Jumat 28 Februari 2020, 23:55 WIB

Lelang bisa Jadi Stimulus bagi Perekonomian

MI | Ekonomi
Lelang bisa Jadi Stimulus bagi Perekonomian

MI/Pius Erlangga
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata

 

DIREKTUR  Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebutkan, kegiatan lelang memiliki peran untuk mendukung perekonomian Indonesia. Kegiatan lelang yang telah dilakukan negara sejak 198o terbukti memberi stimulus pada perekonomian nasional.

Lelang dapat dijadikan sebagai bentuk penyelesaian masalah kredit macet (Non Performing Loan/NPL) pada perbankan. Hal itu dinilai dapat menambah ekuitas perbankan yang ujungnya dapat digunakan sebagai penjamin fungai intermediary perbankan.

Selain itu lelang juga berperan memulihkan keuangan negara melalui penjualan barang rampasan milik negara. Barang rampasan negara itu umumnya berasal dari KPK, Kejaksaan, barang sitaan PUPN, pajak dan bea cukai.

“Kalau dari sektor privat, lelang itu berperan menggerakkan roda perekonomian melalui perputaran arus barang dalam transaksi jual beli,” ujar Isa saat berdiskusi bersama pewarta di kantornya, Jumat (28/2).
 
Isa menambahkan, nilai transaksi dari kegiatan lelang mengalami peningkatan cukup baik dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan catatannya, sejak 2015 hingga 2019 terdapat frekuensi penyelenggaran lelang mencapai 282.441 kali dengan nilai total pokok transaksi lelanng sebesar Rp85,9 triliun.

Dari total nilai transaksi itu, negara mendapatkan penerimaan sebesar Rp6,48 triliun yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau Bea Lelang sebesar Rp1,98 triliun; PPh Rp849,4 miliar BPHTB Rp497,3 miliar dan hak negara atau daerah dari penjualan barang rampasan mencapai Rp3,154 triliun.

“Capaian positif itu diperoleh DJKN dalam melakukan perbaikan yang terus menerus atas proses pelaksanaan lelang melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelas Isa.

Lebih jauh Isa menuturkan, dalam memperingati hari jadi lelang Indonesia yang ke-112 pada 28 Februari, DJKN berencana melaksanakan lelang serentak di seluruh kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang pada Maret 2020.

“Barang yang akan dilelang berupa tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, kapal, dan produk UMKM. Total nilai dari barang-barang itu diperkirakan sebesar Rp30 miliar,” pungkas Isa.

Kemkeu menawarkan biaya administrasi yang rendah berkisar 0,2-0,3 %untuk lelang sukarela yang diharapkan mendorong nilai transaksi lelang sesuai target tahun 2020 sebesar Rp30 triliun. (Mir/E-1)

Baca Juga

Istimewa

Melalui Lapak Asik, BPJAMSOSTEK Jakarta Bayarkan Santunan Rp173 M

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 April 2020, 21:56 WIB
Sejak 23 Maret 2020, BPJAMSOSTEK telah menerapkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dalam rangka upaya pencegahan penyebaran...
Antara/Muhamad Nasrun

Peneliti : BLT Di Tengah Wabah Sudah Tepat

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 09 April 2020, 21:15 WIB
Penerima BLT merasa lebih puas dibandingkan bantuan lain seperti beras atau...
AFP

Inovasi Octa Merebut Hati Trader di Pasar Forex

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 21:09 WIB
Para trader Foreign Exchange (Forex) diharapkan dapat melirik tawaran yang disuguhkan Broker Forex Straight Through Processing (STP), Octa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya