Sabtu 29 Februari 2020, 08:40 WIB

Awas the Toffees sang Penjegal

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Awas the Toffees sang Penjegal

MI/Seno

 

SEPAK bola bagi rakyat Inggris dianggap sudah seperti agama. Ikatan pendukung dengan klubnya seperti sebuah keyakinan yang tidak bisa tergoyahkan. Pendukung sebuah klub tidak lagi mewakili kota, tetapi bahkan sudah level RT.

Everton dan Liverpool merupakan salah satu contohnya. Letak Goodison Park yang merupakan markas Everton dan Anflied yang menjadi kandang Liverpool berjarak tidak lebih dari 1,5 kilometer. Posisi mereka hanya dipisahkan Stanley Park yang ada di tengahnya.

Dulu mereka bahkan sempat berbagi Anfield sebagai kandang bersama. Namun, karena tidak ada kesepakatan urusan biaya sewa stadion, Everton yang 14 tahun lebih tua memilih untuk pindah dan membangun stadion sendiri di wilayah mereka.

Everton bukan hanya salah satu klub tertua di Inggris, melainkan juga dikenal sebagai  klub elite. Sepanjang 142 tahun keberadaan mereka, 116 tahun bercokol di Divisi Utama. Hanya empat kali sempat terdegradasi, tetapi segera mampu bangkit kembali.

AFP/Oli SCARFF

Para pemain Everton saat merayakan Gol.

 

Tidak mengherankan apabila Everton menjadi klub yang dihormati di Inggris. Apalagi, mereka tercatat 9 kali pernah menjadi juara liga, 5 kali memenangi Piala FA, dan 1 kali menjuarai Piala Winners UEFA 1985.

Klub milik pengusaha baja Inggris berdarah Iran, Farhad Moshiri, itu berupaya mengembalikan kejayaan seperti di pertengahan 1980-an. Kehadiran Carlo Ancelotti menjadi harapan Evertonians untuk mengembalikan sejarah kebesaran yang pernah diukirkan Howard Kendall.

Di tangan Ancelotti, Everton kembali ke jalur kemenangan. Apabila pada 18 pertandingan pertama musim ini mereka hanya bisa membukukan lima kemenangan, setelah Ancelotti datang pada sembilan pertandingan pertamanya Everton sudah mampu membukukan lima kemenangan tambahan.

 

Menguji konsistensi

Pertandingan Minggu malam besok melawan Manchester United di Goodison Park merupakan ujian konsistensi bagi Everton. Tantangan terberat yang dihadapi Ancelotti ialah bagaimana membuat penampilan anak-anak asuhannya bisa stabil.

Sejauh ini Ancelotti mampu mengasah ketajaman pemain muda Dominic Calvert-Lewin. Bintang Inggris di Piala Dunia U-20 itu telah mencetak tujuh gol bagi Everton sejak ditangani Ancelotti.

Duetnya bersama Richardlison membuat Everton mempunyai dua ujung tombak yang tajam. Mereka bergantian untuk mempersembahkan gol bagi Everton. Inilah yang pantas menjadi perhatian 'Setan Merah' saat bertandang ke Goodison Park.

AFP/Tolga AKMEN

Pelatih Everton asal Italia, Carlo Ancelotti.

 

Sebagai penganut sepak bola menyerang, Ancelotti memang membuat Everton menjadi lebih berani menyerang. Bahkan, sejak menit pertama the Toffees langsung menggedor pertahanan lawan.

Pekan lalu Arsenal merasakan kejutan serangan cepat Everton. Belum lagi 1 menit pertandingan berjalan, Calvert-Lewin membungkam suara pendukung the Gunners melalui tendangan salto balik badannya.

Gaya permainan yang diterapkan Ancelotti sangat dipengaruhi Arrigo Sacchi, yang menjadi pelatihnya saat ia masih bermain di AC Milan. Pelatih Sacchi memperkenalkan gaya permainan yang  mengoptimalkan lebar lapangan di dalam ruang yang kecil. Jarak pemain paling belakang dan paling depan tidak boleh lebih dari 50 meter. Tim harus bergerak bersama, baik saat bertahan maupun saat menyerang.

Ketika mengambil kursus pelatih di Coverciano, Ancelotti membuat karya tulis tentang sepak bola menyerang. Karya tulis yang dibuatnya diberi judul Il Futuro del Calcio: Piu Dinamicita (Masa Depan Sepak Bola: Lebih Dinamis).

AFP/Oli SCARFF

Pemain Everton Michael Keane ikiri) dan Seamus Coleman, berebut bola dengan pemain Manchester United Daniel James (tengah) pada laga EPL 15/12/2019 Kemarin.

 

Untuk menopang dua ujung tombaknya, di lapangan tengah Ancelotti mengandalkan tiga pemain kawakan, yakni pemain asal Islandia Gylfi Sigurosson, gelandang Inggris Fabian Delph, dan pemain asal Prancis Morgan Schneiderlin. Satu pemain muda yang ditugaskan sebagai worker ialah gelandang asal Nigeria Alex Iwobi.

Satu pekerjaan rumah yang masih terus dilakukan Ancelotti adalah membenahi barisan pertahanan. Everton sebenarnya memiliki kiper andalan Inggris, Jordan Pickford. Namun, dua center-back mereka, Yerry Mina dan Mason Holgate, lemah dalam memotong umpan terobosan lawan dan lamban dalam mengantisipasi gerakan tanpa bola lawan.

Dua bek sayap, Leighton Baines dan Djibril Sidibe, juga sering terlalu mudah untuk ditaklukkan penyerang sayap lawan. Dua gol Arsenal yang membuat Everton harus menelan kekalahan pahit 2-3, diawali dari serangan dari sayap.

 

Kekuatan sayap

Manchester United yang harus mereka hadapi besok malam memiliki kekuatan di sayap. Daniel James, Mason Greenwood, Juan Mata, atau Tahith Chong sangat lincah untuk menyerang melalui sayap.

Apalagi pelatih Ole Gunnar Solskjaer sudah menemukan momentum kemenangan yang ia butuhkan. Gelandang asal Portugal Bruno Fernandes kini menjadi tumpuan harapan untuk terus menjaga grafik permainan yang sedang menanjak.

Kiper Watford Ben Foster mengakui ketajaman dan kecepatan Fernandes. "Saya mencoba memotong bola yang ada di kakinya. Namun, saya harus akui dia begitu cepat sehingga akhirnya saya terlambat memotong bola dan justru mengenai kakinya sehingga harus menerima hukuman penalti," jelas Foster yang harus kebobolan tiga gol.

Besok malam Fernandes pantas untuk diawasi para pemain Everton. Sebagai second striker, pemain yang dibesarkan Sporting Lisbon itu bebas untuk bergerak. Ia bisa tiba-tiba menjadi orang terdepan untuk menjebol gawang lawan atau memberikan umpan matang baik kepada Anthony Martial maupun Odion Ighalo.

Solskjaer merasa lebih percaya diri karena Ighalo sudah bisa lebih padu bersama 'Setan Merah'. Pemain asal Nigeria itu bukan hanya bisa mengisi posisi Martial yang sedang cedera, melainkan juga gol perdananya ke gawang Club  Brugge di Liga Europa Jumat dini hari lalu menunjukkan bahwa ia bisa menjadi mesin gol yang diandalkan.

Dengan materi pemain yang lebih komplit, Solskjaer mempunyai lebih banyak pilihan dalam menerapkan pola permainan. Ia bisa menggunakan pola 3-4-1-2 seperti saat mengalahkan Chelsea 2-0, atau pola 4-2-3-1 seperti ketika menggunduli Brugge 5-0.  

Kehadiran Eric Bailly di jantung pertahanan membuat kapten kesebelasan Harry Maguire lebih tenang untuk mengamankan gawang Manchester United. Bailly lebih tidak mengenal kompromi jika dibandingkan dengan center-back asal Swedia Victor Lindelof. Saat bertandang ke kandang Chelsea, Bailly banyak melakukan penyelamatan gemilang.

Solidnya barisan pertahanan membuat para pemain lain bisa lebih berkonsentrasi menekan dan menjebol gawang lawan. Dua gelandang bertahan Fred dan Scott McTominay secara bergantian bisa naik sampai kotak penalti lawan. Bahkan, Fred bisa mencetak dua gol ke gawang Brugge.

Dengan grafik yang terus meningkat, 'Setan Merah' berpeluang mengamankan tiket mereka untuk ikut Liga Champions musim depan. Hanya saja, mereka harus berhati-hati karena lawan yang dihadapi berasal dari Liverpool. Klub dari kedua kota itu mempunyai semangat yang berbeda ketika saling bertemu karena berkaitan dengan gengsi dua kota yang bertetangga. The Toffees dikenal sebagai penjegal tim besar.

AFP/Oli SCARFF

Pelatih Manchester United asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer.

 

Solskjaer menyadari tim yang harus dihadapi besok. Ia berharap Martial bisa segera pulih sehingga ia bisa menempatkan dua ujung tombak seperti saat mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge.

"Jumat pagi ia menjalani tes kebugaran. Saya berharap bisa segera tampil karena yang ia alami bukan hamstring, melainkan sedikit gangguan dengan lututnya," ujar pelatih 'Setan Merah' itu penuh harap.

Baca Juga

Antaranews.com

Striker Erling Haaland Diincar MU dan Real Madrid

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:35 WIB
Haaland menolak pinangan Old Trafford Januari silam dengan lebih memilih Dortmund guna meninggalkan FC...
AFP/Fabrice Coffrini

Liga Champions dan Liga Europa Kemungkinan Digelar Juli

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 01 April 2020, 22:23 WIB
Dilansir Daily Mail, semua pertandingan persahabatan tim nasional yang dijadwalkan Juni akan ditunda untuk membuat jalan bagi penyelesaian...
AFP/Rui Silva

Dikabarkan akan Hengkang, MU dan PSG Siap Tampung Ronaldo

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 01 April 2020, 20:06 WIB
Dengan menjual Ronaldo dengan gaji sebesar 496 ribu Poundsterling per pekan, dinilai bisa meringankan pengeluaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya