Jumat 28 Februari 2020, 23:08 WIB

Peradi Sepakat Rekonsiliasi Guna Hadapi Era industri 4.0

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Peradi Sepakat Rekonsiliasi Guna Hadapi Era industri 4.0

MI/ Cahya Mulyana
Munas Peradi

 

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly meminta tahapan rekonsiliasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang sudah difasilitasi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD berjalan lancar. Sebab perpecahan yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun ini menghambat pertumbuhan advokat Indonesia di kancah internasional.

"Satu hal lagi, lawyer kita harus menguasai persidangan arbritase karena di sinilah uang besar, jangan hanya bertarung tingkat lokal saja. Kami menunggu mimpi Peradi bersatu dan tidak boleh omong kosong belaka," ujar Yasonna saat menghadiri Munas III Peradi bertajuk Advokat Era Industri 4.0, di Jakarta, Jumat (28/2).

 

Baca juga: Mahfud: Organisasi Pengacara akan Bersatu Kembali

 

Acara itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan 644 peserta Munas III Peradi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta Peradi bersatu karena negara rugi jika sampai kalangan advokat terpecah-belah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Peradi Juniver Girsang mengatakan, Peradi  tengah memperkuat barisan advokat dengan menyatukan tiga kubu Peradi yakni kubur dirinya, Fauzi Yusuf Hasibuan dan Luhut Pangaribuan. Hal ini juga sesuai harapan pemerintah yang turut memfasilitasi rekonsiliasi.

"Kami (ketiga kubu) sudah menandatangani kesepakatan. Minggu depan akan ada pertemuan pertama membahas teknis rekonsiliasi," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Juniver juga mendorong Peradi adatif terhadap teknologi menyongsongf era industri 4.0. Menurut dia, mengikuti kemajuan teknologi bagian dari tuntutan terhadap advokat. Pasalnya proses peradilan pun berkembang sebagaimana yang telah dilakukan Mahkamah Agung dengan meluncurkan dua layanan berbasis elektronik yakni elektronic court atau e-court dan elektronic litigasi atau e-litigasi.

"Tema Munas III Peradi tepat dengan tantangan ke depan di tengah era revolusi industri 4.0. Kalau advokat tidak melek teknolonogi maka siap-siap ditinggalkan klien. kita harus siap dengan beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Advokat tidak boleh tidak melek teknologi. Kalau tifak maka gak bakal dilirik oleh klien dan pelayanan peradilan pun semuanyanya sudah mengarah semua berbasis elektronik," katanya. (OL-8)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Wacana Darurat Sipil Dinilai tidak Akan Berdampak Efektif

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:59 WIB
Kedepan perlu dilakukan kebijakan darurat sipil. Hal itu diterapkan agar penyebaran virus korona di Tanah Air tidak semakin meluas ke...
MI/MOHAMAD IRFAN

DPR, Pemerintah dan KPU Sepakat Tunda Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:25 WIB
Penundaan akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu). Diharapkan, aturan tersebut segera dibuat dan segera...
MI/ROMMY PUJIANTO

Kasus Rocky Gerung Bergulir Lagi, Awal April Wajib ke Mabes Polri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:53 WIB
"Kira-kira memenuhi unsur atau tidak. Kalau memenuhi unsur kita lanjutkan ke penyidikan," kata Karo Penmas Div Humas Mabes Polri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya