Kamis 27 Februari 2020, 11:45 WIB

Wapres Minta Umat Islam Intensif Lakukan Kontranarasi Radikalisme

Indriyani Astuti | Humaniora
Wapres Minta Umat Islam Intensif Lakukan Kontranarasi Radikalisme

ANTARA/Sigid Kurniawan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

KONGRES Umat Islam Indonesia (KUII) VII 2020, diharapkan mampu menghasilkan arah pembangunan nasional dalam lima gatra, yaitu aspek politik, ekonomi, hukum, pendidikan-kebudayaan, dan kehidupan beragama dalam wadah kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian pesan Wakil Prsiden (Wapres) Ma'ruf Amin pada Kongres Umat Islam Indonesia VII 2020 yang digelar selama dua hari di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rabu (26/2) malam.

Lebih jauh Wapres mengimbau kongres yang bertajuk “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Untuk Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab" mampu mengembangkan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya mendukung sepenuhnya Kongres Umat Islam Indonesia ini. Kita harus merapatkan barisan untuk berperan serta dalam bersinergi membangun umat, bangsa, dan negara agar masyarakat Indonesia makin maju dan sejahtera dalam berbagai dimensi seperti pendidikan, keagamaan, dan perekonomian," ujar Wapres seperti dikutip dari siaran pers resmi Sekretariat Wakil Presiden yang diterima di Jakarta, Kamis (27/2).

Baca juga: Liga Muslim Sebut Indonesia Patut Jadi Percontohan

Melihat potensi jumlah umat Islam yang besar, Wapres berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus menjadi pelopor semangat kebangsaan dan kebhinekaan, serta pemersatu bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.

Wapres mengingatkan visi Indonesia ke depan tidak hanya berada pada posisi negara berkembang atau middle-income country tetapi berubah menjadi  negara maju atau high-income country. Untuk mencapai hal itu, Wapres berujar bahwa pendidikan berdampak besar bagi suatu negara.

"Kuncinya terletak pada pendidikan, baik formal maupun pendidikan vokasi. Bangsa Indonesia yang produktif yaitu yang dapat menghasilkan suatu yang besar," urainya.

Namun, kata Wapres Indonesia maju tidak akan bisa dicapai kalau situasi dan kondisi tidak kondusif. Karena itu, masalah yang penting melakukan penguatan komitmen kebangsaan kita, terutama Pancasila.

"Karena itu, maka kita harus mencegah kemungkinan adanya kelompok-kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan ini. Harus mencegah timbulnya radikalisme maupun sikap intoleran," pesannya kemudian.

Wapres memaparkan radikalime itu sebenarnya bukan soal pakaian tetapi radikalisme itu adalah cara berpikir, cara bersikap atau berperilaku, dan cara bertindak oleh karena itu upaya-upaya yang harus kita lakukan adalah meluruskan cara berpikirnya, meluruskan cara bersikap dan bertindaknya, dan juga meluruskan  gerakan-gerakan nya.

"Karena itu perlu upaya-upaya yang lebih intensif tentang kontraradikalisme dan deradikalisme," paparnya.

Kongres Umat Islam Indonesia, ujarnya, ikut berkontribusi positif, terus meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberikan kesejukan kepada masyarakat dan dapat bekerja sama dengan pemerintah sehingga terus dapat merawat harmoni dan persatuan.

Wapres berharap pada pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Panitia Kongres Umat Islam Indonesia VII Tahun 2020 agar Kongres Umat Islam dapat menguatkan harmoni pergerakan umat Islam Indonesia dalam mengawal kiblat bangsa agar arah pembangunan nasional senantiasa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Kongres Umat Islam semakin terkonsolidasinya peran umat Islam lintas sektor dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa," tutupnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Muhyiddin Junaidi menuturkan momen KUII adalah momentum penting bagi para ulama untuk bersama-sama menyatukan pandangan di tengah-tengah perbedaan yang ada saat ini, mencari formula yang terbaik yang dapat disepakati dari berbagai golongan dan kelompok.

"KUII adalah tempat yang ideal bagi kita untuk bersama-sama bertoleransi, menyepakati atas perbedaan-perbedaan yang kita miliki, tetapi kita mampu bekerja sama atas kesepakatan-kesepakatan yang telah kita capai," ucapnya.

Ibu Wury turut mendampingi Wapres dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Abdul Rosyid, Johan Tedja Surya, dan Noor Marzuki, serta Bambang Widianto. (OL-1)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Berkembang, Film Indonesia Usai Covid-19

👤Syarief Oebaidilah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:20 WIB
Sebagai salah satu industri kreatif, perfilman  nasional sudah saatnya mendapat perhatian serius dari pemerintah dan insan...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jangan Sembarang Gunakan Disinfektan

👤Ata/Aiw/Fer/H-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:00 WIB
Untuk itu, penggunaan yang salah atau berlebihan dalam mencegah penularan virus korona baru (covid-19) bisa membahayakan...
Antara/Muhammad Adimaja

WHO : Semprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Berbahaya

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:56 WIB
"Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya