Kamis 27 Februari 2020, 20:45 WIB

Sektor Pertanian Berpeluang Bantu Atasi Defisit Negara

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sektor Pertanian Berpeluang Bantu Atasi Defisit Negara

Istimewa
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan pelepaan ekspor sarang burung walet ke Guangzhou, Tiongkok.

 

KETUA Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institur Pertanian Bogor (IPB), Sahara, menyampaikan bahwa produk pertanian bisa menjadi solusi alternatif dalam mengatasi defisit neraca perdagangan Indonesia.

Sektor pertanian, kata Sahara, merupakan aset negara yang harus dijaga bersama. Terlebih, Indonesia adalah negara besar dengan karakteristik agraris yang kaya akan sumber daya alam berikut rempahnya.

"Setelah kami analisis, ternyata sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar untuk mengatasi defisit. Bahkan saya optimistis sektor ini memberikan kontribusi lebih kepada negara," kata Sahara di Bogor, Kamis (27/2).

Sahara mengatakan, perkebunan dan perikanan adalah dua sub sektor yang paling berpotensi dalam meningkatkan kinerja ekspor non-migas ke depan. Keduanya merupakan produk pertanian yang kini menjadi kebutuhan utama masyarakat dunia.

"Kita bisa lihat dari surplusnya perdagangan perkebunan hingga mencapai US$25.073,85 juta para periode 2012-2017. Begitu juga surplus perdagangan dari hasil perikanan cukup menjanjikan," ujarnya.

Suhara mengatakan, ada tiga faktor penting yang mempengaruhi naiknya kinerja ekspor pertanian. Ketiganya adalah faktor kualitas logistik, faktor hambatan perdagangan tarif dan faktor hambatan perdagangan non-tarif.

"Namun kita berharap peningkatan eskpor bisa terus meningkat dengan memperhatikan kualitas produksi pertanian. Sejauh ini saya juga optimistis karena pemerintah memiliki program jangka panjang Geratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor)," katanya.

Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit di tahun 2018 dan awal tahun 2019 yang memberikan beban bagi devisa negara.

Nilai neraca perdagangan yang defisit menunjukkan bahwa nilai barang dan jasa yang diimpor oleh Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain.

"Yang pasti saya berharap semua sektor pertanian sama-sama memiliki peluang untuk bisa berkontribusi. Dan saya yakin dalam waktu dekat ini semua sektor tersebut bisa tumbuh dan memberikan hasil yang signifikan," tutup Sahara. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Saham Inggris Kembali Melemah Tergerus 1,09 persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:35 WIB
SAHAM-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa atau Rabu WIB (28/10), memperpanjang penurunan untuk hari kedua...
Antara

Saham Prancis Merugi Dengan Indeks CAC 40 Jatuh 1,77 persen

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:30 WIB
SAHAM-saham Prancis kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (27/10) atau Rabu WIB, mencatat kerugian untuk hari kedua...
ANTARA/Irsan Mulyadi

Pemerintah Berencana Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:27 WIB
Namun, besaran tarif itu belum dipublikasikan lantaran menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang saat ini masih dalam tahap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya