Jumat 28 Februari 2020, 19:23 WIB

Di Tengah Perlambatan Ekonomi, bank bjb Catatkan Laba Rp1,56 T

Bayu Anggoro | Ekonomi
Di Tengah Perlambatan Ekonomi, bank bjb Catatkan Laba Rp1,56 T

DOK bjb
Direksi bank bjb seusai menggelar analyst meeting full year 2019 di the Ritz Carlton Jakarta, Jumat (28/2)

 

Bank bjb mencatatkan kinerja positif sepanjang 2019 dengan meraih laba bersih sebesar Rp1,56 triliun. Raihan ini dapat dicapai meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, pertumbuhan laba yang diraihnya ini diikuti dengan penambahan nilai aset. Saat ini, total nilai aset yang dimiliki bank bjb termasuk anak perusahaan mencapai Rp123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8% year on year (y-o-y).

Menurutnya, sektor kredit menjadi ujung tombak perseroan dalam mendongkrak pendapatan dengan tumbuh 8,7% (y-o-y) menjadi Rp81,9 triliun. Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97% (per November 2019).

Kredit konsumer menjadi penyokong utama dengan pertumbuhan 9,4%. Angka kredit macet dan bermasalah (non performing loan) juga berhasil ditekan pada kisaran 1,58% atau jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatat 2,77% (per November 2019).

"Jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 2,7% y-o-y menjadi sebesar Rp89,3 triliun. Bank bjb juga berhasil meningkatkan porsi dana murahnya atau current account saving account (CASA) di level 49,6%," kata Yuddy saat Analyst Meeting Bank bjb FY 2019, di Jakarta, Jumat (28/2).

Yuddy menyebut, catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukkan kekuatan kinerja perusahaan sepanjang 2019. Hasil positif ini dicatatkan perseroan di tengah fokus pada dorongan terhadap berbagai program peningkatan ekonomi pemerintah dan inovasi pelayanan secara konstan dan gradual demi menyongsong situasi kompetisi ke depan.

"Serta seiring dengan keberlanjutan usaha yang konsisten, searah dengan program pemerintah pusat maupun daerah menjadikan semakin optimistis mendukung laju kinerja perseroan," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya tetap menjaga visi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah kondisi perekonomian secara makro yang masih mengalami ketidakpastian. "Likuiditas yang ketat serta tekanan suku bunga, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif," kata Yuddy.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bank bjb Nia Kania mengatakan, kondisi perekonomian masih memberi tekanan terhadap dunia usaha. Ini terlihat dengan masih tingginya rata-rata NPL perbankan nasional yang mencapai 2,77%. "Perbankan perlu hati-hati, NPL ini tertinggi," katanya.

Meski begitu, pihaknya optimistis di tengah kondisi perekonomian global yang masih kurang baik. Terlebih, menurutnya bank bjb telah menyusun strategi ekspansi usaha guna mengakselerasi pertumbuhan sepanjang tahun.

"Salah satunya melalui penawaran umum berkelanjutan II (PUB II) obligasi subordinasi Bank bjb senilai Rp500 miliar," katanya. Dia menjelaskan, dana yang dihimpun tersebut dapat membantu kebutuhan ekspansi bisnis perseroan melalui permodalan tier II.

Dengan begitu, dia berharap ketersediaan dana yang terkumpul ini akan menambah penetrasi perusahaan. Adapun untuk menunjang operasional Bank bjb, pengembangan berbagai produk dan jasa layanan keuangan yang telah dilakukan akan terus diperbaharui.

Inovasi dilakukan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman, praktis, dan efisien. Strategi inovasi ini, tambahnya, diiringi dengan langkah sinergi dengan para mitra yang telah terjalin demi meningkatkan loyalitas, kepercayaan dan kredibilitas perseroan.

"Langkah-langkah untuk menopang laju pertumbuhan bisnis telah kami persiapkan dan akan menjadi senjata andalan untuk digunakan menghadapi berbagai situasi. Seluruh aktivitas yang kami jalankan akan senantiasa beriringan dengan semangat untuk terus-menerus meningkatkan kualitas layanan demi mengoptimalisasi potensi pertumbuhan usaha dan mewujudkan visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia," katanya. (BY/OL-10)

Baca Juga

Ist

Yang Muda yang Bedaya

👤Gana Buana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 08:26 WIB
Sejak 2018 silam, Randi pun mulai memberdayakan warga setempat untuk menggali potensi-potensi ekonomi mikro warga asli...
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Tekanan Terdalam sudah Lewat

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:35 WIB
Kuartal III 2020 diyakini sebagai titik balik Indonesia menuju pemulihan ekonomi. Indikasinya, realisasi investasi dan kinerja ekspor yang...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

LPEI Perbesar Porsi Pembiayaan Produk Halal

👤Mir/E-2 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:25 WIB
LEMBAGA Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendukung penuh langkah pemerintah meningkatkan ekspor produk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya