Jumat 28 Februari 2020, 07:30 WIB

Bupati Pastikan tidak Ada Penolakan

Tri Subarkah | Megapolitan
Bupati Pastikan tidak Ada Penolakan

ANTARA FOTO/Dispenal
WNI kru kapal World Dream menyantap makanan di KRI dr Soeharso ketika menuju lokasi observasi covid19 di Pulau Sebaru Kecil.

 

BUPATI Kepulauan Seribu, Husein Murad, memastikan warga terbuka dan tidak menolak 188 WNI ABK kapal pesiar World Dream yang akan diobservasi di Pulau Sebaru mulai hari ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona baru (covid-19).

"Warga sudah memahami bahwa ini demi kepentingan bersama, dan warga negara kita yang dilarikan di sini kan yang sehat," kata Husein saat ditemui di Pulau Sebaru, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat datang ke lokasi bersama Kapolri Jenderal Idham Azis menggunakan KRI John Lie 358 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Masyarakat paham dan welcome, menerima semuanya," ujar Hadi.

Hadi dan Idham juga menyapa warga sekitar yang menjadi relawan dalam mempersiapkan sarana dan prasarana observasi yang akan berlangsung selama 14 hari.

Panglima TNI menyatakan area Pulau Sebaru akan dibagi menjadi dua ring. Selama dua minggu, para nelayan dilarang mendekati pulau seluas 16,6 hektare itu.

"Ring 1 di sekitar pulau, ring 2-nya di laut, nanti kita jaga dengan pasukan katak dan dari Polair," ujar Hadi.

Menurut Hadi, kesiapan di Pulau Sebaru sudah mencapai 85%. Untuk mengatasi ketertinggalan, Hadi meminta seluruh komponen yang bekerja mempersiapkan semua hal di pulau tersebut untuk lembur.

Dari pantauan Media Indonesia, ada empat mes yang disiapkan untuk tempat tidur bagi para ABK. Tiga mes diperuntukkan bagi ABK pria dan satu dikhususkan untuk ABK perempuan.

Selain mes, fasilitas lain yang disiapkan di pulau tersebut antara lain toilet portabel, alat penjernih air, klinik, base transceiver station (BTS), helipad, hingga ruang rekreasi.

Menurut Hadi, nantinya ruang rekreasi tersebut akan dilengkapi fasilitas karaoke.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Semarang, Agoes Oerip Poerwoko, menyatakan kematian seorang pasien di rumah sakit itu dipastikan bukan akibat virus korona.

"Meninggal karena gangguan napas berat. Setelah dimakamkan, uji lab dari Litbangkes keluar dan pasien dinyatakan tidak terinfeksi virus korona," jelas Agoes pada Rabu (26/2).

Di lain pihak, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel meminta pemerintah segera mengevakuasi 78 WNI ABK  kapal pesiar Diamond Princess yang masih berada di Pelabuhan Yokohama, Jepang.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat berharap kesiapsiagaan di Tanah Air dalam menghadapi wabah virus korona terus ditingkatkan. (Tri/Medcom/HT/RO/X-11)

 

AS Siap... | Hlm 13                                                 

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

Sampah di Lokasi Demonstrasi UU Cipta Kerja Mencapai 2,1 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 23:24 WIB
Saat massa mulai membubarkan diri, petugas langsung gerak cepat mengangkut sampah sisa aksi penyampaian pendapat yang ada di jalan, trotoar...
ANTARA/Moch Asim

Polisi Amankan 33 Orang Diduga Kelompok Anarko

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:50 WIB
Hingga sore hari belum terjadi aksi kerusuhan seperti pada aksi demo...
MI/Permana

Imbas Demo, MRT Jakarta Tutup Stasiun Bundaran HI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:04 WIB
"Kami umumkan bahwa perjalanan kereta MRT dari Stasiun MRT Bundaran HI akan berakhir pada pukul...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya