Jumat 28 Februari 2020, 10:04 WIB

Penambang belum Pergi dari Hutan Palu

(MT/N-2) | Nusantara
Penambang belum Pergi dari Hutan Palu

ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd/16.
Kondisi perbukitan dilokasi aktivitas penambangan Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (7/10).

 

EMAS merusak Taman Hutan Raya di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Daya tariknya membuat ratusan penambang emas ilegal datang dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

"Saat ini masih ada sekitar 500 penambang yang beraksi di Tahura. Jika ditarik ke belakang, sekitar 5.000 penambang sudah menggerus lahan Tahura sejak 2009 lalu," ungkap Kepala Tahura Sulawesi Tengah, Bambang Agus Setyawan, kemarin.

Penambangan liar itu sudah merusak lahan seluas 200 hektare. Berkurangnya jumlah penambang liar karena diduga kandungan emas di lokasi itu sudah mulai berkurang.

Untuk menangani kerusakan akibat penambangan itu, Unit Pengelola Teknis Tahura Sulteng melakukan rehabilitasi.

"Sejak 2017, kami sudah merehabilitasi lahan hutan yang rusak seluas 1 hektare," ungkap Bambang.

Ia mengakui kondisi lahan di Tahura yang kering membuat program rehabilitasi tersendat. Kendala lainnya ialah warga di sekitar areal tambang melarang rehabilitasi. (MT/N-2)

Baca Juga

ANTARA/ARDIANSYAH

Pancaroba, Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 20:35 WIB
 Jika covid-19 dan DBD menjangkiti seseorang secara bersamaan, akibatnya bisa sangat...
Antara/Asrun

Banjir Landa 8 Desa di Konawe Utara, Akses Jalan Putus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:28 WIB
BNPB meminta masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, wilayah Konawe Utara masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas...
Antara/Septianda Perdana

Wagub Sumut Keluhkan Pemulangan Pekerja Migran

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:08 WIB
Sebab, pemulangan PMI di masa pandemi covid-19 menambah beban keuangan daerah. Dia pun berharap tidak ada lagi PMI yang berangkat ke luar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya