Jumat 28 Februari 2020, 09:00 WIB

Barat Serukan Gencatan Senjata Suriah, Rusia Bergeming

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Barat Serukan Gencatan Senjata Suriah, Rusia Bergeming

AFP/Bakr ALKASEM
Pasukan Suriah dukungan Turki menaikkin tank di Kota Saraqib di timur Provinsi Idlib

 

KEKUATAN barat di Dewan Keamanan (DK) PBB, Kamis (27/2), menyerukan 'gencatan senjata kemanusiaan' di wilayah Idlib, Suriah, yang dilanda perang. Tetapi Rusia bergeming dengan mengatakan satu-satunya solusi adalah menyingkirkan para teroris dari negara itu.

Perwakilan Belgia dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama, mengutuk korban yang berjatuhan akibat serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia di wilayah tersebut.

"Perpindahan hampir 1 juta orang hanya dalam tiga bulan, pembunuhan ratusan warga sipil, penderitaan sehari-hari ratusan ribu anak-anak harus dihentikan!" ujar pernyataan Wakil Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

"Gencatan senjata kemanusiaan sangat penting. Akses kemanusiaan penuh diperlukan," kata mereka.

Baca juga: Kuwait Konfirmasi 43 Kasus Virus Korona

Belgia dan Jerman adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan dan bertanggung jawab untuk memantau urusan kemanusiaan Suriah.

Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Estonia juga menyerukan penghentian agresi segera, seru Duta Besar Prancis Nicolas de Riviere.

"Prancis mengutuk dengan tegas pemboman masif rezim dan sekutu-sekutunya, khususnya Rusia," ujarnya, mengutip serangan 'tanpa pandang bulu' terhadap rumah sakit, sekolah, dan tempat penampungan pengungsi.

"Kita harus memusatkan semua upaya kita untuk segera membangun gencatan senjata yang tahan lama dan dapat diverifikasi--yang ditengahi oleh PBB yang sepenuhnya diberdayakan," kata Duta Besar AS Kelly Craft.

"Gencatan senjata yang mengharuskan Rusia untuk membarakkan pesawatnya sekaligus dan memerintahkan rezim untuk menarik kembali pasukannya," terangnya.

Namun, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan Dewan Keamanan menghabiskan terlalu banyak waktu dalam pertemuan menyangkut Suriah.

"Satu-satunya solusi jangka panjang adalah mengusir para teroris dari negara itu," kata Nebenzia.

Wakil perwakilan tetap Tiongkok, Wu Haito, mengatakan teroris dan kombatan asing" adalah penghalang terbesar bagi perdamaian di Suriah dan menyerukan 'penghapusan wilayah teroris'.

Ursula Mueller, asisten sekretaris jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan, mengatakan sebelumnya bahwa apa yang terjadi di Suriah barat laut adalah di luar imajinasi.

"Itu tidak dapat ditoleransi secara manusiawi. Data terbaru kami yang tersedia menunjukkan hampir 950.000 orang telah melarikan diri dari garis depan di barat laut sejak 1 Desember," kata Mueller.

Direktur UNICEF Henrietta Fore mengatakan kepada Dewan Keamanan dia mendatangi Suriah dan wilayah Idlib akhir pekan lalu.

"Kita sangat membutuhkan penghentian agresi di barat laut Suriah. Kami membutuhkan jeda kemanusiaan reguler," tandasnya. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Markus Schreiber

Uni Eropa Diguncang Covid-19, Merkel: Ini Ujian Terberat

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 15:30 WIB
Pandemi covid-19 bahkan disebut ujian terberat sejak blok ekonomi...
AFP/KENA BETANCUR

​​​​​​​Pandemi Covid-19, WHO: Dunia Butuh Tambahan 6 Juta Perawat

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 15:07 WIB
"Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah...
AFP

Untuk Pertama Kali, Tiongkok Laporkan Nol Kematian Kasus Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 15:05 WIB
Total kasus positif covid-19 di negara itu menjadi 81.740 kasus dan 3.331...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya