Kamis 27 Februari 2020, 19:35 WIB

Selama Proses Observasi WNI, Nelayan Tak Boleh Mendekati Sebaru

Tri Subarkah | Humaniora
Selama Proses Observasi WNI, Nelayan Tak Boleh Mendekati Sebaru

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Lokasi observasi 188 WNI ABk World Dream di Pulau Sebaru

 

PROSES observasi terhadap 188 warga negara Indonesia yang merupakan anak buah kapal (ABK) kapal pesiar World Dream mulai dilakukan besok Jumat (28/2) di Pulau Sebaru, Kepuluan Seribu. Sesuai rencana, observasi tersebut akan dilakukan selama 14 hari.

Untuk meningkatkan pengamanan di area tersebut dan sekitarnya, pihak keamanan membagi area tersebut menjadi dua ring.

"Ring 1 di sekitar pulau, ring 2-nya di laut, nanti kita jaga dengan pasukan katak dan dari Polair sudah hadir semuanya di sini," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Pulau Sebaru, Kamis (27/2).

Oleh sebab itu, dalam kurun waktu dua minggu, para nelayan dilarang mendekati pulau seluas 16,6 hektare itu. "Pasti (dilarang mendekat), karena Polair juga menyampaikan ke nelayan," tegas Hadi.

"Masyarakat yang mungkin akan mencari ikan masuk ke wilayah ring 2 kita ingatkan jangan masuk ke ring 2," tandasnya.

Baca juga : Maksimalkan Observasi, Jumlah Dokter di Pulau Sebaru Diperbanyak

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jendral Idham Azis juga menjelaskan pihaknya bersama TNI akan melakukan penjagaan di ring 2.

"Di ring 2 Polri bersama dengan TNI AL, Denjaka (Detasemen Jalamangkara), kita menjaga aktivitas masyarakat. Kita juga berterima kasih sama Pemda, Pak Bupati dan seluruh Forkompinda Kepulauan Seribu yang mau untuk menerima saudara-saudara kita 188 orang," terang Idham.

Sebelumnya, Hadi dan Idham meninjau langsung lokasi observasi bersama. Keduanya datang menggunakan KRI John Lie 358 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sekira pukul 08.00 WIB.

Di sana, keduanya mengecek fasilitas sarana dan prasarana pendukung selama observasi guna mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19). Pada kesempatan tersebut, Idham menyumbangkan 200 selimut kepada para ABK World Dream.

Sebelumnya, evakuasi para ABK tersebut sudah dilakukan dengan proses ship to ship di perairan Selat Durian, Kepulauan Seribu, Rabu (27/2). 188 WNI tersebut dibawa ke Pulau Sebaru menggunakan rumah sakit apung KRI Soeharso. (OL-7)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Hadapi Covid-19, Pengadaan Alat Pelindung Diri Semakin Digenjot

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:27 WIB
Di sisi lain, pemerintah telah melakukan pengadaan 191.666 set APD dan didistribusikan ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang...
MI/Susanto

Keputusan Larangan Mudik Tunggu Presiden

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:20 WIB
Berdasarkan Ratas tentang Antisipasi Mudik Lebaran 2020 yang dipimpin Presiden, pemerintah masih akan melakukan kajian dampak ekonomi jika...
Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Kriteria Jalur Prestasi dalam PPDB harus Jelas

👤Atikah Iswahyuni 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:10 WIB
Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus menetapkan definisi dari prestasi yang dimaksud, apakah akademik atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya