya dibebaskan. (Van/N-3)

Baca Juga

MI/ARYA MANGGALA

Tarif Baru Wajib Pajak Badan Bisa Diberlakukan

👤Wan/E-1 🕔Minggu 05 April 2020, 07:50 WIB
Untuk masa pajak April 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019, tetapi sudah menggunakan tarif baru,...
Dok Setkab

Pemerintah telah Antisipasi Maraknya PHK

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:45 WIB
Pemegang kartu prakerja menerima total bantuan Rp3.550.000. Rinciannya, insentif Rp600 ribu selama empat bulan, biaya survei senilai...
MI/ROMMY PUJIANTO

Hari Ini, Donasi LG untuk Covid-19 Tiba di Indonesia

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 05 April 2020, 07:30 WIB
Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, merealisasikan janji untuk memberikan bantuan bagi penanggulangan wabah  virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya