Minggu 01 Maret 2020, 04:20 WIB

Mangut Kepala Manyung yang Maknyus

Melalusa Susthira K | Weekend
Mangut Kepala Manyung yang Maknyus

MI/M. Irfan
Mangut Kepala Manyung Bu Fat

SELAMA ini ikan jambal sering ditemui dalam bentuk ikan asin atau yang dikenal dengan ikan asin jambal roti. Namun, ikan laut yang memiliki nama lain manyung itu ternyata juga dapat diolah menjadi kudapan lezat bercita rasa khas Indonesia.

Bila bagian badan kerap diolah menjadi ikan asin, bagian kepala ikan manyung dapat diolah dengan diasap, lalu dimasak dengan kuah santan alias mangut. Sajian yang disebut mangut ndas manyung itu merupakan kuliner khas pesisir utara Jawa atau pantura.

Ialah Kepala Manyung Bu Fat, salah satu rumah makan legendaris di Semarang yang menjajakan menu mangut kepala manyung sejak 1969.
Namun, bagi warga Ibu Kota tak perlu jauh-jauh ke Semarang untuk dapat menikmati lezatnya mangut Kepala Manyung Bu Fat yang tersohor itu karena kini rumah makan itu telah membuka dua gerainya di Jakarta.

Kami pun berkesempatan mencicipi ma­ngut Kepala Manyung Bu Fat di salah satu cabang barunya di Jalan Raya Cipete No 8, pekan lalu. Rumah makan Kepala Manyung Bu Fat di bilangan Jakarta Selatan itu menjadi lokasi kedua setelah generasi ketiga keluarga Bu Fat lebih dulu membuka cabangnya di Ibu Kota, yaitu di Jalan Cempaka Putih Raya No 19.

Begitu masuk ke rumah makan itu, ada berbagai menu tersaji di atas wadah gerabah, mulai beragam sayur, gongseng kikil, gimbal udang, garang asam, tempe mendoan, udang balado, bakwan jagung, cumi, hingga petai balado. Tak lupa menu unggulan dari rumah makan ini sendiri, yakni kepala manyung yang siap diguyur kuah mangutnya yang pedas untuk disajikan. Bagi yang belum puas mencicipi mangut kepala manyung, disediakan pula beragam lauk mangut lainnya, mulai ikan pari atau iwak pe, belut, hingga daging (bagian badan) manyung itu sendiri, yang tak kalah menggugah selera.

Mangut kepala manyung di sini ditawarkan dalam berbagai ukuran, mulai ukuran kecil yang dibanderol seharga Rp110 ribu hingga ukuran superjumbo seharga Rp300 ribu yang dapat memuaskan 6-7 orang. Bahkan, masih ada lagi kepala manyung seberat 4 kg yang siap disajikan rumah makan Kepala Manyung Bu Fat sesuai permintaan (by request).

Kami menyantap kepala manyung berukuran besar yang diguyur kuah mangut pedas berwarna oranye. Kuah ini menjadi racikan autentik dari mangut di sini. Kepulan kuah panas bercampur aroma smooky dari kepala manyung dengan taburan cabai rawit utuh di atasnya begitu mengundang selera untuk segera disantap.
Menyesap daging manyung yang berada di antara tulang memberikan sensasi kenikmatan tersendiri. Cita rasa smooky-nya berpadu kuah mangutnya yang gurih, pedas, dan sedikit asam nan segar itu menjadi perpaduan yang serasi untuk disantap bersama nasi hangat.

Generasi ketiga Bu Fat, Banik Yoandanny, yang mengelola resto keluarganya di Jakarta, menyebut bahwa efek smooky dihasilkan dari proses peng­asapan alami menggunakan sabut kelapa. Adapun proses pengasapan dilakukan di sentral pengasapan khusus yang dimiliki Bu Fat di Demak, Jawa Tengah. “Daging dan kepalanya diasap dulu sebelum dibumbuin. Penga­sap­annya kurang lebih 40 menitan, sekitar segitu, tergantung besar-kecil ikannya juga,” ungkap Banik.

Di samping kepala manyung, kami juga memesan menu unggulan lainnya dari rumah makan Kepala Manyung Bu Fat, yaitu mangut iwak pe, botok telur manyung, gimbal udang, serta tumis bunga pepaya dan daun pepaya. Rasanya ada yang kurang bila bersantap tanpa sambal, kami pun mencicipi sambal kecombrang sebagai pendamping kuah mangut yang pedas gurih itu sehingga makin menambah nafsu makan.

Menu mangut iwak pe yang kami cicipi pun tak kalah lezat dari mangut kepala manyung, dengan cita rasa smooky-nya yang juga menonjol. Sementara itu, untuk menu botok telur manyung yang menyerupai pepes tersebut memiliki karakter rasa lezat yang unik. Untuk tumis bunga pepaya dan daun pepaya pun sama sekali tak terasa pahit.
Adapun gimbal udang di sini patut difavoritkan banyak konsumen karena ukurannya yang jumbo, seukuran telapak tangan orang dewasa, dengan udang­nya yang melimpah.


Berawal di rumah

Banik menuturkan usaha rumah makan keluarga ini pada mulanya dirintis almarhumah Fatimah (meninggal pada 1999 dalam usia 55 tahun) atau yang akrab disapa Bu Fat. Sosok yang menjadi peracik resep mangut kepala manyung legendaris itu pertama kali mencoba peruntungannya dengan berjualan di teras rumahnya sendiri di Semarang, Jawa Tengah, pada 1969.

“Bu Fat ini bikin menu sendiri. Kalau orang-orang bikin mangut itu kan ada yang kuahnya engga pedas, rasanya agak manis. Kalau Bu Fat ini coba buat rasanya bikin yang pedas, terus alhamdulillah diterima masyarakat. Akhirnya buka warung, masih warung-warung kecil saja. Dari yang tadinya depan rumah atau teras pakai tiker saja, terus buka warung,” tutur Banik.

Dari situlah, Bu Fat mulai membuka warung makan pertamanya di Kro­bokan, Semarang, yang kini menjadi gerai pusatnya. Banik menuturkan sepeninggalan neneknya itu, warung makan Kepala Manyung Bu Fat dite­ruskan ibunya, Bekti Mulyani, yang kemudian membuka cabang kedua di Banyumanik, Semarang.

Resep mangut Kepala Manyung Bu Fat yang maknyus (lezat) itu bahkan sempat menjadi juara 1 pada lomba yang diadakan Pemerintah Kota Semarang pada 2007-2008 sehingga menjadikannya semakin dikenal masyarakat dan menjadi salah satu ikon kuliner semarang selain lumpia.

Kini, Banik sebagai generasi ketiga Bu Fat melebarkan sayap warung makan legandaris Semarang itu ke Ibu Kota pada 2019. Ia menyebut soal rasa tetap autentik sebagaimana dengan rumah makan Kepala Manyung Bu Fat di Semarang. “Rasanya mantap. Luar biasa.
Makanya saya datang ngajak kru saya. Saya di sini sukanya bakwan udang sama bakwan jagung, terus ikannya ini yang luar biasa,” ujar salah seorang pengunjung asal Sulawesi yang kami temui siang itu, Jose Choa Linge. Perempuan berusia 50 tahun itu mengaku kepincut dengan makanan di Kepala Manyung Bu Fat dan sudah tiga kali bertandang ke rumah makan tersebut. Nah, Anda juga tertarik mencicipi? (M-4)

 

Baca Juga

 CHARLY TRIBALLEAU / AFP

Sony Bocorkan Controller Gim Generasi Baru untuk PlayStation 5

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 09 April 2020, 08:15 WIB
Sistem ini menawarkan lebih banyak kerumitan pada para pemain, namun akan memberikan sensasi 'efek getaran' yang lebih intens dari...
Lionel BONAVENTURE / AFP

Ini Alasan Perusahaan Spyware Israel Retas Whatsapp

👤Abdillah Marzuqi 🕔Kamis 09 April 2020, 05:49 WIB
NSO Group menganggap gugatan WhatsApp akan berimbas pada masalah keamanan nasional dan kebijakan luar negeri klien...
Antara/Muhammad Arif Pribadi

Peneliti Gunakan Sisa Bom Nuklir untuk Tentukan Usia Hiu Paus

👤Abdillah Marzuqi 🕔Kamis 09 April 2020, 05:19 WIB
Peneliti senior dari Australian Institute of Marine Science, Mark Meekan, bersama tim menyelesaikan debat lingkaran pertumbuhan itu dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya