Kamis 27 Februari 2020, 20:05 WIB

Tinjau Banjir bekasi, Uu Serahkan Bantuan dari Pemprov Jabar

Bayu Anggoro | Nusantara
Tinjau Banjir bekasi, Uu Serahkan Bantuan dari Pemprov Jabar

MI/Anggoro
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ( ketiga dari kanan) memberi bantuan secara simbolis seusai meninjau banjir di Bekasi.

 

WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau langsung lokasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (27/2). Setelah itu, Uu secara simbolis menyerahkan bantuan Rp750 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Jabar Bergerak dan Bank bjb kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Selain itu, bantuan logistik berupa kasur, pakaian, perlengkapan mandi, hingga obat-obatan diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan kepada perangkat daerah terkait.

Baca juga: Banjir Tahun Baru, 57 Perumahan di Kota Bekasi Terendam

"Kondisi banjir yang ada di wilayah ini sudah surut. Tapi bekasnya ini, rumah-rumah, kasur, kursi, alat elektronik, semua ada imbas dari banjir ini," ucapnya.

"Saya merasa prihatin. Apalagi kejadian (banjir di Jatimekar) sudah empat kali (sejak awal 2020). Oleh karena itu, saya ke sini ditugaskan oleh Bapak Gubernur untuk memantau kondisi sekaligus mendengar keluhan warga dan harapan dan keinginan serta solusi yang diambil baik masukan dari Pemkot Bekasi dan lainnya," katanya.

Hujan deras yang turun sejak Senin (24/2) membuat beberapa titik di Kota Bekasi lumpuh, tidak terkecuali Perumahan Bumi Nasio Indah di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Curah hujan cukup tinggi itu menyebabkan air meluap melewati tanggul.

Kondisi diperparah dengan tingginya debit air di Kali Cakung. Rumah hingga sekolah pun terendam banjir, ketinggian bervariasi antara 60 cm hingga 1,5 meter.

Akibatnya, sebanyak 1.100 jiwa di RW 15 terdampak banjir. Sementara di RW 16 warga terdampak berjumlah 340 orang. Uu pun menegaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan lembaga terkait termasuk BBWS, dinas, dan pemerintah untuk menanggani banjir tersebut.

"Dilakukan rapat koordinasi juga bersama bupati/wali kota daerah terdampak untuk membuat keputusan apakah tanggap darurat dan permanen (jangka panjang) seperti polder," tutur Uu.

Sebelum menyerahkan bantuan, Uu bersama Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kepala BPBD Kota Bekasi Muhammad Jufri, serta Camat Jatiasih Mariana lebih dulu meninjau langsung aliran sungai serta rumah warga yang terdampak banjir.

Dian (52), salah satu warga terdampak, menceritakan bagaimana kondisi rumahnya yang diterjang banjir.

"Kulkas sampai terbalik. Sejak tinggal di sini tahun 1993, (banjir) ini yang paling parah. Harapannya bisa relokasi, karena jual rumah juga tidak laku, (orang) sudah tahu daerah ini langganan banjir," katanya.

Dian menambahkan, dirinya bersama orang tuanya yang sudah kesulitan berjalan sudah dievakuasi oleh BPBD Kota Bekasi sejak Selasa (25/2) dini hari. Dia pun berharap pemerintah segera menemukan solusi atas banjir di Bekasi. (BY/A-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Karantina 14 Hari bagi Pemudik

👤Tim/N-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 02:30 WIB
GELOMBANG kedatangan pemudik terbukti sulit dibendung. Sejumlah kepala daerah pun sigap menyiapkan karantina selama 14 hari bagi mereka...
MI/Pius Erlangga

Pakar: Penyemprotan Disinfektan Seharusnya Bukan ke Tubuh

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Sebenarnya disinfentan tidak perlu disemprotkan ke tubuh manusia, tetapi ke benda-benda yang sering digunakan bersama, misalnya gagang...
Antara

Pakar UGM: Tidak Perlu Lockdown Kampung

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Menurut Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gadjah Mada lockdown itu justru menjadi titik yang rawan penularan karena masyarakat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya