Jumat 28 Februari 2020, 21:35 WIB

Ketua KPU Diperiksa Terkait Permintaan Wahyu Bahas PAW

Ketua KPU Diperiksa Terkait Permintaan Wahyu Bahas PAW

ADAM DWI / MI
Ketua KPU Arief Budiman usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, hari ini.

 

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dikonfirmasi terkait adanya permintaan dari mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk membahas penetapan caleg PDIP Harun Masiku sebagai calon anggota DPR 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

KPK, Jumat memeriksa Arief sebagai saksi untuk empat tersangka dalam penyidikan kasus suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih tahun 2019-2024.

"Penyidik mendalami keterangan saksi adanya permintaan oleh tersangka WS (Wahyu Setiawan) kepada saksi untuk membahas mengenai pengusulan PAW caleg dari PDIP," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, hari ini.

Selain itu terkait pemeriksaan Arief, kata dia, penyidik juga mendalami keterangan yang bersangkutan mengenai perkenalan dan pertemuan saksi dengan tersangka Harun Masiku.

"Kami mendalami kembali pemeriksaan dari Pak Arief Budiman terkait apakah ada pertemuan dengan tersangka HAR (Harun Masiku) pada saat PAW itu kemudian prosesnya seperti apa seputar hal-hal teknis PAW yang diajukan DPP PDIP saat itu," tuturnya.

Usai diperiksa, Arief mengaku bahwa Harun pernah mendatangi kantornya untuk menyampaikan surat terkait penetapannya sebagai calon anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

"Ditanya soal hubungan saya dengan Harun Masiku seperti apa ya saya jelaskan, saya tidak kenal siapa Harun Masiku tetapi dia pernah datang ke kantor sampaikan surat judicial review," ucap Arief.

Saat menyampaikan surat itu, ia juga mengaku bertemu dengan Harun yang saat ini menjadi buronan tersebut.

"Ya ketemu. Saya sampaikan ini tidak bisa ditindak lanjuti karena tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemilu," kata Arief.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut.

Sebagai penerima, Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Sedangkan sebagai pemberi, yakni Harun Masiku yang saat ini masih menjadi buronan dan Saeful (SAE), swasta.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu hanya menerima Rp600 juta.(OL-4)

Baca Juga

Bawaslu/KPK/Tim Riset MI-NRC

Politisasi Dana Pandemi Marak di Pilkada

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 03:49 WIB
Bawaslu mengaku telah merekomendasikan kepada KPU untuk mendiskualifi kasi sejumlah calon kepala...
Dok. ABIJAPI

ABUJAPI Imbau Seragam Baru Satpam tak Disalahgunakan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:38 WIB
ABUJAPI mempunyai tanggung jawab untuk menjaga agar seragam Satpam mirip Polri tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang di luar tugas dan...
Antara/Oky Lukmansyah

Berkas Perkara Wakil Ketua DPRD Tegal Sudah Lengkap

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:34 WIB
Sebelumnya, Wasmad Edi Susilo menggelar hajatan disertai dangdutan yang mengundang kerumunan massa. Dia pun telah ditetapkan sebagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya