Kamis 27 Februari 2020, 18:01 WIB

Koalisi Pakatan Harapan di Johor akan Diganti Koalisi Baru

Nur Aivanni | Internasional
Koalisi Pakatan Harapan di Johor akan Diganti Koalisi Baru

Istimewa/AFP
Sultan Johor Sultan Ibrahim Iskandar.

 

KOALISI baru yang meliputi anggota parlemen dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan Barisan Nasional (BN) memiliki suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan negara baru.

Demikian disampaikan Sekretaris Pribadi Sultan Johor Sultan Ibrahim Iskandar, Jabah Mohd Noah, dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada pers, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (27/2).

Menyusul keputusan Bersatu untuk meninggalkan koalisi Pakatan Harapan (PH) pada Senin (24/2), Menteri Besar Johor Sahruddin Jamal dan Ketua BN Johor Hasni Mohammad bertemu dengan Sultan Ibrahim pada Rabu (26/2) dan memberitahukan kepadanya bahwa koalisi baru memiliki mayoritas untuk mengambil alih pemerintahan negara bagian PH. Sahruddin adalah politisi Bersatu.

Sultan Ibrahim kemudian mengundang semua 56 anggota negara bagian dalam sebuah pertemuan yang digelar di Gedung Sultan Ibrahim di Johor Bahru pada Rabu (26/2) mulai pukul 15.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Sultan Ibrahim menanyakan kepada mereka secara individu apakah mereka akan mendukung pemerintahan negara bagian PH atau koalisi baru.

Menurut pernyataan tersebut, 28 anggota memilih koalisi baru, sementara 26 anggota memilih PH untuk tetap sebagai pemerintahan negara bagian.

Dua anggota lainnya tidak menghadiri pertemuan tersebut. Mereka adalah anggota majelis Simpang Jeram dari Parti Amanah Negara, Salahuddin Ayub dan anggota majelis Puteri Wangsa dari Bersatu, Mazlan Bujang.

"Dengan demikian, koalisi baru memiliki hak untuk mencalonkan seorang menteri besar, dan dewan eksekutif negara baru," kata Jabah dalam pernyataannya.

Sebelumnya pada Selasa (25/2), Ketua BN Johor Hasni Mohammad mengatakan bahwa aliansi baru sedang mempersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan negara bagian Johor.

Dia mengklaim bahwa BN memiliki jumlah yang cukup, karena pemerintah baru akan mencakup pembelot dari Bersatu serta lima anggota dari Amanah dan Parti Keadilan Rakyat (PKR).

Total anggota majelis negara bagian Johor adalah 56 kursi. Yakni, BN memegang 16 kursi, PAS satu kursi, DAP 14 kursi, Amanah sembilan kursi dan PKR lima kursi. Sementara itu, Bersatu memiliki 11 kursi.

Di sisi lain, Perdana Menteri Interim Mahathir Mohamad telah setuju untuk kembali sebagai ketua Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), menurut sekretaris jenderal partai, Datuk Marzuki Yahya.

Marzuki memberi tahu Bernama informasi tersebut melalui pesan singkat WhatsApp hari ini (27/2). "Ya," katanya, ketika ditanya apakah benar Mahathir telah kembali sebagai ketua Bersatu. Namun, belum ada konfirmasi dari Mahathir tentang masalah tersebut.

Pada Senin (24/2), Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan juga ketua Bersatu. Terkait hal itu, para pemimpin Bersatu menolak pengunduran dirinya sebagai ketua dan mendesaknya untuk kembali memimpin partai dan negara. (Channel News Asia/Bernama/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Malaysia Catat 179 Kasus Covid-19 Baru, 90 Lainnya Pulih

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:27 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan ada 179 kasus covid-19 baru yang dilaporkan siang hari ini, Minggu (5/4), meningkatkan angka...
Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...
MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya