Jumat 28 Februari 2020, 23:30 WIB

Polisi Grebek Pabrik Pembuatan Masker Palsu di Cakung

Polisi Grebek Pabrik Pembuatan Masker Palsu di Cakung

MI/Bary Fathahilah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 

KORPS Bhayangkara menggrebek sebuah gudang yang dijadikan tempat pembuatan dan penimbunan masker palsu. Lokasi perkara berada di kawasan Pergudangan Central Cakung, Blok I/11, Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan gudang milik PT Unotech Mega Persada, itu terbukti memproduksi masker tanpa izin. Hasil produksi tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

Diduga produksi dan penimbunan masker terkait mengambil kesempatan dan keuntungan di tengah ancaman virus korona (Covid-19).
Pemilik usaha tergiur dengan kondisi masker yang langka dan kebetulan banyak dicari masyarakat. “Mereka memproduksi masker ini tanpa ada izin dari Kemenkes. Kalau yang asli pasti higienis dan ada anti virusnya,” kata Yusri, Jumat (28/2).

Standar masker yang diproduksi, terang dia, masuk kategori paling murah. Seharusnya masker memiliki anti virus di bagian tengah dengan jangka waktu setiap pemakaian 3-4 jam.

“Nah, ini tidak ada izin sama sekali, tidak ada izin Kementerian Kesehatan. Ini yang kemudian tim Direktorat Narkoba PMJ berhasil mengungkap produksi masker ilegal di daerah Cakung,” ujarnya.

Saat digerebek para pekerja juga masih melakukan aktivitas pembuatan masker. Masker ilegal yang diproduksi sejak Januari lalu itu diketahui telah beredar di pasaran.

“Kami sudah mengendus beberapa tempat penimbunan masker, termasuk awalnya di sini. Kami sedang mendalami di mana saja distribusi masker ini, apakah nantinya akan disita atau bagaimana, kita lihat nanti.”

Polisi kemudian mengamankan 10 orang, salah satunya penanggung jawab produksi, serta barang bukti 600 dus berisi total 30 ribu masker. Para tersangka dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan dan Pasal 107 UU 7/2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp50 miliar. (Sru/Medcom/J-3)

Baca Juga

Antara

1680 Warga Jalani Rapid Test, Hanya 2 Persen Positif Covid 19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 30 Maret 2020, 22:02 WIB
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari menuturkan masih terus melakukan test cepat atau rapid test pemeriksaan covid...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Anies Minta RT Hingga PKK Data Kelompok Risiko Tinggi Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:57 WIB
Kriteria masyarakat yang memiliki risiko tinggi yang disebutkan di atas adalah masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun, penderita tekanan...
MI/Andri Widiyanto

Anies Benarkan Kirim Surat Minta Jakarta Dikarantina

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat ke pemerintah pusat untuk meminta persetujuan agar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya