Kamis 27 Februari 2020, 12:59 WIB

Cemari DAS Citarum, PT KKTI Divonis PN Bale Bandung Bayar Rp4,5 M

Muhamad Fauzi | Humaniora
Cemari DAS Citarum, PT KKTI Divonis PN Bale Bandung Bayar Rp4,5 M

Antara
Foto udara limbah pabrik yang dibuang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

GUGATAN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI terhadap PT Kamarga Kurnia Textile Industry (PT KKTI) dikabulkan Majelis Hakim PN Bale Bandung, Jawa Barat pada Selasa (25/2). PTKKTI dinyatakan terbukti melakukan pencemaran lingkungan hidup di lokasi PTKKTI yang beralamat di Jalan Cibaligo KM 3 Leuwigajah, Desa Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat.

Majelis Hakim menghukum PTKKTI untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp4,25 milyar, lebih rendah dari gugatan yang diajukan KLHK sebesar Rp18,2 Milyar.

"Memang vonisnya lebih rendah dari tuntutan kami. Namun Penegakan hukum terhadap perusahaan pencemar di DAS Citarum merupakan komitmen KLHK untuk mewujudkan Citarum Harum. Putusan ini harus menjadi pembelajaran bagi perusahaan lainnya," tegas Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum KLHK dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (27/2)

Gugatan perdata terhadap pabrik tekstil PTKKTI dilakukan, karena tidak ada keseriusan pihak perusahaan dalam mengelola air limbah dan limbah B3 yang dihasilkan.

KLHK, jelas dia, tidak akan berhenti mengejar dan menyeret pelaku pencemar lingkungan hidup ke pengadilan baik melalui perdatadan atau pidana. Sudah banyak korporasi yang diproses dan dibawa ke pengadilan. Walaupun pencemaran sudah berlangsung lama, akan tetap ditindak. "Kita dapat melacak jejak jejak dan bukti pencemaran lingkungan hidup sebelumnya dengan dukungan Ahli dan teknologi," ungkap Rasio.

Menurut Rasio, pencemaran lingkungan hidup merupakan kejahatan yang sangat luar biasa (Extra Ordinary Crime). Sebab berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi, kerusakan ekosistem serta berdampak pada wilayah yang luas dalam waktu yang lama. "Jadi tidak ada pilihan lain agar memberikan efek jera terhadap pelaku harus kita tindak seberat-beratnya," tekad Rasio.

Sementara Jasmin Ragil Utomo, Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup menambahkan, selain menggugat PTKKTI, pihaknya juga menggugat tiga pabrik tekstil lainnya terkait pencemaran lingkungan di DAS Citarum.

Rinciannya, jelas Jasmin, (PT Kawi Mekar) telah diputus dengan akta banding oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung dan PT How Are You Indonesia) dijadwalkan akan diputus pada Rabu (26/2) di PN Jakarta Utara, dan 1 pabrik (PT United Colour Indonesia) masih dalam proses persidangan di PN Bale Bandung. (OL-13)

 

Baca Juga

Dok Kedubes Korsel untuk Indonesia

Korsel Salurkan Bantuan Covid-19 untuk Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 April 2020, 06:30 WIB
Bantuan itu meliputi alat tes (PCR test kit) dan 300 unit alat penyemprot (rechargeable battery power...
Dok.Metro TV/Medcom.id

Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 April 2020, 06:15 WIB
Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Pemprov DKI dan Kodam Jaya perihal pembagian bantuan secara langsung ke rumah warga yang...
Duta

Hewan Bantu Anak Bersosialisasi

👤Daily Mail/Nur/X-7 🕔Kamis 09 April 2020, 06:05 WIB
Menurut studi, berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu anak-anak belajar tentang konsep...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya