Sabtu 29 Februari 2020, 19:11 WIB

Imbas Korona, BI Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Faustinus Nua | Ekonomi
Imbas Korona, BI Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

MI/ANDRI WIDIYANTO
Aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (18/2/2020).

 

Bank Indonesia telah mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 dari 5,1% - 5,5% menjadi 5,0% - 5,4%. Koreksi ini dipicu oleh penyebaran virus korona alias Covid-19 yang berdampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan domestik.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI IGP Wira Kusuma mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan BI mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air adalah sektor ekspor. Menurut Wira Kusuma, Indonesia sangat bergantung pada ekspor ke Tiongkok yang merupakan asal merebaknya virus korona.

"Kalau kita lihat ekspor total Indonesia ke Tiongkok itu sudah 17% sekitar US429,8 milar. Ekspor migas kita ke Tiongkok sekitar US$3,8 miliar atau 19,8%. Peringkat satu ekspor ke Tiongkok untuk total migas dan nonmigas," ungkapnya dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/2).

Wira menjelaskan bahwa dampak ekspor tersebut berkaitan dengan melemahnya sisi permintaan (demand). Selain itu, produk-produk ekspor Indonesia juga berkaitan dengan impor bahan baku. Tiongkok memiliki kontribusi terbesar di sektor tersebut.

"Impor juga demikian, kita juga sangat tergantung pada impor dari Tiongkok. Impor total Indonesia dari Tiongkok itu US$29,4 miliar, sekitar 17,4%, peringkat satu," imbuhnya.

Di samping itu, ketergantungan Indonesia pada Tiongkok juga terjadi pada sektor pariwisata yakni wisatawan mancanegara. Meskipun Tiongkok merupakan negara kedua untuk jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air, tetapi dari sisi devisa Tiongkok merupakan penyumbang terbesar di sektor tersebut pada 2019.

"Kunjungan wisman sekitar 2,07 juta orang di 2019, itu sekitar 12,9% . Memang yamg kedua dari sisi jumlahnya namun dari sisi devisa dia nomor satu sekitar US$2,4 miliar," jelas Wira.

Begitu pula dengan investasi, Tiongkok merupakan negara kedua setelah Singapura yang melakukan investasi terbanyak di Indonesia. Angka investasinya mencapai US$4,7 miliar atau sekitar 16% dari total investasi pada 2019. (E-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...
ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya