Jumat 28 Februari 2020, 00:20 WIB

OJK Beberkan Skema Pendirian LPP

MI | Ekonomi
OJK Beberkan Skema Pendirian LPP

ANTARA
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mulai menjelaskan skema pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP) kepada para pelaku industri asuransi yang saat ini masih digodok pemerintah.

“Keberadaan LPP ini penting dan kami dukung ini segera terwujud,” kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah dalam sarasehan industri asuransi di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, pendirian lembaga penjamin itu ada dua opsi yakni mengoptimalkan peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang selama ini menangani perbankan atau mendirikan lembaga sendiri yakni LPP.

Jika mengoptimalkan LPS dengan menambah perannya, iuran yang sebelumnya dikumpulkan perbankan, diperkirakan bisa menyusut untuk menutupi permasalahan yang membelit sejumlah perusahaan asuransi saat ini.

“Opsi pertama agak sulit karena kita juga harus mengamendemen UU LPS, opsi kedua membuat UU sendiri untuk LPP,” imbuhnya.

Pembentukan lembaga sendiri atau LPP, lanjut Nasrullah, merupakan opsi yang memungkinkan namun ia menekankan harus melalui sejumlah prasyarat.

Prasyarat itu, kata dia, industri asuransi harus stabil, aturan yang matang, dan sosialisasi yang baik.

Selain itu, kesehatan perusahaan asuransi juga harus dipertimbangkan sebelum menjadi bagian LPP.

Prayarat itu, lanjut dia, juga diberlakukan ketika membentuk LPS yang membutuhkan waktu beberapa tahun sejak krisis ekonomi tahun 1997 melanda Asia termasuk Indonesia hingga UU LPS terbit tahun 2004.

OJK mengatakan rencana pembentukan LPP itu merupakan bagian dari reformasi infrastruktur bersama dengan reformasi peraturan dan pengawasan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna berharap iuran tersebut tidak dibebankan kembali ke industri asuransi namun menggunakan alternatif lain yakni membagi iuran yang sebelumnya disetor kepada regulator.

“Pendiriannya (LPP) harapan kami (iuran) bukan dari industri,” katanya. (Ant/E-2)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Pembelian Bahan Pangan Bulog Bisa lewat Daring

👤M Ilham Al Machmudi 🕔Selasa 31 Maret 2020, 01:00 WIB
Bulog masih memiliki stok beras sebanyak 1,4 juta ton yang tersimpan di gudang-gudang milik...
MI/AGUS MULYAWAN

Ekonomi Harus Tetap Bergerak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:40 WIB
Melalui kerja sama Kemen BUMN dan BKPM tersebut, berbagai proyek strategis negara diharapkan tetap terus...
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Pandemi Covid-19 Buka Peluang Bisnis Trading Emas dan Forex

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 22:29 WIB
Ternyata salah satu solusinya di tengah pandemi Covid-19 dengan melirik bisnis trading emas dan foreign...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya