Sabtu 29 Februari 2020, 07:00 WIB

Johny Mallato Mengajar Potong Rambut di LP

BAGUS PRADANA | Humaniora
Johny Mallato Mengajar Potong Rambut di LP

MI/SUMARYANTO BRONTO

 

JOHNY Mallato atau akrab disapa Johny ialah seorang hairdresser profesional yang namanya telah dikenal di seluruh penjuru Eropa. Lelaki berdarah Toraja, Sulawesi Selatan, ini bahkan sempat menimba ilmu dan berkarier di salah satu salon ternama di Kota Paris, yaitu Toni & Guy. Terlampau banyak artis nasional ataupun internasional yang memakai jasanya untuk memperindah gaya rambut yang mereka sandang.

Namun, siapa sangka keinginan lelaki berkepala plontos ini untuk menjadi seorang penata rambut profesional ternyata pernah ditentang sang ayah karena dianggap menabrak tradisi. Kebanyakan orangtua memilih menyekolahkan anaknya agar menjadi PNS, guru, tentara, atau mungkin pendeta.

"Mungkin tradisi kami dari Toraja, Mamasa, (hairdresser) itu merupakan pekerjaan yang sangat aneh dan tabu. Karena saat itu kan hairdresser sebagai pekerjaan perempuan dan saya mendobrak tradisi itu. Bahwa pekerjaan sebagai seorang hairdresser bukan hanya diperuntukan perempuan, melainkan juga laki-laki," sambung Johny sembari menerangkan bahwa saat itu memang profesi hairdresser masih menjadi profesi yang asing di kampung halamannya.

Johny pun nekat pergi ke Jakarta membawa cita-cita menjadi seorang hairdresser professional. Pada 1985, ia memutuskan bekerja kepada Rudy Hadisuwarno, salah satu penata rambut kondang di Jakarta. Di salon milik Rudy, Johny banyak belajar mengenai hairstyle dan fesyen. Ia pun mulai menabung, mengumpulkan uang untuk mendaftar education professional hairdresser di Lessalon, Hong Kong.

Sepulang dari Hong Kong, Johny berkeinginan membuka salon pertamanya di Indonesia, lalu ia mengajak seorang sahabat untuk menjadi mitra bisnisnya. Salon tersebut hanya bertahan selama kurang lebih 10 tahun. Akibat permasalahan finansial, Johny pun terpaksa harus menutup salon pertamanya. Pada 2013, ia memutuskan kembali belajar ke luar negeri dan Paris ialah kota yang menjadi tujuannya. Di kota ini, Johny kembali mengasah ilmunya untuk menjadi seorang hairdresser professional dengan belajar di salah satu salon terkenal di Paris.

"Di sana saya ambil pendidikan hairdresser dan make up, kemudian setelah itu saya ke London, Inggris, sampai 2019 untuk mengambil education di Tony & Guy," ungkap lelaki 57 tahun itu.

Mengajar di LP

Sebagai seorang hairdresser professional, Johny tak pelit untuk berbagi ilmu. Ia senang membagikan ilmu yang ia dapat dari London dan Paris kepada siapa saja. Hingga suatu saat, Johny pun diajak salah seorang kliennya untuk melatih para warga binaan di sebuah lembaga pemasyarakatan perempuan (LPP). Sebuah ajakan yang akhirnya menggugah hati Johny.

Bagi Johny semua orang sama dan berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Ia percaya meskipun di penjara, seseorang harus mempunyai keahlian agar suatu saat dapat kembali memenuhi kebutuhannya selepas masa hukumannya berakhir dengan keahlian tersebut.

"Pertama kali saya bisa melatih warga binaan di LPP Tangerang itu saya diajak oleh klien sekaligus sahabat saya yang bernama Ibu Rosaline, dia ini memang sudah melakukan pelayanan di LP sejak lama. Dia juga orang pertama yang mengundang saya untuk mengajar di LP. Dari situ saya ketagihan untuk mengajar di LP dan menjadikan para narapidana di sana sebagai seorang hairdresser professional," ungkap Johny.

Seiring berjalannya waktu, Johny semakin rutin mengajarkan ilmunya kepada para warga binaan di LP. Suatu hari ia pun memiliki ide untuk mendirikan sebuah salon yang seluruh karyawannya merupakan warga binaan LPP. Ia pun resmi mendirikan Salon La Puan pada 14 November 2019 di Kompleks Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas 2A Tangerang.

"Saya yang usul nama salonnya ya. Ya kata La itu biar berbau-bau Prancis sedikitlah, sedangkan kata Puan adalah kependekan dari kata perempuan, seperti itu," pungkas Johny sembari berkelakar. (M-4)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hadapi Covid-19, Pengadaan Alat Pelindung Diri Semakin Digenjot

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:27 WIB
Di sisi lain, pemerintah telah melakukan pengadaan 191.666 set APD dan didistribusikan ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang...
MI/Susanto

Keputusan Larangan Mudik Tunggu Presiden

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:20 WIB
Berdasarkan Ratas tentang Antisipasi Mudik Lebaran 2020 yang dipimpin Presiden, pemerintah masih akan melakukan kajian dampak ekonomi jika...
Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Kriteria Jalur Prestasi dalam PPDB harus Jelas

👤Atikah Iswahyuni 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:10 WIB
Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus menetapkan definisi dari prestasi yang dimaksud, apakah akademik atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya