Jumat 28 Februari 2020, 16:06 WIB

Amien Rais minta Pemerintah Jangan Sahkan Besannya Jadi Ketum PAN

Henri Siagian | Politik dan Hukum
Amien Rais minta Pemerintah Jangan Sahkan Besannya Jadi Ketum PAN

Instagram @amienraisofficial
Pendiri PAN Amien Rais

 

PENDIRI Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta pemerintah tidak mengesahkan DPP PAN hasil Kongres V yang memenangkan besannya, Zulkifli Hasan.

"Saya minta pemerintah yang berwenang, jangan sahkan hasil Kongres V PAN yang begitu gawat dan, maaf, memalukan. Membuat aib demokrasi, maaf, maaf, maaf," ujar Amien video yang diunggah dalam akun Intagram @amienraisofficial.

Baca juga: Kalahkan Anak Amien Rais, Zulhas Jadi Ketua Umum PAN lagi

Amien Rais dan Zulkifli Hasan memiliki hubungan besan karena putra ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, menjadi suami dari putri Zulkifli Hasan, Futri Zulya Safitri.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Mohammad Amien Rais (Official) (@amienraisofficial) on

Amien menyoroti kericuhan di dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. "Mungkin tidak berlebihan kalau saya katakan, PAN menyuguhkan tontonan demokrasi jadi-jadian terburuk selama sejarah Republik Indonesia. Partai lain enggak ada yang seburuk PAN. Mohon maaf kepada masyarakat politik maupun pendukung dan pemilik PAN."

Baca juga: Zulhas Minta Maaf pada Amien Rais di Penutupan Kongres V PAN

Amien mengaku marah terhadap perkembangan di partai yang dia dirikan. "Partai yang dulu saya dirikan bersama teman-teman progresif berakhir menjadi partai ugal-ugalan. Saya betul-betul marah ikhlas. Saya tidak marah emosional."

Dia juga mengirimkan pesan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. "Tolong Pak Zulkifli Hasan, jangan dilanjutkan cara-cara kemarin. Kalau dilanjutkan, dalam bahasa asingnyam, anda sedang membuat recipe for disaster. Resep kehancuran PAN ada di tangan anda. Selalu ada jalan tengah. Jangan main seperti kemarin."

Baca juga: Ini Dua Pemuda Terduga Pembuat Onar di Kongres PAN

Di video itu, Amien Rais mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam kongres.

Pertama, DPP PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan telah melakukan berbagai kejanggalan dan hal yang tidak pantas.

"Pasal-pasal di anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) banyak dilanggar. Steering committee juga tidak begitu adil. Bahkan 100% dari organizing committee, katakanlah, dari kubunya Zulkifli Hasan," kata Amien.

Kedua, pergantian pengurus daerah. "Masyaallah, 17 DPD di-plt (pelaksana tugas). Kemudian disuruh menggelar musdalub (musyawarah daerah luar biasa) dalam tempo kurang dari 10 hari. Deadline 31 Januari padahal 10 Februari sudah kongres." kata Amien.

Ketiga, suasana pengamanan kongres. "Seolah-olah kongres para teroris. Ada 1.300 polisi dikerahkan di halaman hotel, lobi, seluruh lorong lobi ada pagar betis. Bahkan ada beberapa ratus Brimob kiriman dari Makassar. Saya tidak menyalahkan polisi tapi agak berlebihan.
Peserta kongres yang punya hak suara 590 orang. Berarti, seolah-olah satu peserta diawasi dua polisi. "

Keempat, kehadiran penyusup. "Yang lebih berat lagi, ini harus dituntaskan. Ada puluhan penyusup, berbadan besar, pakai tato, tanpa pakaian rapi, tapi dikalungi dengan peserta peninjau. Ketika disuruh keluar, tidak mau."

Baca juga: Kongres Berdarah, Kubu Anak Amien Rais Tuding Pendukung Zulhas

Kelima, keributan di kongres. "Masyaallah, 30 kader PAN ada yang luka ringan dan 6 luka berat. Nama-nama ada semua. Saya sampai tidak tahan menitikkan air mata ketika melihat kepala mereka mengalir darah, kening mereka dijahit 10 jahitan. Semua itu peserta yang mendukung Mulfachri Harahap-Hanafi Rais. Ini harus ada pertanggungjawaban. Alhamdulillah, kapolda Sulawesi Tenggara sudah menyampaikan tiga pentolan penyusup huru-hara bukan peserta PAN. Artinya apa? Siapa yang memasukkan? Ini luar biasa."

Keenam, ketidaklaziman dalam kongres. "Tidak ada pandangan umum, laporan pertanggungjawbaan (LPJ), narasi bagaimana 5 tahun ke depan, resolusi, dan lainnya. Cuma pembukaan pada 10 Februari malam di lapangan, kemudian 11 Februari sudah selesai. Yang penting sudah ganti pemlihan, ketok palu, ditunjuk formatur tunggal." (X-15)

Baca Juga

Bawaslu/KPK/Tim Riset MI-NRC

Politisasi Dana Pandemi Marak di Pilkada

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 03:49 WIB
Bawaslu mengaku telah merekomendasikan kepada KPU untuk mendiskualifi kasi sejumlah calon kepala...
Dok. ABIJAPI

ABUJAPI Imbau Seragam Baru Satpam tak Disalahgunakan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:38 WIB
ABUJAPI mempunyai tanggung jawab untuk menjaga agar seragam Satpam mirip Polri tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang di luar tugas dan...
Antara/Oky Lukmansyah

Berkas Perkara Wakil Ketua DPRD Tegal Sudah Lengkap

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:34 WIB
Sebelumnya, Wasmad Edi Susilo menggelar hajatan disertai dangdutan yang mengundang kerumunan massa. Dia pun telah ditetapkan sebagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya