Sabtu 29 Februari 2020, 03:35 WIB

14% Pasien yang Pulih Dinyatakan Positif Lagi

14% Pasien yang Pulih Dinyatakan Positif Lagi

AFP

 

SEKITAR 14% pasien yang dinyatakan sembuh dari virus korona baru (covid-19) dan diizinkan keluar dari rumah sakit di Provinsi Guangdong, Tiongkok, dilaporkan positif lagi dalam pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Tes positif virus korona ini menunjukkan pasien yang pulih masih mungkin membawa virus, menambah kompleksitas upaya untuk mengendalikan wabah.

"Tidak ada kesimpulan yang jelas tentang mengapa hal itu terjadi dan apakah pasien seperti itu masih bisa menular," kata Song Tie, Wakil Direktur Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit (CDC) Guangdong, saat briefing, Selasa (25/2) lalu.

Cai Weiping, Direktur Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Rakyat No 8, mengatakan kepada Caixin bahwa hasil positif pada pasien yang pulih semuanya ditemukan dari anal swab, sebuah metode yang jarang digunakan di bagian lain negara itu.

Tiongkok daratan melaporkan 327 kasus baru yang dikonfirmasi infeksi virus korona, Kamis (27/2). Komisi Kesehatan Nasional negara itu mengatakan angka itu turun dari 433 kasus sehari sebelumnya.

'Negeri Matahari Terbit' akan menutup semua sekolah umum mulai Senin depan untuk memerangi wabah virus korona. Langkah ini, yang memengaruhi sekolah dasar, menengah pertama, dan atas, akan meluas hingga liburan musim semi, yang dimulai pada 25 Maret. Sekolah dibuka pada 6 April.

"Satu atau dua minggu ke depan akan menjadi langkah penting dalam memerangi wabah virus korona," kata Perdana Menteri Shinzo Abe.

Di sisi lain, Selandia Baru mengonfirmasi kasus virus korona pertama pada Jumat (28/2). Pejabat kesehatan mengatakan bahwa orang yang dinyatakan positif virus korona itu berusia 60-an dan baru datang dari Iran menuju Auckland via Bali.

"Mereka berada dalam kondisi yang membaik dalam isolasi," kata departemen kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, Kamis (27/2), mengapresiasi upaya Menteri Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Saeed Namaki, dokter, perawat, dan semua staf medis negara yang berjuang untuk melawan virus korona.

Virus korona telah menginfeksi 141 orang dan membunuh 22 jiwa di Iran. Sebanyak 54 orang telah pulih dari penyakit ini.(StraitsTimes/ChannelNewsAsia/IRNA/Hym/Nur/I-1)

 

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Iran Laporkan 133 Kematian Baru Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 18:45 WIB
Iran pada Selasa (7/4) melaporkan 133 kematian baru akibat virus covid-19. Alhasil jumlah total kematian yang dikonfirmasi secara resmi...
AFP/ROSLAN RAHMAN

Singapura Jadi 'Kota Mati' karena Pandemi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 18:35 WIB
Distrik bisnis yang biasanya ramai di Singapura nyaris sepi pada Selasa (7/4) karena sebagian besar tempat kerja di negara itu ditutup....
AFP

PM Inggris Harus Dibantu Pasokan Oksigen di ICU

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 18:33 WIB
Meskipun telah menerima oksigen, kantor PM Inggris menyatakan Johnson masih sadar dan dipindahkan ke perawatan intensif jika dia perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya