Jumat 28 Februari 2020, 01:50 WIB

AS Siap Hadapi Virus Korona

Nur Aivanni | Internasional
AS Siap Hadapi Virus Korona

AFP
Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN AS Donald Trump mengatakan risiko virus korona baru terhadap warga AS ‘sangat rendah’. Itu karena tindakan yang diambil pemerintahnya seperti pembatasan perjalanan pada pelancong Tiongkok.

“Karena semua yang telah kami lakukan, risiko virus kepada orang-orang Amerika tetap sangat rendah. Kami siap beradaptasi dan siap melakukan apa pun jika penyakit itu menyebar,” katanya dalam konferensi pers, kemarin.

Pemerintahan Trump juga meminta anggaran US$2,5 miliar kepada Kongres AS untuk mengembangkan perawatan, vaksin, dan persediaan peralatan penting nasional.

“Kami meminta US$2,5 miliar dan kami pikir itu banyak. Tapi, jika DPR mau memberikan lebih banyak lagi, kami akan menerimanya,” ujar Trump.

Trump juga mengumumkan penunjukkan Wakil Presiden Mike Pence untuk memimpin upaya AS dalam merespons virus korona baru. “Mike akan bekerja dengan para profesional, dokter, dan semua orang yang bekerja dalam tim,” tambahnya.

Terkait virus korona baru, militer AS dan Korea Selatan juga terpaksa menunda latihan bersama yang akan datang. Keputusan tersebut dilakukan setelah Seoul meningkatkan statusnya menjadi siaga satu atas virus tersebut.

Kedua sekutu keamanan sebelumnya telah mengurangi latihan militer bersama tahunan mereka secara signifikan untuk memfasilitasi pembicaraan nuklir dengan Pyongyang, tetapi latihan koordinasi komando telah direncanakan untuk musim semi ini.

Korea Selatan memiliki jumlah kasus virus terbanyak di dunia di luar Tiongkok, tempat penyakit tersebut pertama kali muncul pada Desember tahun lalu.

Korsel melaporkan ada 334 kasus baru sehingga totalnya menjadi 1.595. Penundaan latihan militer bersama tersebut akan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Amerika Serikat memiliki 28.500 tentara di Korea Selatan untuk melindunginya dari Korea Utara yang bersenjata nuklir. Banyak dari personel militer AS  yang berbasis di selatan Seoul di Camp Humphreys serta di Pyeongtaek.
Keduanya ialah fasilitas militer luar negeri terbesar yang dimiliki Washington. Di Taiwan, pemerintah setempat telah menaikkan tingkat respons epidemi ke level tertinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus korona.

Taiwan telah mencatat 32 kasus virus korona dan satu kematian. Negara tersebut juga telah menangguhkan sebagian besar perjalanan dan pariwisata dengan Tiongkok untuk menahan penyebaran virus.


Melonjak di Italia

Jumlah kasus virus korona di Italia dilaporkan telah melonjak menjadi 400 orang di tengah upaya internasional untuk menahan penyebaran wabah mematikan itu. Peningkatan di Italia menunjukkan lonjakan 25% dalam 24 jam.

Daerah yang paling parah terkena dampak ialah di industri utara negara itu, Lombardy, wilayah di sekitar Milan, dan Veneto dekat Venesia. Wabah telah menewaskan 12 orang di negara itu sejauh ini.

Ada kekhawatiran bahwa wabah itu akan membawa Italia ke dalam resesi ekonomi. Wartawan BBC di Milan mengatakan ketakutan merupakan alasan kosongnya kafe-kafe di kota itu dan banyaknya pembatalan reservasi hotel.

“Ini merupakan situasi yang memprihatinkan, tetapi kita tidak boleh menyerah pada kepanikan,” kata Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides setelah bertemu dengan Menteri Kesehatan Italia. (AFP/X-11)

Baca Juga

AFP/BRYAN R. SMITH

Kematian Melebihi 14.600, AS Tertinggi Setelah Italia

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 13:05 WIB
Kematian karena virus covid-19 di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (8/4) melampaui 14.600. Ini menjadi tertinggi kedua di dunia setelah...
AFP/Money SHARMA

Binatang Mulai Ambil Alih Jalan-Jalan di India

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 April 2020, 12:39 WIB
Saat 1,3 miliar warga India dan puluhan ribu mobil absen, binatang liar hadir untuk mengisi kekosongan meski mereka juga menderita akibat...
AFP/Fayez Nureldine

Parlemen AS Desak Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 12:25 WIB
Sebagai salah satu produsen minyak terbesar, Arab Saudi dinilai bisa menstabilkan harga minyak dunia yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya