Kamis 27 Februari 2020, 17:45 WIB

Terendam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Cirebon Ditanam Ulang

Nurul Hidayah | Nusantara
Terendam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Cirebon Ditanam Ulang

MI/Amirudin Abdullah Rubee
Ratusan hektare sawah terendam banjir sejak awal tahun 2020.

 

RATUSAN hektare tanaman padi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, harus ditanam ulang atau replanting. Lantaran terendam banjir sejak awal tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, menjelaskan selama Januari hingga akhir Februari ini luas areal tanaman padi di
Kabupaten Cirebon yang terendam banjir sudah mencapai 3.480 hektar.

"Dari jumlah tersebut sekitar 464 hektar terpaksa harus tanam ulang atau replanting," ungkap Ali, Kamis (27/2).

Jumlah yang terendam banjir tersebut menurut Ali belum termasuk laporan terakhir selama sepekan ini. Hujan deras yang terjadi selama sepekan ini, menurut dia telah membuat 60 hektar tanaman padi terendam banjir.

Tanaman padi yang terendam banjir tersebar di sembilan kecamatan. Yakni, Kecamatan Panguragan, Kapetakan, Gunungjati, Suranenggala, Jamblang, Plered, Mundu, Kaliwedi, dan Gegesik. Untuk tanaman padi yang terendam lebih dari tiga hari, terlebih jika masih berusia muda, maka dipastikan harus dilakuakn replanting atau tanam ulang.

"Kami terus perbaharui data tanaman padi yang terendam banjir ini," ujar Ali.

Untuk petani yang harus melakukan replanting, akan diusulkan mendapatkan bantuan pupuk dan benih. "Kita lagi usulkan, untuk
kelompok tani yang terkena bencana akan diberikan bantuan," ungkap Ali.

Namun dengan catatan, bagi petani yang sudah mengikuti asuransi tidak diberi bantuan. "Areal tanaman padi yang ikut asuransi jumlahnya baru sekitar 20 ribu hektar," kata Ali. Padahal, total luas areal pertanian di kabuapten Cirebon ada sekitar 53 ribu hektar. (OL-13)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Pakar: Penyemprotan Disinfektan Seharusnya Bukan ke Tubuh

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Sebenarnya disinfentan tidak perlu disemprotkan ke tubuh manusia, tetapi ke benda-benda yang sering digunakan bersama, misalnya gagang...
Antara

Pakar UGM: Tidak Perlu Lockdown Kampung

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Menurut Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gadjah Mada lockdown itu justru menjadi titik yang rawan penularan karena masyarakat...
MI/Bary

Pasar Tradisional di Denpasar Terapkan 'e-Semeton' Dukung Belanja

👤Ruta Suryana 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:10 WIB
Pasar tradisional di Denpasar yang menerapkan layanan belanja dari rumah atau online terus bertambah. Ini untuk mendukung imbauan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya