Kamis 27 Februari 2020, 11:17 WIB

Promosi di World Travel Expo Canberra 2020 Jelang Musim Panas

RO | Humaniora
 Promosi di World Travel Expo Canberra 2020 Jelang Musim Panas

istimewa
Stand Indonesia di World Travel Expo Canberra 2020 di Canberra, Australia.

 

MENJELANG momen libur musim panas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gencar mempromosikan pariwasata Indonesia di mancanegara. Yang terbaru, Kemenparekraf  mengikuti even World Travel Expo Canberra 2020 di Canberra, Australia, yang berlangsung pada 1 Februari sampai 1 Maret 2020.

Kemenparekraf juga membuka booth dalam even Flight Centre Travel Expo yang merupakan rangkaian kegiatan World Travel Expo Canberra 2020 yang berlangsung pada 23 Februari 2020. Flight Centre Travel Expo merupakan pameran perjalanan terbesar di Australia yang dikelola oleh Flight Centre dan dihadiri lebih dari 110 ribu pengunjung.

“Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan daya tarik wisata Indonesia, sehingga menjadi referensi bagi masyarakat Australia dalam mencari alternatif tujuan wisata ke luar negeri dan dikunjungi kurang lebih 110 ribu pengunjung pada setiap penyelenggaraannya,” kata Arya Galih Anindita, Kepala Sub Bidang Area Sydney, Melbourne, dan Canberra Kemenparekraf.

Selain itu, menurut dia, pameran tersebut juga menjadi referensi bagi travel agent guna menentukan destinasi hiburan bagi warga Australia ke luar negeri. Sehingga, partisipasi pada pameran ini menjadi penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia.

“Pada tahun 2020 ini, Kemenparekraf berpartisipasi di Flight Centre Travel Expo di tujuh kota yang potensi marketnya besar di Australia, yaitu Sydney, Melbourne, Perth, Adelaide, Brisbane, Canberra, dan Darwin, serta 1 kota di Selandia Baru, Auckland,” terangnya.

Tahun ini Kemenparekraf merupakan kali pertama mengelola langsung kegiatan ini. Sebelumnya, FC Travex dikelola oleh Bali Hotels Association (BHA) dengan partisipasi Kemenparekraf dalam bentuk dukungan booth. “Sesuai persyaratan dari Flight Centre, seluruh peserta Travex harus merupakan preferred partner Flight Centre,” katanya.

Sehari sebelum kegiatan berlangsung, Kemenparekraf bekerja sama dengan Bali Hotel Association (BHA) akan mengadakan breakfast meeting antara sellers dan buyers. Sellers pada acara breakfast meeting ini berbeda dengan sellers pada acara Travel Expo, karena tidak terbatas pada preferred partner Flight Centre, tetapi diikuti juga oleh industri yang tergabung dalam BHA.

“Breakfast meeting ini hanya diadakan di lima kota besar di Australia, yaitu Sydney, Melbourne, Perth, Brisbane, dan Adelaide,” ungkapnya.

Dalam pameran tersebut, Kemenparekraf membawa beberapa pelaku pariwisata dari Bali yang merupakan destinasi favorit bagi warga Australia. “Di pameran ini, kami juga memperkenalkan destinasi lain, salah satunya alat musik tradisional Sasando dari Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan kostum karnaval yang merepresentasikan Kawah Ijen Bayuwangi,” ungkapnya.

Dalam even Flight Center World Expo, booth Indonesia tampak lebih ramai pengunjung dibanding booth dari negara-negara lain. “Animo masyarakat Australia cukup besar untuk mengetahui informasi destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Pengunjung antusias mencari informasi destinasi wisata seperti Bali, Yogjakarta, Lombok, Batam, Belitung, Danau Toba, Komodo, Labuan Bajo, dan lain sebagainya,” paparnya.

Menurut dia, pameran di Australia tersebut akan memberikan kontribusi positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. “Wisatawan, terutama dari Australia, tidak perlu takut dan khawatir berkunjung ke Indonesia. Indonesia masih aman dan nyaman di kunjungi,” katanya.

Untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, dia juga mengimbau diaspora Indonesia yang ada di Australia untuk membantu mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Australia.

Sebab, menurut dia, konektivitas di Indonesia sudah sangat baik. Bahkan, dalam lima tahun terakhir pemerintah sangat fokus membangun destinasi-destinasi wisata baru selain Bali. “Semuanya sudah siap untuk mengakomodir kunjungan wisatawan, terutama dari Australia,” tuturnya.

Tracy, salah seorang pengunjung booth Indonesia, mengatakan Indonesia negara yang cantik dan memiliki budaya yang indah. Meski demikian, dia mengaku informasi yang diperolehnya tentang Indonesia masih sedikit. “Tapi, setelah saya mengunjungi booth ini, saya banyak mendapatkan informasi yang saya butuhkan tentang Indonesia,” katanya.

Tracy mengaku pernah berkunjung ke Indonesia beberapa tahun lalu. Dia yakin Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Itu sebabnya, suatu saat nanti dia ingin berkunjung kembali ke Indonesia.

Jeddah International Travel & Tourism Exhibition
Sementara di Arab Saudi, Kemenparekraf menggelar rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia di dua kota besar: Madinah dan Jeddah. Selama rangkaian kegiatan promosi yang berlangsung pada 23-28 Februari 2020, sebanyak 10 industri pariwisata Indonesia diajak memasarkan paket destinasi wisata yang cocok untuk masyarakat Arab Saudi.

Promosi dimulai dari kegiatan “Industrial Gathering Madinah” pada 23 Februari 2020 di Hotel Pullman Zamzam Madinah. Kegiatan ini bersifat B to B (Business to Business) dengan melibatkan 20 travel agent dari Arab Saudi.

Kegiatan selanjutnya berlanjut ke Kota Jeddah dengan tema “Influencer Gathering” di Hotel Novotel Tahlia Jeddah pada 24 Februari 2020. Acara dihadiri sekitar 40 influencer Arab Saudi yang tergabung di beberapa grup pelancong di Arab Saudi.

Keesokan harinya, 25 Februari 2020, digelar kegiatan “Table Top Jeddah” di Movenpick Hotel Jeddah. Kegiatan ini bersifat B to B (Business to Business) dan dihadiri sekitar 70 travel agent dari Arab Saudi.

Rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia ditutup dengan kegiatan “Jeddah Travel & Tourism Exhibition (JTTX)” pada 26-28 Februari 2020 di Convention Center – Jeddah Hilton. Indonesia menjadi Strategic Sponsor dalam acara yang diperkirakan dihadiri lebih dari 30 ribu pengunjung selama tiga hari kegiatan.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf, R. Sigit Witjaksono, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menggaet pasar wisatawan Arab Saudi yang akan memasuki masa liburan musim panas.

“Tepatnya ada di bulan Mei hingga Agustus. Dengan menyelenggarakan rangkaian promosi pada JTTX 2020, diharapkan dapat terjadi kontak dan kontrak bisnis pada kegiatan B to B serta menawarkan paket wisata Indonesia langsung kepada masyarakat Arab Saudi pada kegiatan B to C,” kata Sigit Witjaksono.

Di acara JTTX nanti, Indonesia diberi kesempatan menjadi salah satu pengisi acara dengan menghadirkan penari profesional yang menampilkan tarian serta musik tradisional dan modern Indonesia. Di acara Side Mega Event yang berbentuk Open Concert tersebut, juga akan dimeriahkan oleh Tamer Hosny, penyanyi asal Mesir, dan bintang asal Amerika Serikat, Akon.

“Kesempatan untuk tampil di Open Concert JTTX ini sangat baik untuk mempromosikan Wonderful Indonesia, mengingat acara Open Concert akan dihadiri oleh 10 ribu penonton dari masyarakat Arab Saudi dan para ekspatriat,” kata Sigit.

Deputi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Nia Niscaya, menambahkan, tingginya minat wisman Arab Saudi untuk berkunjung ke Indonesia perlu dibarengi dengan promosi destinasi-destinasi baru. Karena selama ini yang dikenal wisman Arab Saudi terbatas destinasi Jakarta, Jawa Barat, Bandung, dan Bali.

Adapun destinasi yang coba fokus ditawarkan Kemenparekraf yakni Aceh-Medan-Padang yang juga bagian dari Tourism Hub Malaysia, kemudian Jakarta-Bandung-Bali-Lombok yang sudah dikenal masyarakat Arab Saudi, kemudian ada Jawa Tengah dengan destinasi Joglo Semar (Jogjakarta-Solo-Semarang) dan Jawa Timur dengan destinasi Malang-Batu.

“Semuanya sudah kita pertimbangkan dari kesiapan destinasi dan siap untuk dijual dengan melihat karakteristik wisman Arab Saudi dan juga kemudahan konektivitas. Dan ditambah dengan menawarkan lima destinasi super prioritas yang sudah menjadi program presiden,” kata Nia Niscaya.

Nia Niscaya mengatakan, Arab Saudi merupakan salah satu fokus pasar karena wisatawan asal negara tersebut memiliki lama tinggal (length of stay) serta pengeluaran (spending) yang besar sehingga diharapkan dengan promosi yang dilakukan di Madinah dan Jeddah ini, perolehan devisa negara dari Pariwisata dapat meningkat. (A-2)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan

Kemenkes Masih Susun Permenkes untuk Aturan PSBB

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 01 April 2020, 21:32 WIB
"Permenkes sedang kita buat dari tadi siang," kata Achmad...
Istimewa/BPJS Kesehatan

CHIKA dan VIKA Beri Warna Baru Dalam Pelayanan BPJS Kesehatan 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 21:04 WIB
Hadirnya layanan dalam fitur CHIKA dan VIKA diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya dalam kepesertaan Program...
Ilustrasi

Pakar UGM Prediksi Covid-19 di Indonesia Tuntas Akhir Mei 2020

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 18:07 WIB
“Dengan intervensi pemerintah, total penderita korona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020,"...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya