Jumat 28 Februari 2020, 08:53 WIB

Tiga Mantan Anggota DPRD Jambi Divonis 4 Tahun

(SL/MG/JL/N-1) | Nusantara
Tiga Mantan Anggota DPRD Jambi Divonis 4 Tahun

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.
Tiga mantan anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut masing-masing divonis 4 tahun penjara.

 

TIGA mantan anggota DPRD Provinsi Jambi dijatuhi hukuman masing-masing empat tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, kemarin. Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap ratusan juta rupiah dalam pengesahan RAPBD Jambi tahun anggaran 2018.

Para mantan wakil rakyat yang dijatuhi hukuman oleh majelis hakim yang diketuai Yandra Roni itu ialah Zainal Abidin, Efendi Hatta, dan Muhammadiyah. Selain dijatuhi hukuman penjara, ketiganya juga didenda Rp200 per orang subsider tiga bulan kurungan.

Bahkan, majelis hakim mencabut hak politik para terpidana selama lima tahun. Vonis penjara itu lebih ringan bila dibandingkan dengan tuntutan jaksa Wiraksajaya yang sebelumnya menuntut ketiga penerima suap itu dengan hukuman lima tahun penjara.

Kendati vonis yang dijatuhkan lebih ringan daripada tuntutan, jaksa belum memutuskan apakah ia akan mengajukan banding. Sebaliknya, para penasihat hukum ketiga terpidana kompak menyatakan menerima vonis hakim.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Sampang, Jawa Timur, menetapkan dua tersangka dalam kasus ambruknya dua ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Samaran 2, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Menurut Kepala Polres Sampang Ajun Komisaris Besar Didit Bambang Wibowo, berdasarkan hasil penyelidikan, dalam kasus tersebut ditemukan indikasi korupsi.

Kedua tersangka ialah Dwi Cahya Febrianto, 29, sebagai kontraktor pelaksana pembangunan ruang kelas dan Halili, 50, konsultan perencanaan dan pengawasan.

Penyalahgunaan yang terjadi dalam kasus itu berupa pengurangan volume bangunan dan penggunaan barang bekas yang tidak sesuai standar yang tercantum dalam rencana dan anggaran biaya (RAB).

Pengurangan volume dan penggunaan barang bekas itulah yang menjadi penyebab ambruknya dua ruang kelas SDN Samaran.

"Keduanya diduga bekerja sama dalam tindak pidana korupsi. Dwi Cahya sebagai pemilik CV Hikmah Jaya yang menjadi pelaksana proyek, mengurangi volume kegiatan dan menggunakan material dari bahan bekas pakai. Sementara itu, Halili sebagai konsultan membuat dokumen laporan yang tidak sesuai dengan realisasi kegiatan," kata Kapolres. (SL/MG/JL/N-1)

Baca Juga

ANTARA/Oky Lukmansyah

Polda Aceh Ambil Alih Kasus Tertembaknya Tiga Nelayan di Simeulue

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:33 WIB
Tiga nelayan yang sedang melego di perairan Kabupaten Simeulue, Aceh tertembak. Dua nelayan tewas dan satu lainnya kritis. Polda Aceh turun...
DOK KONAWE KEPULAUAN

Kawasan Wisata di Konawe Kepulauan tanpa Dukungan Infrastruktur

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:00 WIB
Warga Wawonii akan bermasalah dengan transportasi laut itu ketika musim angin timur yang menimbulkan terjadi gelombang...
MI/Ardi Teristi Hardi

Martanty Angkat Perempuan Gunungkidul agar Lebih Berdaya

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 05:17 WIB
Calon Wakil Bupati Gunungkidul Martanty Soenar Dewi khawatir, perempuan di Gunungkidul akan terpinggirkan bila tidak dilibatkan dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya