Kamis 27 Februari 2020, 17:14 WIB

Antisipasi Virus Korona, 18 WNA Ditolak Masuk ke Indonesia

Cahya Mulyana | Humaniora
Antisipasi Virus Korona, 18 WNA Ditolak Masuk ke Indonesia

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Petugas Kesehatan mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh saat kedatangan penumpang dari Malaysia di Bandara Internasional Adisutjipto.

 

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi telah menolak masuk sebanyak 118 warga negara asing (WNA) dengan alasan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19). Jumlah tersebut dihitung mulai dari 5 Februari hingga 23 Februari 2020 dan diperoleh dari seluruh tempat pemeriksaan imigrasi di Indonesia.

"Direktorat Jenderal Imigrasi telah menolak masuk sebanyak 118 warga negara asing (WNA) dengan alasan pencegahan penyebaran virus. Mereka berasal dari Tiongkok Malaysia, Singapura, Amerika Serikat (AS), dan beberapa negara Eropa dan Afrika," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Arvin Gumilang dalam keterangan resmi, Kamis (27/2).

Menurut Arvin, penolakan WNA terbanyak terjadi di tempat pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai Bali yang mencapai 89 orang. Sisanya di tempat pemeriksaan imigrasi di sejumlah tempat dan WNA yang ditolak masuk berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, AS, dan beberapa negara Eropa dan Afrika.

Alasan penolakan tersebut karena WNA pernah tinggal atau singgah di wilayah Tiongkok Daratan pada 14 hari sebelum memasuki wilayah Indonesia. Hal ini menjadi dasar bagi pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan Imigrasi untuk menolak masuk WNA sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur penghentian sementara Bebebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, dan pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa.

Selain menolak kedatangan WNA, kata dia, Imigrasi juga telah memberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada 1.247 warga Tiongkok yang ada di Indonesia.

"Izin Tinggal Keadaan Terpaksa diberikan hanya kepada waga negara Tiongkok yang sudah berada di Indonesia namun izin tinggalnya telah habis dan tidak bisa kembali ke negaranya karena adanya wabah virus korona serta tidak adanya alat angkut yang membawanya kembali ke negaranya," pungkasnya. (Cah/OL-09)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Berkembang, Film Indonesia Usai Covid-19

👤Syarief Oebaidilah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:20 WIB
Sebagai salah satu industri kreatif, perfilman  nasional sudah saatnya mendapat perhatian serius dari pemerintah dan insan...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jangan Sembarang Gunakan Disinfektan

👤Ata/Aiw/Fer/H-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:00 WIB
Untuk itu, penggunaan yang salah atau berlebihan dalam mencegah penularan virus korona baru (covid-19) bisa membahayakan...
Antara/Muhammad Adimaja

WHO : Semprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Berbahaya

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:56 WIB
"Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya